Ruangan Anda seperti berputar? Anda merasa seperti kehilangan keseimbangan dan tidak dapat berdiri? Jika Anda mengalaminya, kemungkinan Anda sedang mengalami vertigo saat kehamilan. Terkadang, vertigo juga dapat disertai dengan sensasi mual atau bahkan muntah. Sebagian besar waktu, vertigo yang Anda alami hanya akan bertahan selama beberapa detik, namun tidak menutup kemungkinan juga bahwa vertigo dapat bertahan sampai berjam-jam dan tentunya hal ini dapat menjadi sangat tidak menyenangkan dan mengganggu.
Saat Anda hamil, tubuh Anda mengalami banyak perubahan, dan beberapa perubahan itu dapat membuat Anda merasa pusing. Rasa pusing atau merasa seperti akan pingsan sangatlah umum terjadi dalam kehamilan, terutama pada trimester-trimester pertama. Kabar baiknya, rasa pusing ini seringkali dapat diatasi dan dihindari dengan beberapa perubahan gaya hidup. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai vertigo saat hamil.
Apa penyebabnya?
Penyebab utama dari rasa pusing dalam kehamilan adalah karena meningkatnya hormon di tubuh Anda yang membuat pembuhuh darah Anda menjadi rileks dan melebar. Progesteron yang meningkat akan meningkatkan aliran darah ke bayi Anda, namun di waktu yang sama mengurangi aliran darah ke otak Anda. Kombinasi tekanan danrah rendah dan aliran darah rendah inilah yang membuat Anda menjadi pusing.
Rasa pusing juga dapat disebabkan oleh gula darah rendah yang mungkin akan terjadi saat tubuh Anda berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada di metabolisme Anda. Ibu hamil yang mempunyai anemia atau varises mungkin akan lebih rentan terkena vertigo daripada ibu hamil yang lain. Selain itu, dehidrasi juga dapat menyebabkan vertigo/
Di trimester kedua, rasa pusing mungkin disebabkan oleh rahim Anda yang terus membesar untuk mengakomodasi bayi Anda mulai menekan pembuluh darah Anda. Selain itu, vertigo mungkin juga dapat muncul jika Anda sering tidur terlentang selama hamil. Hal ini terjadi karena saat Anda terlentang, berat badan bayi Anda akan menekan pembuluh vena cava, yangmana merupakan pembuluh darah yang berfungsi untuk membawa darah Anda dari tubuh Anda bagian bawah ke jantung Anda.
Apa yang memicunya?
Walaupun vertigo dapat terjadi sewaktu waktu selama kehamilan, beberapa ibu hamil memiliki sesuatu yang dapat memicu terjadinya vertigo tersebut. Terkadang, menggerakkan kepala Anda dengan cara tertentu secara tiba tiba atau bangun terlalu cepat dapat membuat kepala Anda seperti berputar putar. Pada umumnya, gerakan apapun yang dilakukan secara tiba-tiba, seperti bangun, berbaring, atau berganti sisi, dapat memicu datangnya vertigo. Hal ini terjadi karena ketika Anda bangun terlalu cepat, contohnya, darah Anda tidak dapat kembali dari kaki Anda ke jantung Anda cukup cepat karena tubuh Anda tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menyesuaikan diri. Ingatlah untuk selalu berdiri (dari posisi duduk maupun berbaring) secara perlahan-lahan.
Bagaimana cara mencegahnya?
Ingatlah untuk tidak melakukan gerakan secara tiba-tiba. Bangunlah secara perlahan-lahan, baik dari posisi duduk maupun berbaring. Anda juga dapat mengganti posisi tidur Anda dengan miring ke kiri maupun kanan. Hindari berdiri dalam waktu yang lama, namun jika pekerjaan atau gaya hidup Anda menuntut Anda untuk berdiri dalam waktu yang lama, cobalah untuk beristirahat di sela sela dan berjalan jalanlah. Hal ini dapat membantu memperlancar sirkulsi darah Anda, memompa darah Anda kembali ke jantung Anda.
Cobalah untuk membagi porsi makanan Anda menjadi 5-6 porsi kecil setiap hari dan ingatlah untuk meminum cukup cairan, sekitar 8-10 gelas tergantung dengan kondisu cuaca dan aktivitas Anda. Konsumsilah makanan kaya zat besi jika Anda menderita anemia.
Hindari pakaian yang membuat Anda merasa panas, pakaian yang terlalu ketat, topi, atau syal. Pakailah pakaian yang nyaman yang membuat Anda merasa dingin, mudah dipakai dan dilepas, dan dapat meningkatkan sirkulasi darah Anda.
Rasa panas dapat membuat pembuhuh darah membengkak dan merendahkan tekanan darah, jadi pastikan untuk tidak berendam air panas di waktu yang lama atau justru pergi ke sauna, karena jika Anda merasa terlalu panas, Anda akan merasa pusing. Selain itu Anda juga dapat keluar untuk mencari udara segar. Menghabiskan waktu di ruangan ramai yang pengap, dan panas seperti di kantor, toko, atau bis dapat memicu terjadinya vertigo. Maka dari itu cobalah untuk keluar sejenak untuk mencari udara segar setiap beberapa jam.
Bagaimana cara mengatasinya?
Jika Anda mengalami vertigo, cobalah untuk berbaring sejenak lalu bangkit secara perlahan. Jika lingkungan Anda sedang tidak memungkinkan untuk berbaring, cobalah untuk duduk dan menundukkan kepala Anda, menaruh kepala Anda di sela sela kaki Anda (sepereti instruksi darurat saat di pesawat) dan bernapaslah secara perlahan. Jika tidak ada tempat untuk duduk, Anda juga dapat mencoba berlutut satu kaki dan condongkan badan Anda ke depan seperti jika Anda akan mengikat tali sepatu Anda dan tetaplah berada di posisi itu sampai rasa pusing berkurang. Setelah rasa pusing menghilang, minumlah dan makanlah makanan kecil seperti buah buahan. Lepaslah pakaian yang terlalu ketat, buka jendela Anda, dan ambil napas panjang. Anda juga dapat mengangkat kaki Anda untuk meningkatkan aliran darah ke otak Anda.
Kapan harus ke rumah sakit?
Walaupun rasa pusing sangat umum terjadi saat kehamilan dan bisanya bukanlah sesuatu yang serius, namun terkadang rasa pusing yang Anda alami dapat menjadi gejala anemia serius atau hal yang lain. Ingatlah untuk memberitahu provider Anda saat pemeriksaan rutin jika Anda mengalami vertigo di kehamilan Anda. Hubungi provider Anda jika rasa pusing yang Anda alami tidak kunjung hilang atau diiringi dengan sakit kepala, kesusahan bernapas, sakit dada, pingsan, pandangan yang menjadi buram, sakit perut, atau pendarahan.
Sakit perut, jarang buang air besar, sulit buang air besar, dan poop yang keras. Anda mungkin sangatlah familiar dengan hal hal ini saat Anda hamil. Sembelit saat kehamilan sebenarnya sangatlah umum terjadi, bahkan diperkirakan bahwa sebagian besar ibu hamil akan mengalami sembelit di suatu titik selama kehamilannya.
Kapan sembelit dapat terjadi?
