Tampilkan postingan dengan label Breastfeeding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Breastfeeding. Tampilkan semua postingan

Puasa saat Menyusui? hhhmmm ….Memungkinkankah?

Besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan mungkin Anda akan mulai bertanya-tanya “jika saya sedang menyusui, apakan memungkinkan untuk tetap berpuasa ?”, “apakah berpuasa saat menyusui dapat membahayan saya dan bayi saya ?”, dan masih banyak lagi. Disini, kita akan membahas tentang puasa saat menyusui dan beberapa tips untuk mempersiapkannya jika Anda tetap memutuskan untuk berpuasa.


Besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan mungkin Anda akan mulai bertanya Puasa saat Menyusui?  hhhmmm ….Memungkinkankah?


Haruskah saya berpuasa saat menyusui ?


Jika Anda sedang menyusui, Anda tidak diwajubkan untuk berpuasa saat bulan Ramadan. Sebagian besar umat Muslim percaya bahwa ibu menyusui diijinkan untuk tidak ikut berpuasa. Jika Anda tidak ikut berpuasa karena harus menyusui, Anda dapat menggantinya dengan berpuasa di lain waktu, atau fidyah.


Keputusan Anda mungkin dapat dipengaruhi oleh umur bayi Anda. Bayi yang berumur kurang dari 6 bulan dan menerima ASI ekslusif mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan anak 1 tahun yang mengkonsumsi makanan lain dan hanya disusui di malam hari.


Jika Anda ragu, Anda dapat mendiskusikan pilihan Anda dengan teman atau anggota keluarga yang mempunyai pengalaman berpuasa saat menyusui. Anda juga dapat menanyakan ke dokter atau ahli agama.


Apakah berpuasa saat menyusui dapat membahayakan bayi saya ?


Jika Anda membutuskan untuk tetap berpuasa, keputusan Anda tidak akan melukai bayi Anda karena tubuh Anda tetap akan memproduksi ASI seperti biasa. Tidak mengkonsumsi apapun dari sahur sampai buka mungkin akan mengurangi pemasukan kalori di dalam tubuh Anda, namun hal ini tidak akan mempengaruhi jumlah ASI yang Anda produksi.


Ketika tubuh Anda telah membakar energi dari makanan yang Anda konsumsi, tubuh Anda akan beradaptasi dan menggunakan energi dari sumber yang lain. Pertama tama, tubuh Anda akan membakar kalori dari gula darah Anda, dan setelah itu tubuh Anda akan mengubah lemak yang ada di tubuh Anda menjadi gula darah. Proses ini akan menjaga Anda sampai makanan Anda yang selanjutnya.


Belum ada cukup penelitian yang menunjukkan seberapa besar berpuasa dapat mempengaruhi menyusui. Namun, ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa berpuasa dapat menyebabkan penyapihan prematur, tapi masalah ini hanya akan muncul setelah puasa yang berkepanjangan (seperti saat Ramadan). Berpuasa dalam jangka waktu yang pendek seharusnya tidak akan mempengaruhi ASI.


Namun, bagaimanapun juga, berpuasa dalam jangka waktu panjang dapat mengubah kandungan ASI Anda. Kadar beberapa vitamin dan mikronutrien mungkin akan berubah. Beberapa penelitian mengatakan bahwa kadar zinc, magnesium, dan potassium akan berkurang jika sang ibu berpuasa saat menyusui. Namun bagaimanapun juga, hal ini sangat bergantung dengan kandungan nutrisi dan energi yang disimpan oleh tubuh Anda. Saat Anda berpuasa dalam jangka waktu yang lama, tubuh Anda akan menghabiskan cadangan energi dan nutrisi yang disimpan tubuh Anda terlebih dahulu sebelum mempengaruhi ASI Anda, sehingga bayi Anda dapat terus berkembang dan mendapat nutrisi yang seimbang bahkan jika tingkat gizi mikronutrien menurun selama jam-jam puasa.


Besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan mungkin Anda akan mulai bertanya Puasa saat Menyusui?  hhhmmm ….Memungkinkankah?


Apakah berpuasa saat menyusui dapat membahayakan kesehatan saya ?


Tubuh Anda kemungkinan besar dapat menerimanya dengan baik. Bagaimanapun juga, jika Anda berpuasa untuk watu yang lama, maka akan ada resiko untuk mempunyai gula darah rendah. Jika Anda mulai merasakan efek puasa di tubuh Anda, maka berhentilah berpuasa untuk sejenak.


Jika Anda sudah menyusui selama beberapa waktu, Anda akan tahu bahwa menyusui akan membuat Anda merasa haus. Dehidrasi dapat membuat Anda merasa sakit. Anda dapat mengetahui bahwa Anda mulai dehidrasi jika Anda :



  • Merasa haus

  • Kencing berwarna kuning dan berbau menyengat

  • Merasa pusing

  • Merasa Lelah

  • Kulit kering

  • Produksi ASI berkurang


Jika Anda mulai merasakan tanda tanda ini, “batalkanlah” puasa Anda dengan air. Tambahkan gula dan garam kedalam air tersebut. Anda juga dapat meminum cairan isotonic atau air kelapa. Setelah itu, istirahatlah. Jika setelah setengah jam Anda masih merasa tidak enak badan, pergilah fasilitas kesehatan terdekat.


