Tampilkan postingan dengan label Basic Breastfeeding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basic Breastfeeding. Tampilkan semua postingan

Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?

Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat. banyak hal dan banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi.


memang sih harusnya ini menjadi tandatanya besar bagi Anda. namun lagi lagi kenyataan di lapangan inilah yang terjadi.


Nah, Karena operasi caesar adalah suatu operasi besar, tentu saja hal ini akan memberi beberapa tantangan bagi para ibu yang ingin menyusui. pada dasarnya Operasi caesar dapat mempengaruhi masa menyusui, baik yang direncanakan atau tidak direncanakan. Namun, tentu saja hal ini bukan berarti Anda tidak dapat atau tidak boleh menyusui.


Maka dari itu sangat penting untuk memberdayakan diri dan mengetahui terlebih dahulu apa efek operasi caesar terhadap masa menyusui sehingga Anda dapat mengatasi masalah yang akan ada dan dapat menyusui si kecil dengan sukses. Berikut ini merupakan beberapa tantangan yang akan Anda hadapi dalam menyusui jika Anda melahirkan melalui operasi caesar:


Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?



  1. Penundaan dalam menyusui dini


Setelah operasi sesar, mungkin akan ada penundaan dalam menyusui. sebagian besar ibu yang dilakukan operasi caesar tidak dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) seperti sebagaimana mestinya.


Pada dasarnya Kontak fisik dengan bayi Anda sesegera mungkin setelah bayi Anda lahir akan membantu untuk mempercepat proses menyusui di jam-jam pertama bayi Anda. Namun, bagaimanapun juga semua ini tergantung dengan tipe anestesi (bius) yang Anda dapatkan. Jika Anda mendapat bius total, biasanya akan ada penundaan sampai ASI pertama si kecil selama beberapa jam sampai efek bius menghilang. Jika Anda mendapatkan epidural atau bius di tulang belakang, mungkin Anda dapat mulai menyusui saat Anda masih berada di ruang operasi atau segera setelah Anda dipindahkan ke ruang pemulihan. terkadang pun dilakukan IMD hanya sebagai “Formalitas” belaka karena si bayi segera harus dilakukan penanganan dan perawatan serta pemeriksaan oleh dokter anak di ruang lain.


fyi: IMD harusnya di lakukan minimal 1 jam langsung setelah bayi lahir.


Jika Anda melahirkan dengan operasi caesar, mungkin ASI Anda akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk keluar dibanding dengan para ibu yang melahirkan pervaginam. Maka dari itu, sangat penting untuk menstimulasi produksi ASI Anda terus menerus. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk Anda menyusui bayi Anda secara terus menerus atau jika Anda akan dipisahkan dengan bayi Anda selama lebih dari 12 jam, cobalah untuk menggunakan pompa ASI. Pompalah ASI Anda setiap 2 sampai 3 jam sampai Anda dapat menyusui bayi Anda secara langsung.


Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?



  1. Obat yang Anda gunakan mungkin akan mempengaruhi awal masa menyusui Anda


Sebelum dan setelah operasi, biasanya Anda akan mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit. Obat ini mempunyai peran penting karena jika Anda kesakitan, akan menjadi lebih susah bagi tubuh Anda untuk sembuh, dan Andapun juga akan semakin merasa tidak nyaman saat menyusui. Beberapa obat-obatan yang Anda konsumsi aman dikonsumsi ketika Anda sedang menyusui, jadi pastikan untuk mendiskusikan dengan provider Anda sebelumnya bahwa Anda akan menyusui bayi Anda.


Walaupun obat penahan rasa sakit yang Anda konsumsi aman untuk bayi Anda, tidak menutup kemungkinan bahwa ada beberapa obat yang ikut ke dalam ASI Anda dan membuat si kecil mengantuk. Rasa kantuk yang disebabkan oleh obat penghilang rasa sakit ini tidak berbahaya bagi bayi Anda, namun hal ini dapat menjadi tantangan bagi Anda dalam menyusui si kecil yang mengantuk.


Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?



  1. Rasa sakit yang membuat menyusui lebih menantang


Rasa sakit di luka operasi dan rasa sakit dari rahim Anda yang berkontraksi untuk kembali ke ukurannya yang sebelumnya dapat membuat proses menyusui jadi lebih menantang. Menyusui dalam posisi tidur miring dan seolah memegang bola dapat menjadi pilihan yang baik saat luka operasi Anda masih dalam tahap penyembuhan.