Sembelit pada umumnya akan terjadi ketika hormon progesterone di tubuh Anda mulai meningkat di dua sampai tiga bulan pertama kehamilan Anda dan terkadang akan memburuk seiring dengan membesarnya rahim Anda.
Apa penyebabnya?
Penyebab sembelit pada ibu hamil dapat beragam tergantung pada waktu terjadinya sembelit tersebut. Penyebab tersebut antara lain adalah:
Hormon
Meningkatnya hormon progesterone selama kehamilan membuat otot-otot di tubuh Anda menjadi lebih rileks, termasuk otot usus Anda. Hal ini membuat sistem pencernaan Anda menjadi lebih lambat. Pelambatan ini dapat meningkatkan jumlah air yang diserap usus besar Anda dari kotoran yang akan dikeluarkan, yang akhirnya membuatnya menjadi lebih padat dan sulit untuk dikeluarkan.
Vitamin sebelum kehamilan
Vitamin sebelum kehamilan yang dimaksud disini adalah pil zat besi. Beberapa jenis pil penambah zat besi dapat menyebabkan sembelit. Untuk mengatasinya, pastikan bahwa Anda meminum banyak cairan jika Anda mengkonsumsi suplemen penambah zat besi. Anda juga dapat mengganti jenis pil penambah zat besi yang Anda konsumsi setelah mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan provider Anda.
Tekanan dari rahim yang membesar
Seiring dengan berjalannya waktu, rahim yang terus membesar dapat memberikan tekanan pada usus Anda, sehingga membuatnya lebih sulit untuk dilewati kotoran yang perlu keluar.
Bagaimana cara mencegah dan mengobatinya?
Berikut ini adalah cara mudah, aman, dan efektif yang dapat Anda lakukan untuk mengobati dan mencegah sembelit saat kehamilan:
Mengkonsumsi lebih banyak serat
Makanan yang kaya serat dapat membantu Anda untuk mengeluarkan kotoran yang ada di tubuh Anda. Ingatlah utuk mengkonsumsi serat setidaknya 25 sampai 35 gram setiap hari. Makanan seperti roti gandum, buah-buahan dan sayuran segar, dan kacang-kacangan dapat menjadi pilihan yang tepat bagi Anda. Selain itu, Anda juga dapat mengkonsumsi sayur-sayuran hijau dan kiwi yangmana mempunyai efek pencahar.
Membatasi konsumsi makanan olahan
Makanan-makanan olahan cenderung dapat memperlambat sistem pencernaan, sehingga cobalah untuk membatasi konsumsi biji biji olahan seperti roti putih, nasi putih, pasta, dan sejenisnya.
Meminum banyak cairan
Meminum banyak cairan sangatlah penting untuk membuat kotoran menjadi lebih lunak dan mudah untuk dikeluarkan. Ibu hamil perlu meminum setidaknya 10 sampai 12 gelas air setiap hari. Jika Anda merasa bahwa air saja tidak membantu, Anda juga dapat mengkonsumsi jus, sup bening, dan teh.
Mengubah pola makan
Mengubah menu makanan Anda saja terkadang tidak cukup jika Anda tidak mengubah pola makan Anda juga. Untuk mengatasi sembelit, cobalah untuk menghindari konsumsi makanan dalam jumlah besar dan makanlah sedikit demi sedikit namun sering. Bagilah porsi makanan Anda menjadi 5 sampai 6 porsi kecil setiap hari. Cara ini dapat membuat tubuh Anda lebih mudah mencerna makanan yang Anda konsumsi.
Olahraga
Olahraga yang teratur dapat membantu untuk mengurangi sembelit karena olahraga dapat menstimulasi usus Anda dan membantu kotoran yang ada untuk bergerak melewati usus Anda. Idealnya, ibu hamil harus mencoba untuk berolahraga 3 kali seminggu dengan durasi 20 hingga 30 menit setiap sesinya. Pilihan olahraga yang dapat Anda lakukan sangatlah beragam dari mulai jalan jalan santai, berenang, hingga yoga ibu hamil. Amati tubuh Anda dan temukan olahraga yang cocok untuk Anda. Anda juga dapat menanyakan provider Anda mengenai pilihan-pilihan olahraga yang aman bagi Anda dan bayi Anda.
Mengkonsumsi makanan kaya probiotik
Probiotik adalah mikroorganisme yang dapat membantu mencegah dan menanggulangi penyakit, membantu sistem pencernaan, dan meningkatkan sistem imun tubuh. Makanan kaya probiotics antara lain adalah yogurt, tempe, kimchi, kefir (fermentasi susu kambing), dan sauerkraut (fermentasi sayur kol).
Pengobatan yang lain
Jika sembelit Anda tidak kunjung berkurang bahkan setelah Anda melakukan tips-tips diatas, maka mungkin inilah waktunya untuk mendiskusikan pilihan lain dengan provider Anda. Provider Anda mungkin akan merekomendasikan vitamin yang mengandung lebih sedikit zat besi dan obat pencahar, yangmana dapat membantu Anda untuk buang air besar dengan lebih mudah dan lebih nyaman. Obat pencahar yang dapat digunakan sangatlah beragam, konsultasikanlah dengan provider Anda untuk menemukan obat yang tepat untuk Anda.
Kapan harus pergi menemui dokter?
Ingatlah untuk selalu mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan provider Anda sebelum Anda memumtuskan untuk mengkonsumsi obat apapun termasuk obat pencahar (laxatives) atau obat sembelit yang lain.
Selain itu, konsultasikanlah sesegera mungkin dengan provider Anda jika sembelit diiringi dengan gejala tambahan seperti:
Mual
Muntah
Sakit perut
Berlangsung lebih dari 1-2 minggu
Dubur Anda berdarah
Sembelit tidak berkurang setelah konsumsi obat yang disarankan
Walaupun Anda merasa bahagia dengan adanya manusia kecil yang sedang tumbuh di dalam Anda, tidak dapat dipungkiri bahwa kehamilan juga mempunyai efek samping yang terkadang membuat Anda merasa tidak nyaman. Salah satunya adalah heartburn. Heartburn adalah salah satu masalah yang seringkali dialami oleh ibu hamil. Walaupun tidak ada hubungannya dengan jantung, tapi heartburn adalah sensasi terbakar yang biasanya dirasakan di area dada, dimana jantung berada.
Apa penyebabnya
Pada umumnya, heartburn akan terjadi ketika katup diantara lambung dan esofagus tidak berfungsi dengan baik sehingga asam lambung naik hingga esofagus dan mengiritasi lapisan esofagus yang sensitif. Di awal kehamilan, tubuh Anda akan memproduksi hormon progesteron dan relaxin dalam jumlah yang besar yang akan merilekskan jaringan-jaringan otot yang ada di seluruh tubuh Anda, termasuk otot pencernaan Anda dan katup diantara lambung dengan esofagus yang telah dibahas sebelumnya. Efeknya, makanan akan diproses labih lambat dari biasanya, menyebabkan masalah perncernaan dari sembelit, kembung, hingga heartburn.
Heartburn juga umum terjadi pada trimester ketiga karena rahim yang membesar memberi tekanan pada lambung dan usus Anda dan tekanan tersebut terkadang juga akan mendorong isi perut atau asam lambung kembali ke esofagus.
Bagaimana cara mencegahnya?