Selain itu, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk berhenti berpuasa jika puasa Anda menyebabkan penurunan berat badan. Hal ini disebabkan karena ASI Anda akan mengambil lemak dari tubuh Anda untuk mengkompensasi kekurangan lemak dalam konsumsi makanan Anda sehari hari. Jika hal ini terjadi secara terus menerus, Anda akan mengalami penurunan berat badan yang tidak sehat. Penurunan berat badan juga dapat menjadi gejala dehidrasi.


Besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan mungkin Anda akan mulai bertanya Puasa saat Menyusui?  hhhmmm ….Memungkinkankah?


Tips berpuasa selama menyusui


Berikut ini adalah beberapa tips bagi para ibu yang memilih untuk tetap berpuasa selama menyusui:



  1. Persiapkan terlebih dahulu


Persiapan terlebih dahulu sebelum berpuasa dapat membantu Anda tetap sehat. Belanjalah terlebih dahulu dan selesaikan semua aktivitas/tugas yang memerlukan banyak tenaga sebelum Anda mulai berpuasa. Catatlah konsumsi makanan dan minuman Anda untuk memastikan bahwa Anda mengkonsumsi cukup cairan dan kalori. Anda juga dapat menginstall aplikasi food diary di ponsel Anda untuk memudahkan Anda.


Beristirahatlah di siang hari. Amati dan dengarkan tubuhmu, konsultasikan ke dokter Anda jika Anda merasa tidak enak badan. Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen untuk ibu menyusui. Setelah buka puasa, cobalah untuk meminum satu gelas setiap setengah jam sampai sebelum Anda tidur. Anda juga dapat mengkonsumsi buah yang kaya cairan seperti jeruk dan semangka untuk memenuhi kebutuhan cairan Anda setiap hari. Konsumsilah makanan yang tinggi serat dan bukan makanan olahan. Mengkonsumsi kurma juga dapat membantu Anda untuk tetap bertenaga karena kandungan seratnya yang tinggi dan kandungan gulanya yang kompleks.



  1. Menu makanan yang seimbang


Pastikan bahwa Anda mendapatkan menu makanan yang seimbang untuk sahur dan buka puasa. Jika Anda tidak menyertakan salah satu menu makanan yang spesifik dalam menu Anda, seperti daging, cobalah untuk menggantikannya dengan suplemen. Seorang wanita pada umumnya membutuhkan sekitar 2000 kalori sehari. Jika Anda sedang menyusui, maka Anda membutuhkan tambahan 300 sampai 500 kalori. Namun, tambahan kalori ini juga sangat bergantung dengan tingkat aktivitas, status nutrisi, lemak tubuh, dan tipe makanan yang Anda makan (contohnya, makanan olahan tidaklah kaya kalori dan tidak membantu untuk menyimpan energi). Selain itu, hal ini juga tergantung dengan berapa banyak ASI yang dikonsumsi bayi Anda, berapa banyak bayi yang Anda susui, dan juga apakah Anda sedang hamil atau tidak, dan umur bayi Anda. Tentu saja jika Anda menyusui bayi kembar, maka Anda memerlukan tambahan kalori dua kali lipat, yangmana sekitar 600 sampai 1000 kalori tambahan.


Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu untuk makan dengan menu gizi seimbang yang mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang, komposisi menu terdiri atas 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak. Pada prinsipnya berpuasa hanya menggeser jam makan sehingga ibu tetap makan minimal 3 kali sehari saat sahur, saat berbuka puasa, dan sebelum tidur malam. Karena rentang waktu makan Anda menjadi lebih pendek, Anda dapat membagi waktu makan dan minum Anda secara merata, misalnya dengan minum setiap setengah jam atau makan dalam porsi kecil namun sering. Anda dapat mencatat konsumsi makanan Anda untuk mengkontrol asupan Anda selama berpuasa.



  1. Konsumsi banyak cairan


Menyusui dapat membuat Anda merasa haus. Jadi, pastikan bahwa Anda mengkonsumsi cukup cairan untuk menghindari dehidrasi. Karena tentu saja Anda tidak dapat minum saat puasa, maka minumlah sebelum dan setelah periode puasa Anda.