Makan dalam porsi kecil
Jika Anda juga mengalami morning sickness, mungkin Anda sudah terbiasa untuk makan sedikit demi sedikit Tetapi, jika nafsu makan Anda sehat, pastikan untuk tidak makan dalam porsi yang terlalu besar sampai Anda merasa kenyang.
Sama seperti saat Anda tidak sedang hamil, perut yang terlalu penuh dapat menyebabkan heartburn. Maka dari itu, bagilah porsi makan Anda yang awalnya 3 kali sehari dalam porsi besar menjadi 5 sampai 6 kali sehari dalam porsi yang lebih kecil. Selain untuk mencegah heartburn, pola makan seperti ini juga dapat mengatasi masalah-masalah pencernaan yang seringkali dialami ibu hamil mulai dari sembelit, perut kembung, samapi terlalu cepat lelah.
Menghindari makanan pemicu heartburn
Beberapa makanan yang diketahui dapat memicu terjadinya heartburn antara lain adalah makanan pedas, gorengan atau makanan berlemak, daging olahan, cokelat, inuman berkafein, soda, mint, dan buah buahan asam seperti jeruk-jerukan. Namun, ingatlah bahwa setiap ibu hamil itu unik, apa yang dapat memicu heartburn pada orang lain mungkin tidak dapat memicu heartburn bagi Anda, dan begitu juga sebaliknya.
Amati tubuhmu! Cobalah untuk mengenali tubuhmu dan mengenali makanan apa yang dapat memicu heartburn Anda. Jika Anda sudah mengetahuinya, cobalah untuk menghindari makanan tersebut sebisa mungkin.
Makan secara perlahan
Semakin banyak Anda mengunyah makanan Anda, kerja lambung Anda juga akan semakin ringan. Ditambah lagi, dengan makan terlalu cepat, terkadang anda juga akan menelan udara yang mana akan menghasilkan kantung- kantung gas di perut Anda, memicu terjadinya heartburn dan gangguan pencernaan lainnya. Maka dari itu, cobalah untuk bersantai dan nikmati makanan Anda. Selain menghindari heartburn, dengan cara ini, Anda juga dapat menghindari makan terlalu banyak.
Duduk tegak saat makan
Pastikan untuk selalu duduk tegak ketika Anda makan, lalu cobalah untuk menghindari posisi yang mengharuskan Anda untuk membungkukkan badan Anda atau berbaring beberapa jam setelah Anda makan. Berbaring, membungkuk, dan menundukkan badan dapat membawa asam lambung Anda naik ke esofagus. Ketika Anda harus menunduk, lakukan dengan menekuk lutut Anda dan bukan dengan punggung Anda. Jika Anda ingin berbaring, cobalah untuk berbaring dengan bersandar pada bantal. Manfaatkanlah gravitasi yang ada untuk menjaga asam lambung tetap berada di tempatnya.
Pakai pakaian yang nyaman
Memakai pakaian yang ketat hanya akan menambah tekanan yang ada di perut Anda dan memperburuk heartburn Anda. Maka dari itu, cobalah untuk memakai pakaian yang nyaman, longgar, dan membuat Anda dapat bergerak dan bernapas dengan bebas.
Hindari makan sebelum tidur
Makan sebelum tidur adalah resep yang sempurna untuk mendapatkan heartburn. Dengan berbaring segera setelah Anda makan, Anda menyediakan jalan yang mudah bagi asam lambung untuk naik ke esophagus. Cobalah untuk makan dalam posisi tegak dan tetap berada dalam posisi tegak setidaknya 2 jam setelah makan untuk mencegah heartburn.
Pisahkan makanan dengan minuman
Terus menerus meminum cairan selagi makan akan membuat Anda merasa kenyang, yang akhirnya berujung pada perut yang terlalu penuh dan mengakibatkan heartburn. Cobalah untuk meminum sedikit cairan disela sela makan dan meminum lebih banyak cairan di sela-sela jadwal makan Anda.
Relaksasi
Seperti yang telah Anda ketahui, stress adalah sumber segala penyakit, termasuk heartburn. Maka dari itu, belajar untuk lebih tenang dan rileks dapat membantu Anda untuk terhindar dari heartburn. Beberapa hal yang dapat Anda coba antara lain adalah prenatal gentle yoga, meditasi, visualisasi, akupuntur, relaksasi, dan hypnobirthing.
Bagaimana cara mengatasinya?
Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi heartburn saat hamil. Berikut ini adalah beberapa pilihan alternatif yang dapat Anda coba untuk mengatasi heartburn:
Mengkonsumsi jahe: beberapa ibu menemukan bahwa jahe, baik minuman jahe maupun permen jahe, dapat meredakan heartburn. Selain itu, rempah-rempah yang satu ini juga dapat membantu meredakan mual muntah.
Mengkonsumsi almond: makanlah beberapa biji almond setiap setelah makan, karena ternyata kacang lezat yang satu ini dapat menetralisir cairan asam lambung di lambung Anda sehingga dapat meredakan atau bahkan mencegah heartburn.
Pepaya: bagi sebagian ibu hamil, papaya dapat membantu untuk meredakan heartburn. Selain itu, dengan mengkonsumsi papaya, Anda juga mendapatkan bonus vitamin A dan C.
Cuka sari apel: Anda dapat mencampurkan 1 sendok teh cuka sari apel ke dalam gelas besar dan minumlah sebelum jadwal makan pertama Anda. Cuka sari apel mengandung probiotik dan dapat meredakan asam lambung secara alami. Anda juga dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotic yang lain seperti sauerkraut, kimchi,kefir, dan tempe.
Teh herbal: teh jahe, fennel, dan peppermint merupakan beberpa teh yang dapat membantu untuk meredakan atau mencegah heartburn.
Air kelapa: air kelapa mempunyai kandungan elektrolit yangmana dapat menyeimbangkan pH dan membantu menetralisir asam lambung.
Susu: Anda dapat meminum segelas kecil susu almond atau susu sapi setiap setelah makan atau ketika heartburn menyerang. Beberapa ibu juga menyarankan untuk meminum susu hangat yang dicampur dengan sesendok madu. Namun, ingatlah untuk menghindari susu yang tinggi lemak kanrena justru dapat memperparah heartburn Anda.
Air putih: meminum air putih dengan cukup merupakan cara yang cukup efektif untuk meredakan heartburn. Pastikan bahwa tetap terhidrasi sehingga sistem pencernaan Anda dapat bekerja sebaik dan seefisien mungkin.
Antasid: jika setelah mengubah gaya hidup Andapun heartburn tidak kunjung berkurang, Anda dapat mencoba menggunakan antasid. Antasid yang mengandung kalsium atau magenesium biasanya aman untuk ibu hamil, namun hindari antasid yang mengandung alumunium atau sodium bicarbonate (baking soda) karena dapat menyebabkan pembengkakan dan sembelit. Ingatlah untuk selalu mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan provider Anda sebelum mengkonsumsi obat apapun.
Nafas Sittali dan Sitkari, nafas ini sangat efektif untuk menghilangkan hurtburn. lakukan secara rutin silahkan melihat cara bernafas ini di sini
Kehamilan adalah salah satu tahap terpenting dan tahapan yang mampu mengubah hidup Anda, sehingga merawat tubuh Anda selama “fase transisi” ini sangatlah penting.
Moment pra paskah, atau pun juga moment Ramadhan terkadang bertepatan dengan saat Anda sedang hamil.
Jika Anda memutuskan untuk berpuasa saat sedang hamil di moment tersebut (pra paskah atau Ramadhan), sangat penting untuk memperhatikan dengan cermat sinyal tubuh Anda dari segala keletihan atau kelelahan. Menyadari tentang tahapan kehamilan Anda merupakan faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan ketika membuat keputusan apakah berpuasa atau tidak selama kehamilan Anda.
Memang ketika kita mulai dihadapkan dengan ilmu pengetahuan dan agama dan juga kemantapan hati, seringkali kita menjadi sidikit mengalami kesulitan atau lebih tepatnya “keraguan” untuk melangkah atau mengambil keputusan. Namun sebenarnya semua bisa di selaraskan.
misalnya pada kasus puasa bagi ibu hamil.
kurasa semua agama mempunya kebijakan tersendiri berkaitan dengan hal ini. Yang mana intinya adalah ibu hamil diperbolehkan untuk tidak puasa saat hamil terutama jika ada hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan kondisi tubuh dan janinnya.
Namun kasus yang sering terjadi adalah:
“ aku kuat kok!”
“ Aku gak ada keluhan selama puasa kok!”
walaupun satu sisi mungkin memang puasa tidak berdampak keluhan serius pada beberapa ibu, namun ada juga yang sebenarnya ada dampaknya, namun karena si ibu “kekueh/bersikeras” untuk puasa sehingga “tidak menyadari” bahwa tubuhnya sebenarnya “menjerit”
itulah kenapa saat Anda memutuskan untuk puasa saat sedang hamil, benar benar dibutuhkan MINDFULNESS dan mungkin Anda harus berkonsultasi dengan provider Anda terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk puasa atau tidak.
Nah kali ini saya akan sedikit menyampaikan beberapa tips dan beberapa hal yang semoga saja bermanfaat untukmu.
Berkaitan dengan PUASA, sebenarnya tidak ada jawaban yang jelas untuk ini karena tidak ada penelitian tentang bagaimana puasa selama kehamilan dapat mempengaruhi ibu atau bayi. Namun ada Studi yang mengatakan bahwa puasa, terutama selama kehamilan, MUNGKIN memiliki efek jangka panjang bagi bayi di kemudian hari (sumber)
beberapa penelitian juga melaporkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang berpuasa selama kehamilan mungkin harus berurusan dengan implikasi kesehatan di kemudian hari (sumber )
Bagaimana Puasa Selama Kehamilan Bisa Mempengaruhi Bayi Di Dalam Rahim?
Meskipun puasa tidak akan memengaruhi bayi dalam kandungan, namun janin Anda mungkin bisa mendapatkan efek jangka panjang. Penelitian telah mengungkapkan dua hipotesis mengenai efek puasa pada janin (sumber )
Bayi berat lahir rendah: Gizi kurang yang berhubungan dengan puasa selama kehamilan dapat memengaruhi pertumbuhan janin. Juga, organ-organ yang berkembang akan rusak secara permanen. Ini bisa terjadi karena kekurangan nutrisi. Efek samping yang dapat berkembang di kemudian hari termasuk masalah ginjal dan risiko diabetes tipe 2 (yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner).
Gangguan kognitif: Pembatasan nutrisi selama puasa dapat meningkatkan kadar hormon kortisol, yang dapat menyebabkan gangguan kognitif pada anak-anak.
Haruskah ibu Hamil Berpuasa Selama Ramadhan?
Sebenarnya sebaiknya ibu hamil menghindari berpuasa tidak makan minum sejak subuh sampai mahgrib apalagi di musim kemarau. Namun tetap lagi lagi silahkan konsultasikan pada provider Anda. (sumber )
Karena pada dasarnya Hukum Islam juga mengizinkan ibu hamil untuk tidak puasa tetapi menebusnya dengan memberi makan orang miskin atau menyumbangkan makanan kepada seseorang (sumber )
Namun bagi beberapa orang, tetap pengen berpuasa lho!
Nah bagaimana supaya tetap Aman ? Tahap kehamilan Anda adalah faktor yang sangat besar untuk dipertimbangkan ketika membuat keputusan apakah akan berpuasa atau tidak selama kehamilan Anda.
Trimester 1
Selama trimester pertama, banyak ibu hamil yang merasa sulit untuk berpuasa karena gejala mual di pagi hari atau terus-menerus merasa mual. Ada juga kemungkinan peningkatan resiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah ketika anda berpuasa pada trimester 1.
Trimester ke-2
Trimester kedua adalah trimester yang dianggap paling aman dan terbaik untuk puasa karena umumnya merupakan tahap stabil selama kehamilan di mana bayi Anda tumbuh dengan mantap. Namun, Anda membutuhkan 200-300 kalori ekstra per hari pada saat ini sehingga penting untuk memastikan Anda mendapatkannya dari berbuka puasa hingga sahur.
Trimester ke-3
Trimester ketiga dan terakhir kehamilan adalah ketika Anda akan membutuhkan sekitar 400 kalori ekstra per hari di atas kebutuhan dasar yang direkomendasikan. Asalkan Anda dapat mengatur untuk memasukkan kebutuhan gizi Anda ke dalam tubuh Anda dalam periode non-puasa, puasa tidak dianggap sebagai masalah. Jika Anda mengalami gejala refluks, seperti mulas atau gangguan pencernaan, sepanjang trimester ketiga Anda, maka Anda mungkin akan menemukan bahwa puasa jauh lebih tidak terkendali dan harus mendengarkan tanda ini dari tubuh Anda.
Kembar
Jika Anda hamil kembar, penting untuk mengetahui bahwa Anda membutuhkan nutrisi tambahan (sekitar 150 kalori per hari) untuk setiap bayi. Ini adalah sesuatu yang harus Anda pertimbangkan ketika mempertimbangkan apakah Anda akan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi Anda pada jadwal puasa atau tidak.
Masalah utama yang dihadapi sebagian besar wanita ketika mereka memutuskan untuk berpuasa sepanjang kehamilan mereka adalah bahwa mereka tidak memiliki nafsu makan atau minum yang cukup untuk menyehatkan diri mereka sendiri dan bayi mereka dari matahari terbenam hingga subuh.
Nah tapi jika tetep bersikeras ingin berpuasa, ini dia tips nya:
Sebelum Anda mulai berpuasa, minumlah banyak air dan jus buah segar agar Anda tetap terhidrasi sepanjang hari.
Karena tubuh Anda akan kekurangan makanan sepanjang hari, melahap makanan berat (seperti ayam goreng) dengan perut kosong justru tidak terlalu baik untuk bayi Anda.
Makanlah dua hingga tiga jenis buah. Carilah yang kaya akan gula dan mineral alami, yang akan membantu menjaga tingkat energy. air kelapa adalah sumber nutrisi yang sangat baik.
Hindari berjalan jarak jauh dan menikmati aktivitas fisik ringan lainnya sambil berpuasa agar tidak lelah. Cobalah untuk tetap berada di dalam rumah selama periode puasa. Jadi Anda tidak kepanasan terutama pada musim panas seperti sekarang ini.
Tubuh memiliki cara yang baik untuk memberi Anda tanda-tanda ketika ada sesuatu yang salah. Jika Anda mengalami gejala aneh selama periode puasa, segera berbuka puasa.