Umumnya, kita butuh meminum kira kira 1 liter air untuk setiap 20kg berat badan kita. Ibu menyusui memerluan sekitar 3 liter air setiap hari. Anda dapat membangi konsumsi cairan tersebut saat sahur dan setelah buka puasa. Namun, hindari konsumsi terlalu banyak air dalam waktu yang pendek (contohnya 1 jam, saat sahur) karena ketika Anda mengkonsumsi terlalu banyak air dalam waktu yang pendek, tubuh Anda juga akan mengeluarkan air tersebut dengan cepat (lewat air kencing contohnya), jadi lebih baik untuk minum sedikit sedikit tapi sering dan berkala. Anda juga dapat mengkonsumsi makanan berkuah, jus buah, susu, dan buah buahan kaya air seperti semangka, melon, jeruk, dan lainnya. Kondisi dehidrasi berat dapat menurunkan produksi ASI, meskipun begitu, hasil penelitian Neville et. al. (1993) dan Tigas et. al. (2002) menunjukkan bahwa puasa dalam jangka waktu pendek tidak mempengaruhi produksi ASI para ibu menyusui.



  1. Hindari aktivitas yang terlalu berat


Jika Anda bisa, cobalah untuk menunda tugas/aktivitas yang memerlukan banyak energi atau mengerjakan semuanya sebelum Anda mulai berpuasa.



  1. Beristirahatlah


Menyusui dapat menjadi melelahkan. Ditambah lagi jika Anda sedang puasa. Jadi usahakanlah untuk beristirahat sebanyak yang Anda bisa untuk menjaga Anda tetap bertenaga. Jika Anda adalah ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja di rumah dan Anda merasa ingin bersih bersih rumah dan melakukan semua pekerjaan rumah, cobalah untuk beristirahat disela-sela.



  1. Tetaplah menyusui dan amati bayi Anda


Menyusui dan memerahlah seperti biasa, karena produksi ASI sangat bergantung pada seberapa sering payudara dikosongkan. Jika Anda memeras ASI Anda dan ASI yang keluar tidak sebanyak yang biasanya, cobalah untuk tidak panik. Hal ini sangatlah normal. Semakin Anda stress, semakin sedikit ASI yang akan Anda dapatkan. Mungkin ASI Anda tidak mengalir semudah biasanya saat Ramadan, namun jangan khawatir, bayi Anda akan menyesuaikan.


Kuncinya adalah untuk tetap rileks, menyusui seperti biasa, dan mengamati bayi Anda. Jika Anda merasa bahwa bayi Anda tidak buang air kecil sebanyak yang biasanya, poopnya hijau, berat badannya menurun, terlihat lemas, tidak meneteskan air mata saat dia menangis, tangan dan kakinya terasa dingin, ada bagian kepala yang terasa lunak dan rewel sepanjang waktu bahkan setelah disusui, konsultasikanlah segera ke dokter Anda.



  1. Jangan lewatkan sahur


Poin ini sangatlah penting terutama untuk ibu menyusui. Anda membutuhkan banyak energi, jadi manfaatkanlah waktu ini sebaik baiknya dan konsumsilah menu yang seimbang. 



  1. Kurangi konsumsi garam


Mengkonsumsi terlalu banyak garam, terutama saat Ramadan dapat membuat Anda merasa haus, jadi ingatlah untuk tidak memberi terlalu banyak garam di makanan Anda. Namun ingatlah bahwa garam terkadang juga tersembunyi di minuman manis, camilan, dan makanan olahan, jadi cobalah untuk menghindari makanan kecil, kecap, dan minuman manis di waktu waktu ini. 



  1. Hindari konsumsi kafein


Minuman berkafein dapat membuat Anda haus dan dehidrasi, jadi cobalah untuk tidak mengkonsumsi kafein ketika Anda sedang berpuasa dan menyusui. 



  1. Jangan paksakan diri Anda


Yang terpenting adalah jangan paksakan diri Anda.Dengarkan tubuh Anda dan ketahuilah batasan Anda. Ingatlah bahwa saat Anda memutuskan untuk berpuasa selama menyusui, tubuh Anda dan bayi Anda menjadi prioritas yang utama. Anda tidak perlu merasa bersalah jika Anda harus “batal” ditengah tengah karena Anda merasa lemas, pusing, atau mulai dehidrasi. Ingatlah bahwa kesehatan Anda dan bayi Anda adalah yang utama dan Anda dapat selalu mengganti puasa tersebut di hari lain (fidyah)


Besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan mungkin Anda akan mulai bertanya Puasa saat Menyusui?  hhhmmm ….Memungkinkankah?


Selamat Ramadhan


 


Sumber:


https://aimi-asi.org/layanan/lihat/tips-menyusui-dan-berpuasa


https://www.babycentre.co.uk/a1028957/breastfeeding-and-fasting


http://breastfeeding.org.sg/ramadan-for-the-breastfeeding-mother/


https://www.momjunction.com/articles/tips-to-make-fasting-easier-while-breastfeeding_00119775/#gref


https://pleaseibu.com/breastfeeding/tips-for-fasting-and-breastfeeding-during-ramadan/


 


Tips Meningkatkan Produksi ASI

Setelah si kecil lahir, Anda akan memasuki masa-masa menyusui. Dengan ASI yang merupakan makanan, minuman dan sumber gizi utama si kecil, terkadang kita merasa khawatir dan bertanya tanya “apakah saya memproduksi cukup ASI?” atau “apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan produksi ASI saya?”. Ditambah lagi jika Anda merasa bahwa ASI Anda tidak kunjung keluar dan si kecil terus menangis sehingga keluarga mulai mempertimbangkan menggunakan susu formula yang tentunya akan mempunyai efek samping bagi si kecil, terutama jika diberikan di umur yang sangat dini.


 terkadang kita merasa khawatir dan bertanya tanya  Tips Meningkatkan Produksi ASI


Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI Anda.