Hindari makanan dengan gula tinggi dan minuman berkafein (seperti teh dan kopi).
Hindari segala jenis kegiatan yang menyebabkan stres, dan cobalah untuk tetap tenang. Karena sebenarnya Mereka yang berpuasa justru memiliki tingkat stres yang lebih tinggi.
Bagaimana Sebaiknya Anda Mempersiapkan Diri Untuk Puasa?
Perencanaan sangat penting untuk membuat puasa lebih mudah selama bulan puasa , karena tubuh mu sudah siap :
Batasi asupan zat adiktif dan kebiasaan Anda satu hingga dua minggu sebelum Anda mulai berpuasa. Bisa jadi teh, kopi, soda, rokok, atau alkohol. Ini akan mengurangi kemungkinan gejala adiktif yang mungkin Anda alami saat puasa, dan juga mengurangi racun dalam tubuh.
Lakukan perubahan pada diet Anda satu atau dua minggu sebelum Anda mulai berpuasa. Kurangi gula, lemak tinggi, makanan yang dipanggang, cokelat, dan permen. Kurangi konsumsi daging dan produk susu; dan justru mulailah makan lebih banyak buah dan sayuran mentah atau matang.
mUlailah biasakan diri untuk mengkonsumsi banyak cairan termasuk air, jus sayuran dan jus buah. Ini akan menjaga tubuh Anda terhidrasi selama beberapa waktu.
Tidur cukup di malam hari sehingga tubuh terbiasa dengan rutinitas dan melakukan puasa di siang hari.
Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah ada kemungkinan komplikasi seperti anemia atau diabetes gestasional. Setelah Anda mulai berpuasa, Anda harus melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau kadar gula darah.
Bicaralah dengan atasan Anda mengenai manajemen pekerjaan Anda – apakah mengambil pilihan pekerjaan dari rumah atau mengurangi jam kerja sehingga Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu di luar rumah.
Apa Tanda Peringatan Saat Berpuasa?
Anda harus mengakhiri puasa ketika Anda mulai mengalami gejala-gejala berikut:
Berat badan menurun atau justru bertambah dengan drastis.
frekuensi buang air kecil berkurang atau urin berwarna gelap yang bisa menjadi tanda dehidrasi.
Konstipasi, gangguan pencernaan, sakit kepala, lesu, demam, mual dan muntah.
Penurunan gerakan bayi atau persalinan seperti rasa sakit
Jika gejalanya tidak mengkhawatirkan, Anda dapat melanjutkan puasa, tetapi saat berbuka puasa, dan makanlah dengan sehat.
Apa Cara Terbaik Untuk Berbuka Puasa?
Buka puasa dengan berbagai makanan dan minuman sehat Termasuk karbohidrat kompleks (seperti biji-bijian dan biji-bijian), makanan serat tinggi makanan (sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan kering). Karena bahan makanan ini mengandung energi tinggi dan mencegah sembelit.
Kurangi makanan manis karena meningkatkan kadar gula darah, dan justru bisa menyebabkan pusing.
Pilih opsi yang lebih sehat seperti buncis dan kentang daripada makanan tinggi lemak dan olahan.
Telur, daging, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan juga mengandung tinggi protein yang bagus dan yang mendukung pertumbuhan bayi Anda.
Konsumsi banyak air dan cairan di antara waktu makan, dan hindari minuman berkafein.
Saya masih ragu Antara berpuasa atau tidak, lalu Apa yang harus saya lakukan?
Jika Anda tidak yakin melakukan puasa, Anda harus:
Tanyakan provider Anda dan lakukan pemeriksaan kesehatan lengkap.
Dapatkan saran dari pendeta atau ulama Anda untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat.
Coba puasa selama satu atau dua hari dan periksa sendiri apakah Anda bisa bertahan.
Jika kuat dan tak ada masalah kesehatan apapun, silahkan Ambil keputusan yang paling bijak.
Seorang ibu akan selalu bersemangat jika bayinya menendang, tidak peduli itu tendangan keberapa. Karena tendangan itu dapat membuat Anda merasa lega bahwa si kecil tumbuh dan berkembang dengan baik dan sebentar lagi akan bergabung dengan Anda di dunia. Selain itu tendangan tersebut mengingatkan Anda bahwa ada kehidupan di dalam Anda. Namun, tidak semua gerakan yang Anda rasakan berasal dari tendangan. Si kecil menghabiskan banyak waktunya untuk mengeksplorasi rahim, cegukan, berubah posisi, dan bahkan berjungkir balik. Bayi itu sibuk!
Berikut ini merupakan beberapa fakta mengenai tendangan bayi:
Kapan saya akan merasakan tendangan si kecil?
Ibu yang mengalami kehamilan pertama mungkin akan merasakan pergerakan si kecil di umur kehamilan 24 minggu (namun banyak juga yang sudah merasakan tendangan janinnya di usia 18-22 minggu). Bayi Anda sebenarnya sudah mulai bergerak jauh sebelum itu, namun sensasinya mungkin tidak familiar untuk Anda dan mungkin Anda tidak mengenalinya karena gerakan bayi biasanya tidak begitu kuat di awal persalinan. Di kehamilan kedua, beberapa ibu dapat merasakan pergerakan si kecil sejak umur kehamilan 13 minggu. Anda akan lebih dapat merasakan tendangan si kecil jika Anda berada di posisi tenang seperti duduk atau berbaring. Anda akan kesulitan untuk merasakan gerakan si kecil jika Anda aktif, plasenta si kecil berada di depan dinding rahim (anterior), atau jika punggung bayi sudah menghadap di depan rahim Anda (posterior).
Kenapa si kecil menendang?
Tendangan bayi biasanya merupakan respon dari apa yang terjadi di lingkungan mereka. Terlalu berisik, terlalu terang, atau bahkan makanan tertentu dapat menstimulasi bayi untuk menendang dan bergerak. Selain itu, bayi juga perlu meregangkan badan dan bergerak untuk relaksasi. Ketika Anda bergerak, bayi Anda akan merasa tenang seakan digoyang goyang, sehingga si bayi biasanya akan rileks dan bahkan tertidur. Selain itu, calon ibu yang mengikuti latihan relaksasi seperti meditasi atau yoga mungkin juga akan menemukan bahwa bayi mereka lebih tenang dan tidak banyak bergerak.
Berapa banyak gerakan bayi dapat dirasakan per harinya?
Biasanya si kecil dapat bergeak 15-20 kali per hari, mengingat bahwa gerakan ini termasuk semua gerakan, tidak hanya tendangan. Namun semua bayi berbeda, dan begitu pula dalam hal gerakan. Beberapa bayi mungkin akan bergerak terus menerus, namun ada juga bayi yang tidur sepanjang hari dan hanya bergerak di saat saat tertentu.
Biasanya bayi tidur dan beristirahat di dalam rahim hingga 17 jam per hari. Selain itu jika Anda merupakan orang yang aktif dan sibuk, Anda terkadang tidak memperhatikan ketika bayi Anda bergerak. Sebagian besar ibu hamil akan menyadari bahwa gerakan bayi meningkat setelah waktu makan, setelah aktif beraktifitas, dan saat sore. Hal ini disebabkan karena bayi biasanya akan merespon terhadap perubahan kadar gula darah di tubuh Anda.
Kapan saya harus menghitung tendangan bayi?
Anda dapat mulai menghitung gerakan si kecil dari umur kehamilan 28 minggu. Pilihlah waktu dimana bayi Anda biasanya paling aktif, atau ketika Anda dapat beristirahat atau fokus. Kekonsistenan itu penting, jadi usahakan untuk memilih waktu yang sama setiap hari ketika Anda menghitung gerakan si kecil. Ketika Anda sudah terbiasa mengamati gerakan si kecil, Anda akan mulai mengetahui apa pola yang normal untuk bayi Anda. Seiring dengan pertumbuhan si kecil, gerakan tersebut seharusnya tidak berkurang, namun bayi Anda akan mempunyai lebih sedikit ruang untuk bergerak sehingga sensasi gerakan mereka akan terasa berbeda.
Bagaimana cara memeriksa gerakan bayi?
Mudah untuk melewatkan gerakan bayi Anda, apalagi bila Anda sangatlah sibuk dan aktif sepanjang hari. Namun, Anda dapat menghubungi provider Anda jika Anda merasa bahwa gerakan bayi Anda berkurang secara drastis.
Umumnya, Anda disarankan untuk duduk atau berbaring dengan nyaman atau miring ke kiri dengan bantal untuk mengganjal perut Anda. Amati dan catat berapa lama waktu yang bayi Anda perlukan untuk bergerak 10 kali. Seiring berjalannya waktu, Anda akan tau apa yang normal bagi bayi Anda dan Anda akan tahu kapan puncak gerakan bayi Anda terjadi. Jika ada perubahan dari apa yang biasanya normal bagi bayi Anda atau Anda tidak merasakan gerakan apapun selama 2 jam, hubungi provider Anda.
Apakah gerakan bayi yang berkurang berarti ada sesuatu yang buruk?
Walaupun tidak selalu berarti ada sesuatu yang salah, pengurangan gerakan bayi secara signifikan dapat menjadi indikator dari terjadinya fetal distress dari kurangnya nutrisi atau oksigen. Pemeriksaan lebih lanjut harus dilakukan untuk mengetahui penyebab menurunnya gerakan bayi. Pemeriksaan ini termasuk USG untuk memeriksa aliran darah ke plasenta, kondisi bayi, dan seberapa baik bayi Anda merespon ke rangsangan.
Jika bayi Anda tidak bergerak, cobalah untuk duduk dan bersantai, meminum minuman dingan atau camilan dan angkat kaki Anda ke atas. Rasa dingin dan gula yang ada dalam makanan Anda dapat membuat si kecil merespon. Respon bayi dapat bermacam macam melalui cegukan, tendangan, debaran, atau sogokan kecil.
Apakah saya harus menghitung tendangan bayi setiap hari?
Menghitung gerakan bayi itu penting, namun kecuali jika Anda sedang mengalami kehamilan beresiko tinggi, Anda tidak perlu terlalu terobsesi untuk menghitung gerakan si kecil. Terkadang saat Anda terlalu sibuk, Anda tidak akan menyadari gerakan apapun. Saat saat itula berarti Anda diminta untuk fokus ke si kecil. Jika provider Anda menyarankan Anda untuk melakukan pengamatan pada gerakan bayi, disarankan bahwa Anda melakukannya di waktu yang sama setiap hari, setelah makan atau ketika bayi Anda biasanya banyak bergerak.
Apakah gerakan si kecil akan berkurang setelah umur kehamilan 36 minggu?
Setelah umur kehamilan 36 minggu, bayi akan mempunyai lebih sedikit ruang untuk melakukan tendangan dan lain lain. Namun, mereka tetap akan menggunakan tangan mereka untuk mengeksplorasi tangan dan tubuh mereka, bermain dengan tali pusar, dan mencoba untuk stretching di ruangan yang sempit. Gerakan yang regular dan beritme biasanya mengindikasikan bahwa bayi Anda sedang cegukan (beberapa bayi cegukan di waktu yang sama setiap hari)
Nah namun kali ini saya akan coba melengkapi kembali tentang symphysis pubis dysfunction ini supaya informasi yang Anda peroleh menjadi semakin lengkap. Dan harapannya artikel ini akan membantu mengurangi keluhan Anda.
Apa itu symphysis pubis disfunction (SPD)
Menurut Debra Rose Wilson PhD dari Walden University, adalah kumpulan gejala yang menyebabkan ketidaknyamanan pada daerah pelvis (panggul). Dimana Sambungan sendi yang dibuat dari jaringan padat /jaringan keras (ligamen) yang menyambungkan antara panggul kiri dan kanan, menjadi meregang dan tidak stabil karena produksi hormone relaxin yang meningkat selama masa kehamilan. Dan juga karena beberapa hal yang akan saya bahas lebih lanjut di artikel ini.
Kondisi ini tidak berbahaya bagi bayi Anda, tetapi bisa sangat menyakitkan bagi Anda. Pada beberapa wanita, rasa sakitnya bisa sangat parah sehingga mempengaruhi mobilitas. Tentunya jika Anda mengeluh dan merasa kesakitan, maka Anda pun tidak bisa menikmati masa kehamilan ini dengan nyaman.
Ini penjelasan SPD
Sekitar satu dari lima ibu hamil mengalami ketidaknyamanan ringan di punggung atau terutama bagian depan panggul selama kehamilan. Jika setelah keluhan ini anda kelola dan tidak membaik setelah 2 minggu, silahkan hubungin provider Anda, (dokter, bidan atau fisiotherapist) untuk mendapatkan perawatan lebih intens.
Berikut ini menunjukkan area yang dirasa nyeri
Kale di video seperti ini :
Gejala
Gejala-gejala SPD dapat bervariasi bagi setiap ibu, baik dalam hal keparahan dan presentasi. Diagnosis SPD didasarkan pada tanda dan gejala tertentu yang mungkin Anda alami selama kehamilan atau sesudahnya. Memiliki satu atau lebih dari mereka dapat menunjukkan perlunya penilaian fisioterapi diikuti dengan saran tentang manajemen yang tepat.
Gejala yang paling sering dialami adalah:
1. rasa sakit di bagian depan tulang kemaluan Anda
2. rasa sakit di punggung bawah Anda pada satu atau kedua sisi
3. sakit di antara anus dan vagina (perineum)
4. Rasa sakit itu kadang-kadang menjalar ke paha Anda, dan Anda mungkin juga mendengar atau merasakan suara gerusan atau bunyi klik di pelvis Anda.:
Rasa sakitnya sering lebih jelas ketika Anda:
1. kesulitan berjalan, apalagi ketika Anda berjalan di area tanjakan atau menaiki tangga.
2. nyeri saat berdiri dengan satu kaki, misalnya naik tangga, berdandan atau masuk dan keluar dari kamar mandi
3. nyeri dan / atau kesulitan menggerakkan kaki Anda, misalnya masuk dan keluar dari mobil. Misalnya begini; Anda mencoba masuk ke mobil Anda, atau hanya berjalan menaiki tangga, dan tulang publik Anda terasa sakit laksana seperti seseorang sedang mencoba mengayunkannya saat Anda mengangkat kaki.
Apa yang terjadi adalah panggul Anda dan kaki lainnya mengambil semua beban dan menggeser keseimbangan Anda ke samping. Nah, ketika satu sisi tulang kemaluan Anda ditarik satu arah dan sisi yang lain tidak, itu akan menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa dan bahkan bisa membuat Anda berteriak mengaduh kesakitan.