  1. Konsumsi cukup cairan


Ingatlah untuk mengkonsumsi cukup cairan terutama di masa-masa ini. Kebutuhan setiap orang akan cairan setiap harinya mungkin berbeda-beda. Namun, usahakan untuk meminum setidaknya delapan gelas setiap harinya atau sekitar 2 liter air untuk menjaga Anda tetap terhidrasi.



  1. Makan makanan yang bergizi seimbang


Pada umumnya, ibu menyusui akan memerlukan tambahan 500 kalori setiap harinya. Namun, ingatlah untuk tidak makan secara berlebihan. Sesuaikan porsi makanan Anda sesuai kebutuhan Anda. Pilihlah makanan-makanan bergizi yang dapat memberi Anda energi. Konsumsilah makanan yang kaya protein dan  dapat meningkatkan produksi ASI Anda seperti oatmeal, bawang putih, papaya hijau, kacang-kacangan, wortel, bayam, salmon, dan lainnya.



  1. Disiplin dan rajin


Yang dimaksud dengan disiplin dan rajin disini adalah disiplin dan rajin untuk menyusui dan memerah ASI, karena sebenarnya cara paling ampuh untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan lebih sering menyusui dan memerah ASI. Hindari membiarkan payudara penuh atau bengkak, usahakan untuk selalu “mengosongkan” payudara Anda setiap kali Anda memerah atau menyusui. Usahakan untuk meningkatkan frekuensi menyusui, terutama pada malam hari ketika hormon prolaktin sedang aktif bekerja, dan tingkatkan juga frekuensi memerah (usahakan setiap 2 jam sekali secara rutin). Hindari menunggu sampai payudara terasa penuh untuk menyusui atau memerah. Anda dapat menggunakan metode “switch nursing” atau menyusui bolak balik secara bergantian payudara kanan dan kiri. Namun, usahakan agar bayi mengosongkan terlebih dahulu payudara satu sebelum pindah ke payudara lainnya.



  1. Menjaga kondisi mental


Ingatlah bahwa proses menyusui dipengaruhi oleh hormon oksitosin dan prolactin yang produksinya sangat dipengaruhi oleh emosi Anda. Maka dari itu, sangatlah penting bagi Anda untuk menjaga kondisi emosional Anda utuk tetap rileks dan nyaman. Lakukan beberapa hal yang dapat meningkatkan produksi kedua hormon tersebut. Selain itu, Anda juga dapat melakukan relaksasi dan affirmasi positif untuk meningkatkan produksi ASI.



  1. Sering melakukan kontak fisik dengan si kecil


Usahakan untuk sering melakukan kontak fisik dengan si kecil dan mengurusi si kecil sendiri. Anda dapat membuka baju si kecil ketika sedang menyusui dan menutupinya dengan selimut jika taku kedinginan.



  1. Cari bantuan


Pada masa-masa ini, Anda tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan. Carilah bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau mengerjakan berbagai hal yang menyita waktu Anda dan membuat Anda stress. Usahakan untuk selalu mempunyai waktu untuk menyusui si kecil dalam keadaan rileks dan tidak tergesa-gesa.



  1. Melakukan pijat laktasi


Anda juga dapat mencaari terapis pijat laktasi untuk mengurangi atau menghilangkan bengkak dan sumbatan pada payudara dan meningkatkan produksi ASI Anda.



  1. Gunakan Essential Oils


Anda dapat menggunakan essential oil yang dapat meningkatkan produksi ASI Anda seperti fennel, lavender, atau basil. Untuk penggunaannya, Anda dapat mendilute oil tersebut dengan carrier oil seperti V-6, lalu dioleskan di sekitar payudara Anda dan pijat secara perlahan. Ingatlah untuk tidak menggunakannya di puting Anda karena rasa yang pedas, justru akan membuat si kecil enggan untuk menyusu. Namun, untuk fennel, ingatlah untuk memakainya selama 7-10 hari saja karena dapat mempengaruhi saluran kemih. Ingatlah untuk menghindari essential oil yang dapat menurunkan produksi ASI seperti peppermint dan oregano.


 terkadang kita merasa khawatir dan bertanya tanya  Tips Meningkatkan Produksi ASI


Lalu apa yang harus dihindari saat menyusui ?