4. Gerakan pinggul yang terbatas atau menyakitkan misalnya, berputar atau membalikkan badan di tempat tidur, atau bahkan turun dari tempat tidur. Alasan yang sama seperti sebelumnya: Anda tidak berada dalam posisi di mana Anda dapat dengan mudah menyeimbangkan berat badan secara merata di kaki atau pantat Anda.
5. ada suara mengklik di area panggul – Anda mungkin mendengar atau merasakan ini. Seperti halnya buku-buku jari Anda, atau sendi apa pun, gas dan cairan dapat menumpuk menyebabkan bunyi klik saat tekanan dilepaskan dari gerakan-gerakan tertentu.
Itu seperti ketika orang-orang memecahkan buku-buku jari mereka sepanjang waktu. Kadang Lutut pun berbunyi setiap kali saya menuruni tangga atau ketika saya jongkok. Biasanya tidak ada rasa sakit yang terkait dengan gejala ini. Tapi saya kira jika bunyinya cukup keras di depan umum, itu bisa memalukan.
6. kesulitan berbaring di beberapa posisi, misalnya posisi miring.
7. sakit selama aktivitas normal kehidupan sehari-hari.
8. nyeri dan kesulitan selama hubungan seksual.
Dengan SPD, tingkat ketidaknyamanan yang Anda rasakan dapat bervariasi dari yang ringan, sedang hingga sakit yang menjengkelkan rasanya.
Apa penyebab SPD?
Anda mungkin bertanya-tanya, “Mengapa sih saya merasakan keluhan ini? Kenapa saya?!”. lalu ketika Anda bercerita tentang keluhan Anda kepada orang lain, kadang jawaban mereka adalah= “sudahlah, dinikmati saja, memang harus begitu.” Dan di dalam hati Andapun sempat menggerutu. Karena memang rasanya kurang nyaman.
Coba kita ketahui apa saja penyebab SPD
Terkadang tidak ada penjelasan yang jelas untuk penyebab SPD. Biasanya itu adalah kombinasi dari beberapa faktor, termasuk:
1. perubahan aktivitas otot-otot di perut, panggul, pinggul dan otot dasar panggul, yang dapat menyebabkan sendi panggul menjadi kurang stabil.
2. Jatuh, kecelakaan, atau kelemahan sebelumnya yang telah merusak panggul atau pinggul Anda.
3. Hormon relaxin yang dilepaskan selama kehamilan dapat menyebabkan peningkatan kelonggaran ligamen dan otot di seluruh tubuh, membuat sendi tidak stabil.
4. kadang-kadang, posisi bayi dapat menghasilkan gejala yang berkaitan dengan SPD.
Nah apa saja sih yang meningkatkan resiko SPD ini?
1. berat badan berlebihan selama kehamilan
2. memiliki bayi besar atau bayi kembar
3. postur sehari hari yang buruk
4. aktivitas berat/ Anda memiliki pekerjaan fisik atau beban kerja yang berat
5. riwayat trauma pada panggul
6. Anda telah mengalami SPD pada kehamilan sebelumnya
Pengelolaan
Saat Anda crita tentang keluhan Anda kepada Dokter atau Bidan Anda, mungkin beliau akan mengatakan :, “Istirahatlah.” Yah, memang benar saat Anda mengalami SPD ada baiknya Anda perbanyak istirahat, namun apakah hanya cukup dengan istirahat, maka SD akan hilang? Tentu saja tidak!
Akan jauh lebih baik apabila Anda mendapatkan beberapa alternative solusi untuk membantu paling tidak meringankan gajala yang Anda rasakan dan tidak justru memperparah keluhan.
Ketika keluhan SPD anda rasakan begitu parah, maka:
1. dokter umum atau bidan Anda dapat merujuk Anda ke Fisioterapi untuk melakukan penilaian dan pemeriksaan pada sendi panggul Anda, diikuti oleh pengobatan (jika diperlukan) dan saran tentang cara mengelola kondisi Anda
2. dokter Anda bida memberikan pengobatan untuk menghilangkan rasa sakit.
Namun cobalah melakukan beberapa hal ini Selama masa kehamilan:
1. Anda harus lebih “Aware” dengan tubuh Anda, silahkan Hindari kegiatan yang membuat rasa sakit menjadi lebih buruk
2. Meminta dan menerima bantuan untuk pekerjaan rumah tangga dan libatkan pasangan Anda, keluarga dan teman
3. Beristirahat ketika Anda bisa – Anda mungkin perlu beristirahat dan duduk lebih sering
4. Silahkan sambul duduk saat Anda memakai maupun menanggalkan pakain.
5. Hindari berdiri dengan satu kaki
6. Memakai sepatu yang datar dan tanpa hak/heels
7. Hindari berdiri terlalu lama saat melakukan tugas-tugas seperti menyetrika
8. Usahakan agar lutut tetap bersatu saat bergerak masuk dan keluar dari mobil
9. Tidur dalam posisi yang nyaman, misalnya berbaring miring dengan bantal mengganjal di antara kaki Anda
10. Pertimbangkan posisi alternatif jika Anda menginginkan untuk hubungan seksual, misalnya berbaring miring dengan lutut saling berdekatan atau berlutut / merangkak.
Fisioterapi
Seorang fisioterapis akan menilai keselarasan dan stabilitas panggul Anda, dan dapat menawarkan berbagai pilihan perawatan dan saran khusus.
Pengobatan dari Fisioterapi bertujuan untuk memperbaiki posisi dan stabilitas sendi tulang belakang dan panggul Anda, mengurangi rasa sakit dan memperbaiki fungsi otot. Perawatan mungkin termasuk:
– terapi manual untuk memastikan sendi tulang belakang, pinggul dan pinggul Anda bergerak benar
– latihan untuk meregangkan jaringan yang lebih ketat dan untuk membantu memperkuat dan meningkatkan stabilitas perut Anda, punggung, panggul dan pinggul
– memberikan pengobatan dengan menggunakan jenis pereda nyeri lainnya, misalnya TENS, kompres es / panas
– mengajarin Anda dengan latihan dalam air
Beberapa latihan ini bisa Anda lakukan di rumah juga untuk membantu meringankan keluhan Anda.
Selama masa kehamilan, coba hindari gerakan yang demikian:
BADDHAKONASANA
Kenapa saat SPD anda “kumat”, sebaiknya Anda menghiqdari pose ini?
ya karena pose baddhakonasana ini adalah pose yang benar benar membuka panggul dan monarki otot paha dalam.
UPAVISTHA KONASANA
pada ibu hamil tua apalagi yang hendak Melahirkan dan dalam persalinan, pose ini bisa membantu membuka panggul dan melancarkan proses Pembukaan services, namun pada kasus SPD, sebaiknya dihindari dulu apalagi ketika Anda belum dalam proses persalinan, karena inibisa memperburuk kondisi Anda
ADHOMUKHA VIRASANA
Pose ini sebenarnya pose istirahat yang sangat nyaman, namun untuk penderita SPD, pose ini menjadi sangat sulit dan tidak nyaman untuk dilakukan karena pose ini justru membuka pintu atas panggul dan area symphisis pubis.