  • Hindari pemakaian dot atau kempeng, ingatlah bahwa kontak fisik dengan si kecil sangatlah penting

  • Kurangi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol

  • Hindari makanan yang mempunyai efek laxative, asam, atau pedas seperti cherry, nanas, kiwi, strawberry, lemon, jeruk, bubuk cabe, dan kayu manis


Ingatlah untuk konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu sebelum Anda menghindari suatu makanan apapun dari diet Anda. Jika menghindari suatu makanan tertentu dapat menyebabkan etidakseimbangan nutrisi (seperti menghindari konsumsi produk susu), Anda dapat menemui dokter gizi dan meminta saran makanan pengganti sehingga Anda tetap mendapatkan gizi yang seimbang,


 


Sumber :


https://www.babycenter.com/404_are-there-any-foods-to-avoid-while-breastfeeding_8906.bc


https://www.medelabreastfeedingus.com/article/220/6-tips-for-increasing-your-breast-milk-supply


https://www.momjunction.com/articles/best-foods-to-increse-breast-milk_0076100/#gref


https://www.mother.ly/life/natural-ways-to-boost-milk-supply


https://www.themiracleofessentialoils.com/essential-oils-to-increase-milk-supply/


 


Manfaat Asi Bagi Ibu, Bayi Dan Keluarga

ASI dan proses menyusui mempunyai manfaat yang sangat besar Manfaat Asi Bagi Ibu, Bayi Dan Keluarga


ASI dan proses menyusui mempunyai manfaat yang sangat besar, baik bagi bayi, ibu maupun keluarga, antara lain meliputi:


Manfaat ASI untuk bayi:


 ASI mencukupi semua kebutuhan gizi bayi berusia 6 bulan pertama dari kehidupannya untuk tumbuh dan berkembang.


 ASI mudah diserap oleh pencernaan bayi sehingga semua nutrisi terserap sempurna.


 ASI melindungi bayi dari infeksi dan kesakitan.


 ASI melindungi bayi dari risiko infeksi radang saliran napas (pneumonia). Risiko penyakit saluran pernapasan tiga kali lebih jarang dibandingkan dengan bayi yang diberikan Pengganti ASI (PASI).


 Bayi terlindung dari kejadian infeksi saluran pencernaan, seperti diare atau mencret. Pemberian ASI dapat mengurangi angka kematian akibat kejadian diare yang fatal.


 ASI melindungi bayi dari infeksi akut lainnya seperti otitis media (radang telinga tengah), haemophilus influenza meningitis (Radang selaput otak), dan Infeksi saluran kemih (ISK).


 Efek jangka panjang ASI mampu mengurangi risiko penyakit jangka panjang dengan sebab imunologi atau elergi, seperti asma dan kondisi atopi lainnya.


 ASI mengurangi risiko diabetes atau kencing manis tipe I


 ASI mengurangi risiko terkena penyakit celiac (celiac disease), kolitis ulseratif, dan penyakit chron (chron disease)


 ASI melindungi bayi dari risiko menderita kanker (leukemia limphostik, neuroblastoma, lymphoma maligna).


 ASI mengurangi resiko obesitas atau kegemukan di masa mendatang.


 Bayi ASI akan terhindar dari kekurangan gizi (malnutrisi).


 Mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah (terhindar dari peningkatan tekanan darah/hipertensi).


 Mengurangi terjadinya peningkatan kadar kolesterol darah dan aterosklerosis di masa dewasa.


 Bayi ASI memiliki tingkat kepandaian (intelegensi) dan kemampuan kognitif yang secara umum lebih tinggi dibanding bayi yang tidak mendapatkan ASI. Hal ini merupakan aset berharga bagi masa anak dan dewasanya.


 Skin to skin contact antara bayi dan ibu menciptakan kedekatan serta perkembangan psikomotorik dan sosial yang lebih baik. Bayi ASI akan terhindar dari agresifitas yang berlebihan.


Manfaat ASI untuk Ibu

 Memberikan manfaat menjaga jarak kelahiran. Menyusui adalah metoda KB yang paling aman dan paling efektif jika ibu menyusui eksklusif selama 6 bulan dan ibu belum mendapatkan “menstruasi” yang pertama kali setelah nifas.


Karena kadar hormon menyusui (prolaktin) yang tinggi dalam tubuh ibu akan menekan terjadinya ovulasi.


Jadi, jangan heran jika ibu yang menyusui tidak mengalami menstruasi selama 6 bulan sampai 1 tahun lebih.


 Membantu mempercepat rahim ibu untuk kembali ke bentuk semula seperti sebelum hamil. Karena isapan bayi merangsang kerja hormon oksitosin untuk merangsang kontraksi rahim.


 Mengurangi risiko terjadinya perdarahan setelah persalinan dan risiko kurang darah.


 Mengurangi risiko kegemukan. Menyusui membantu ibu untuk dapat kembali ke bobot semula seperti sebelum hamil dengan cepat.


 Mengurangi stress dan kegelisahan. Saat bayi mengisap dan sentuhan skin to skin antara ibu dan bayi membuat badan ibu melepaskan hormon yang menenangkan ibu.