PIGEON POSE
Pose ini membuat otot PSOAS anda menjadi lebih rileks namun bersamaan dengan PSOAS yang rileks ternyata pose ini juga bisa semaninha meregangkan Symphysis Anda yang Sudan regang, jadi sementara hindari dulu ya.
Selain beberapa pose duduk di atas, cobalah untuk memperbaiki cara berdiri Anda Sehari Hari.
Ini adalah cara berdiri yang salah, coba perhatikan gambar di atas, terlihat sekali tengan jelas bahwa ketika posisi tubuh Anda demikian maka pusat tumpuan ada di area symphysis pubis Anda. nah ini justru yang semakin memperparah keluhan Anda,
Jadi gimana pose berdiriyangnbenar?
Silahkan perhatikan gambar di bawah ini
Udah jelas kan?
Nah semarang latihan apa saja yang bisa dilakukan?
Aku tulis alatnya dulu ya?
Balance ball / magic ball (ini adalah item yang sebaiknya Anda milk, karena sangat bermanfaat bahkan hingga periode post partum. dan Anda bisa memesannya di Bidan Kita mll WA 085100111884)
Balok Yoga
Strap Yoga
Bantal
Kursi
Gerakan gerakan yang dilakukan sangatlah mudah. dan kapan saja bisa Anda lakukan, dan bahkan dalam umur kehamilan berapapun. karena memang gerakan gerakan ini sanat di Bagus dan bermanfaat untuk atası SPD dan bahkan bantu menguatkan otot dasar panggul.
Artinya, apabila Anda tidak sedang mengalami SPD pun, Anda tetap bisa melakukannya
Penjelasan dari gerakan gerakan tersebut dapat Anda lihat disini:
Selain gerakan dan tips yang Sudan saya upload di Youtube channel Bidan Kita di atas, Akan sangat membantu apabila Anda melakukan hal hal yang bisa bantu kurangi rasa sakit dan keluhan Anda berkaitan dengan SPD ini:
Apa
Mengapa
Berbaring Miring
Ini membuat tekanan berpindahn ke perut Anda, bukan panggul Anda -. Gunakan bantal bersalin atau bantal khusus untuk ibu hamil untuk mendapatkan dukungan yang lebih baik.
Pegang lutut Anda ketika bergerak menuju cara/pose tertentu
Jadi ketika Anda masuk ke mobil, duduk dulu lalu putar kedua kaki bersama-sama ke dalam mobil – jangan memasukkan dengan satu kaki terlebih dahulu. Menjaga kaki Anda lebih kencang saat otot bergerak akan mengurangi tekanan dan tekanan pada tulang kemaluan.
Saat duduk, selalu ganjal punggung Anda dengan bantal
Ini untuk menjaga tubuh Anda tetap stabil dan menjaga supaya Anda tetap duduk tegak dan duduk di atas tulang duduk. Hangan duduk di atas tulang ekor.
Dengan menaruh bantal di belakang punggung, ini akan membuatmu tetap nyaman saat Anda butuh untuk istirahat dan bersandar kebelakang.
Lupakan High heels
Anda harus menyembunyikan ini di lemari ketika Anda hamil. Jangan pernah berpikir untuk memakainya, meskipun mereka masih merasa nyaman untuk Anda.
Tubuh Anda TIDAK dirancang untuk berjalan di high heels.
Jangan menumpangkan kaki Anda ke kaki satunya
Karena ini pasti akan semakin tidak menyeimbangkan panggul Anda
Dindari bersepeda dulu ya
Supaya pererakan di symphysis pubis tidak terlalu banyak
Kompres es
Kompres es selama 15 menit di area symphysis yang sakit akan membuat tulang kemaluan Anda lebih nyaman
Gunakan bengkung atau maternity belt
Ini akan sangat membantu untuk sejenak “mengambil” beban yang tertumpu pada Symphisis Anda
Kuatkan Otot dasar panggulmu
Latihan kegel dan pose yoga yang ditujukan untuk menguatkan otot dasar panggul akan sangat bermanfaat untuk Anda
Apa yang dilakukan saat proses persalinan bagi penderita SPD?
ibu dengan SPD dapat melahirkan normal pervagina. Beerapa ibu khawatir bahwa rasa sakit akan lebih buruk jika mereka harus melalui persalinan, tetapi ini tidak terjadi ketika Anda melakukan perawatan yang baik untuk melindungi sendi panggul dari ketegangan dan trauma lebih lanjut.
Selama proses persalinan
1. Gunakan gravitasi untuk membantu bayi bergerak ke bawah dengan tetap tegak: berlutut, merangkak, berdiri. Posisi ini dapat membantu kemajuan persalinan dan menghindari ketegangan lebih lanjut pada panggul Anda.
2. Cobalah untuk menghindari berbaring telentang atau duduk di tempat tidur karena posisi ini mengurangi pembukaan panggul dan dapat memperlambat persalinan.
3. Posisi jongkok dan tempat persalinan mungkin posisi yang tidak nyaman untuk persalinan.
Perawatan SPD harus tuntas lho! Tidak selesai hanya sampai proses persalinan, namun justru hingga proses menyusui selesai, karena INGAT, hormone relaksin masih di produksi dengan jumlah yang banyak saat Anda menyusui. Dan baru akan stabis sekitar 9 bulan setelah menyusui berakhir. Jadi harus di rawat dengan sebaik mungkin.
Setelah Anda melahirkan, Anda harus bergerak sebanyak mungkin dalam batas rasa sakit Anda. Sadarilah, obat untuk menghilangkan rasa sakit dapat menutupi ketidaknyamanan SPD Anda, jadi berhati-hatilah dan terus menghindari kegiatan yang memberatkan, seperti yang Anda lakukan sebelum melahirkan.
Kebanyakan gejala SPD wanita menghilang dalam seminggu setelah kelahiran. Jika Anda masih memiliki gejala 10-14 hari setelah kelahiran, Anda harus dirujuk ke fisioterapis untuk penilaian dan menerima perawatan dari bidan atau dokter umum Anda.
Saat Merawat bayi Anda
1. saat menyusui, pastikan Anda berada dalam posisi yang nyaman dengan punggung bawah Anda didukung dengan baik dan sirkulasi yang baik di kaki Anda (jangan menyilangkannya atau duduk di atasnya). Jika memungkinkan, duduklah di kursi yang kokoh tetapi nyaman untuk memberi ASI bayi Anda dengan bantal atau handuk kecil yang mendukung punggung bawah Anda dan pastikan kaki Anda rata di lantai.
2. mengganti popok pada permukaan setinggi pinggang
3. jangan sering mengangkat bayi Anda
4. bawalah / gendonglah bayi Anda di depan Anda, bukan di satu pinggul
5. turunkan sisi ranjang saat mengangkat atau menurunkan bayi Anda
6. jaga bayi dekat dengan Anda ketika memindahkan dia masuk dan keluar dari kursi mobil
7. jika Anda harus menggendong bayi di kursi mobil, pegang dia di depan Anda, jangan di pinggulmu
8. jangan angkat bayi Anda masuk dan keluar dari troli belanja tinggi.
9. Rajin gunakan bengkung untuk menjaga kestabilan panggulmu
Olahraga dan olahraga setelah kelahiran
• lanjutkan latihan otot dasar panggul Anda tiga kali sehari
Ingat: SPD itu umum dan bisa diobati. Semakin cepat diidentifikasi dan dinilai, semakin baik dapat dikelola.