 Mengurangi tindakan menelantarkan dan kekerasan pada anak. Proses menyusui membangun ikatan emosional (bonding) dan kasih sayang antara ibu dan bayi.


 Mengurangi risiko terkena kanker payudara.


 Mengurangi risiko terkena kanker indung telur (ovarium) dan kanker rahim.


 Mengurangi risiko terkena penyakit diabetes atau kencing manis.


 Mengurangi risiko terkena penyakit hipertensi, stroke, dan jantung koroner.


 Mengurangi risiko terkena keropos tulang.


 Mengurangi risiko terkena rematik.


Manfaat ASI untuk Keluarga:

 ASI dan menyusui sangat ekonomis dan ramah di kantong. Memberi ASI dan menyusui bayi akan mengurangi kemiskinan dan kelaparan. Pemberian pengganti ASI (PASI) membutuhkan biaya yang tinggi dan harus memiliki sanitasi yang baik serta air yang bersih.


 Bayi dan ibu akan lebih sehat (terhindar dari risiko kesakitan) sehingga mengurangi biaya perawatan kesehatan.


 ASI dan menyusui itu praktis. Tidak perlu repot dan menghemat waktu untuk persiapan dibandingkan dengan memberikan susu formula (PASI). Pemberian PASI membutuhkan waktu, mulai dari proses persiapan sampai pencucian atau pembersihan peralatan pasca susu formula diberikan.


 Tidak perlu khawatir dengan higienitas dan kebersihan ASI karena ASI selalu tersedia dalam keadaan bersih dari payudara ibu dan ASI selalu siap tersedia pada suhu yang tepat untuk dikonsumsi si kecil.


Semoga Bermanfaat


Growth Spurt Pada Bayi

Growth spurts terjadi kepada seluruh bayi, baik yang menerima ASI maupun susu formula. Pada masa-masa itu, buah hati akan sangat rewel meski kita lihat ciri-ciri fisiknya sehat. Tangisannya berhenti ketika disodorkan ASI.


Tidak heran, ketika growth spurts, bayi akan menempel terus pada ibu karena minta menyusu. Bayi tampak lapar terus. Kalau biasanya bayi menyusu 3 jam sekali, saat GS (growth spurts, Red), frekuensinya bisa dua kali lipat. Begitu dilepas dari payudara ibu, rewel


GS biasanya terjadi pada 12 bulan pertama kehidupannya, diawali dari beberapa hari setelah si kecil lahir (sekitar hari ke-7-10), lalu di minggu ke-2, ke-3, ke-4, ke-6, dan berlanjut lagi di usia 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan.


Namun, ini hanyalah panduan. Beberapa bayi yang mengalami GS juga bisa berlangsung di waktu- waktu yang lainnya. GS tidak berhenti saat anak sudah berusia 1 tahun, GS bisa datang secara periodik saat si kecil berusia balita hingga remaja. Semua bayi pasti akan mengalami GS.


Mengapa disebut dengan percepatan pertumbuhan? Bayi ‘didorong’ untuk tumbuh lebih cepat dari biasanya sehingga membutuhkan asupan ASI lebih banyak, tetapi sayangnya banyak bunda yang justru berpikir bahwa ASI yang bunda hasilkan sedikit karena si kecil menyusu lebih sering dari biasanya (baik itu siang dan malam) serta rewel.


Periode GS kadang bisa membuat frustasi bagi bunda, tapi bunda harus tetap tenang dan selalu ingat bahwa periode GS bersifat sementara dan merupakan salah satu periode penting dalam pertumbuhan si kecil.


Ciri-ciri bayi yang sedang mengalami GS



  • Bayi menyusu lebih sering dari biasanya. Hal ini bisa terjadi setiap jamnya.

  • Bayi lebih rewel dari biasanya di siang dan malam hari.

  • Bayi mengubah pola tidurnya lebih sering terbangun tengah malam, bahkan di beberapa bayi mereka tidak tidur sama sekali.

  • GS pada beberapa bayi justru ditandai dengan si kecil yang lebih banyak tidur. Bunda tidak perlu khawatir dengan hal ini, biarkan bayi untuk tidur sesukanya. Bagi bayi yang masih berumur 2 minggu, bunda bisa membangunkannya untuk disusui setidaknya 2 jam sekali.


Gejala GS berlangsung selama 2-3 hari. Pada beberapa kasus, ada bayi yang mengalami GS sampai 1 minggu. Setelah periode GS, bayi akan tidur lebih tenang dan lebih lama selama 1-2 hari, seolah-olah dia letih sehabis bekerja keras.


Tip menghadapi bayi yang sedang mengalami GS.



  • Bunda kadang bertanya apakah si kecil sudah cukup mendapatkan ASI atau tidak? Siasati dengan mengajak si kecil untuk berjalan-jalan setelah menyusu. Jika si kecil kenyang, maka dia akan tertidur setelah dibawa berjalan. Namun, si kecil menangis jika mungkin dia masih merasa lapar.

  • Jangan berikan suplemen tambahan apa pun seperti susu formula atau MP-ASI dini saat bayi sedang GS. Penambahan suplemen tersebut justru akan mengurangi permintaan ASI dari bayi dan berakibat berkurangnya produksi ASI yang bunda hasilkan.

  • Gendonglah si kecil dengan kain untuk memudahkan bunda. Menggendong dengan kain bisa membuat tangan bunda bergerak bebas dan lebih mudah menyusui sesuai dengan permintaan bayi.

  • Bunda mungkin akan merasa lebih capek dan lelah selama periode GS ini. Hal ini diakibatkan tubuh bunda sedang memproduksi ASI yang lebih banyak untuk si kecil. Oleh karena, perbanyaklah mengonsumsi makanan bergizi, cukupi asupan cairan, dan istirahat yang cukup.

  • Selalu ingat bahwa produksi ASI bunda akan bertambah sesuai dengan permintaan si kecil selama periode GS. Semakin sering bayi menyusui, maka semakin banyak juga ASI yang akan dihasilkan.,

  • Perhatikan tanda bahwa bayi cukup ASI, yaitu kenaikan bobot badan bayi pada grafik pertumbuhan, frekuensi BAK minimal 6 kali sehari, serta frekuensi BAB bayi sering pada awal-awal kehidupannya dan menjadi jarang mulai usia 40 hari.

  • Tetap tenang dan percaya diri ya,..

  • Percayalah bahwa ASI anda cukup dan pasti cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi , meskipun bayi saat ini sedang mengalami fase percepatan pertumbuhan. Singkirkan pikiran negative: ASI anda tidak cukup, berkurang, hanya sedikit, sehingga bayi menjadi rewel atau menangis terus walaupun telah disusui.

  • Ingatlah prinsip produksi ASI: Semakin sering disusukan/dikeluarkan, semakin banyak produksinya. Pada fase percepatan pertumbuhan, bayi sedang membantu ibu untuk mempersiapakn sejumlah ASI yang diperlukan untuk usianya, karena itu bayi ‘memancing’ payudara ibu untuk terus berproduksi. Ayo, berfikirlah secara positif!

  • Susuilah bayi kapanpun dan semau bayi. Biarkan bayi anda menyusu sebanyak dan selama yang diinginkannya. Dengan terus menerus menyusui bayi maka payudara anda akan terstimulasi untuk menghaslkan (memproduksi) ASI yang lebih banyak lagi.

  • Tetaplah menjaga asupan makanan dengan gizi seimbang, dan perbanyak asupan cairan untuk membantu menjaga produksi ASI dan stamina ibu menyusui.


Selalu tanamkan mindset bahwa produksi ASI akan semakin banyak karena bayi terus menyusui.


Cara Menyusui Dengan Nyaman, Agar Hasil ASI Maksimal

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Manfaat menyusui bukan hanya baik untuk bayi, namun juga untuk ibu. ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu mengembalikan kondisi hormon ibu setelah melahirkan.


Dianjurkan ibu yang baru melahirkan menyusuinya bayinya sesegera mungkin setelah bayi dilahirkan, untuk mendapatkan colostrum atau susu pertama yang sangat baik manfaatnya untuk bayi.


Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI selama minimal 6 bulan akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dan perkembangan kecerdasan yang lebih baik.


Nah ini adalah Dasar-dasar dalam Menyusui



  1. Pilihlah lokasi yang tenang. Hingga anda dan bayi sama-sama siap memulai aktivitas menyusui, persiapkanlah diri anda di tempat yang jauh dari gangguan dan tidak bising.

  2. Siapkanlah minuman di samping anda sehingga anda dapat minum ketika bayi minum. Hindari minuman panas (yang dapat mengenai anda atau bayi anda jika tertumpah). Jika anda tidak ingin minum-minuman dingin, pilihlah minuman yang hangat. Tambahkanlah camilan sehat jika sudah cukup lama sejak terakhir kali anda makan.

  3. Setelah merasa lebih nyaman ketika menyusui, anda dapat membaca buku atau majalah yang mudah dipegang untuk membuat anda tetap sibuk selama menyusui. (Namun, jangan lupa untuk tetap berinteraksi dengan bayi yang sedang menyusu). Selama beberapa bulan pertama, menyalakan televisi mungkin sangat mengganggu. Demikian pula dengan berbicara di telepon. Maka, matikanlah dering telepon dan biarkanlah pesan suara yang menerima pesan, atau mintalah orang lain menjawabnya.

  4. Carilah posisi yang nyaman. Jika anda duduk, bantal yang diletakkan di pangkuan anda dapat membantu meletakkan bayi anda pada ketinggian yang nyaman. Pastikan lengan anda ditopang oleh bantal atau lengan kursi. Mencoba menopang bayi seberat 3,5 kilogram tanpa penyangga akan mengakibatkan lengan anda kram dan nyeri. Naikkanlah kaki anda jika memungkinkan.

  5. Letakkan bayi anda pada posiis menyamping hingga menghadap puting susu anda. Pastikan seluruh tubuh bayi menghadap anda-perut bertemu perut, dan kepala hingga pinggangnya lurus menghadap anda, anda tidak ingin kepala bayi anda menengok ke samping maka wajahnya harus menghadap ke arah yang sama dengan dadanya. (Bayangkan betapa sulit bagi anda untuk minum dan menelan ketika sedang menengok ke samping; sama halnya dengan bayi anda). Posisi yang tepat sangat penting untuk mencegah luka pada puting susu dan masalah-masalah menyusui lainnya.


Spesialis laktasi menganjurkan dua posisi menyusui selama beberapa minggu pertama. Posisi pertama disebut posisi melintang. Peganglah kepala bayi anda dengan tangan yang berlawanan (jika menyusui pada payudara kanan, pegang bayi anda dengan tangan kiri).


Letakkan tangan anda di antara tulang belikat bayi, ibu jari di belakang telinga yang lain. Dengan tangan anda yang lain, tangkup payudara anda dengan menempatkan ibu jari di atas puting susu dan areola (daerah yang gelap) pada titik yang akan disentuh hidung bayi anda.


Jari telunjuk anda seharusnya berada pada titik yang akan disentuh dagu bayi anda. Tekanlah payudara anda sedikit agar puting susu sedikit mengarah ke hidung bayi anda.


Posisi kedua disebut posisi menjinjing bola. Posisi ini sangat berguna jika anda melahirkan melalui operasi sesar dan tidak ingin ada beban di atas perut anda; atau jika payudara anda besar; atau jika bayi anda kecil atau prematur; atau jika anda menyusui bayi kembar: letakkan bayi disamping anda pada posisi setengah duduk menghadap anda, dengan kakinya di bawah lengan anda (di bawah lengan kanan jika anda menyusui dengan payudara kanan).


Sanggalah kepala bayi anda dengan tangan kanan dan tangkuplah payudara anda seperti ketika menyusui dalam posisi melintang.


Segera setelah semakin nyaman menyusui, anda dapat menambahkan posisi menggendong: kepala bayi bersandar di lekukan lengan anda; dan posisi berbaring menyamping: Anda dan bayi anda berbaring menyamping, perut bertemu perut. Posisi seperti ini adalah pilihan yang bagus jika anda menyusui pada tengah malam.



  1. Sentuhlah bibir bayi anda dengan puting susu anda hingga mulutnya terbuka lebar-lebar seperti sedang menguap. Beberapa orang ahli laktasi menyarankan untuk mengarahkan puting susu ke hidung bayi anda, kemudian turun ke bibir atas agar bayi membuka mulutnya lebar-lebar. Cara ini akan mencegah bibir bawah terselip ke dalam selama menyusu. Jika bayi anda memalingkan kepalanya, usaplah pipinya dengan lembut pada sisi yang dekat dengan anda. Bayi anda akan secara refleks memutar kepalanya ke arah payudara anda.

  2. Setelah mulut mungil itu terbuka lebar, dekatkanlah bayi anda. Jangan mendekatkan payudara anda ke arah bayi. Sebagian besar kesulitan bayi untuk mengisap terjadi karena ibu membungkuk di atas bayi karena mencoba untuk mendesakkan payudara ke dalam mulut bayi. Jagalah punggung anda tetap lurus dan dekatkanlah bayi anda ke payudara.

  3. Jangan memaksakan puting susu anda pada mulut yang enggan. Biarkanlah bayi anda yang mengambil inisiatif. Mungkin, anda perlu mencoba beberapa kali usaha sebelum bayi anda membuka mulutnya dengan cukup lebar untuk mengisap dengan benar.

  4. Pastikanlah bayi mengisap kedua puting susu dan areola di sekelilingnya. Mengisap hanya pada puting susu tidak akan menekan kelenjar susu, dan dapat mengakibatkan puting luka dan pecah-pecah. Pastikan pula hanya puting susu dan areola yang diisap oleh bayi. Beberapa bayi sangat bernafsu mengisap sehingga mereka menyedot di bagian lain dari payudara (meskipun tidak ada susu yang keluar) sehingga menimbulkan memar.

  5. Apabila payudara anda menghalangi hidung bayi, tekanlah payudara anda sedikit. Posisi bayi yang sedikit ditinggikan juga akan membantu menyediakan ruang untuk bernapas. Namun, saat anda meninggikan posisi bayi anda, pastikanlah ia tidak melepaskan isapannya pada areola.

  6. Periksalah apakah bayi anda menelan ASI. Anda dapat memastikan bahwa ASI mengalir jika tampak gerakan yang kuat, terus-menerus, dan berirama pada pipi bayi.

  7. Jika bayi anda telah selesai menyusu tetapi masih mengulum payudara, menariknya secara tiba-tiba akan mengakibatkan puting susu anda terluka. Hentikan dahulu isapannya dengan menekan payudara atau dengan meletakkan jari anda di sudut malam bayi agar udara masuk.


Salam Hangat


Bidan Kita