Jika Anda ingin mencoba untuk menyusui sambil duduk, Anda dapat menaruh bantal diatas daerah luka operasi Anda untuk melindunginya. Mungkin menyusui dapat menjadi tantangan yang sangat berat di awal, namun proses menyusui akan jadi semakin mudah seiring dengan sembuhnya tubuh Anda.


 Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?



  1. Stress setelah operasi caesar dapat mempengaruhi masa menyusui


Jika operasi Anda adalah operasi yang tidak terduga atau cukup menantang atau bahkan operasi yang sangat tidak diinginkan, maka kondisi tubuh dan emosional Anda mungkin akan sangat mengganggu keinginan Anda untuk menyusui.


Persalinan yang traumatik atau operasi caesar yang tidak diharapkan mungkin dapat menyebabkan rasa sedih, stress, kekecewaan, dan bahkan rasa gagal menjadi seorang ibu. Emosi semacam ini sangatlah umum terjadi dan ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian. Cobalah untuk membicarakan atau menulis tentang perasaan Anda. Mintalah bantuan jika Anda memerlukannya. Ingatlah bahwa menyusui bayi Anda mungin dapat membantu Anda untuk meredakan kesedihan dan kesulitan yang Anda alami.


 



  1. Perubahan hormon dapat mempengaruhi masa menyusui


Penelitian telah menemukan bahwa pola hormon oksitosin, prolactin, dan kortisol berbeda pada ibu yang melahirkan secara operasi caesar dibanding dengan ibu yang melahirkan pervaginam. Para ibu yang melahirkan pervaginam biasanya memiliki tingkat oksitosin yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang melahirkan dengan operasi caesar.


Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa ibu yang melahirkan dengan operasi caesar tidak mengalami peningkatan hormon prolactin yang signifikan selama 20-30 menit setelah mulai menyusui. Perbedaan pola hormon ini dapat mempengaruhi durasi pemberian ASI ekslusif. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hormon-hormon tersebut, silahkan klik disini (http://www.bidankita.com/peran-hormon-dalam-proses-persalinan/)


Lalu apa yang harus Anda lakukan jika Anda ingin menyusui anak Anda dengan sukses setelah c-section? Kuncinya adalah di seberapa besar keinginan Anda untuk dapat menyusui dengan sukses.


Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?


Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda untuk menyusui si kecil dengan sukses setelah Operasi Caesar:


 



  1. Mulailah menyusui sesegera mungkin


Jika Anda tidak mendapatkan bius total, Anda akan tetap terbangun selama proses operasi sehingga mungkin Anda dapat menyusui segera setelah bayi Anda lahir. Namun, jika Anda mendapatkan bius lokal, Anda akan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama dan Anda harus menunggu sampai efek bius menghilang. Jika hal ini terjadi dan Anda tidak dapat menyusui segera setelah bayi Anda lahir, mintalah untuk memeluk bayi Anda dan menyentuhkan bayi Anda ke kulit Anda. Lalu, taruhlah bayi Anda ke dada Anda segera setelah kondisi Anda lebih baik.


2. Mintalah bantuan


Anda mungkin akan kesulitan untuk menyusui bayi Anda karena luka operasi, ditambah lagi selang infus dan instrument instrument medis yang lain. Mintalah bantuan ke provider Anda atau konsultan ASI yang ada di rumah sakit Anda. Mereka akan menunjukkan posisi yang memudahkan Anda untuk menyusui si kecil.



  1. Menyusuilah dengan sering


Walaupun Anda mungkin merasa lelah dan kesakitan, lebih besar kemungkinan Anda untuk sukses dalam menyusui jika Anda melakukannya dari awal dengan sering. Jika Anda melahirkan dengan operasi caesar, mungkin ASI Anda akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk keluar dibanding dengan para ibu yang melahirkan pervaginam. Maka dari itu, sangat penting untuk menstimulasi produksi ASI Anda terus menerus. Cobalah untuk menyusui bayi Anda setiap 1 sampa 3 jam sekali. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan untuk Anda menyusui bayi Anda secara terus menerus atau jika Anda akan dipisahkan dengan bayi Anda selama lebih dari 12 jam, cobalah untuk menggunakan pompa ASI. Pompalah ASI Anda setiap 2 sampai 3 jam sampai Anda dapat menyusui bayi Anda secara langsung.



  1. Jagalah bayi Anda didekat Anda


Akan jauh lebih mudah bagi Anda jika bayi Anda berada di dekat Anda, Anda mungkin tidak dapat berdiri untuk mengurus bayi Anda segera setelah operasi, namun jika ada pasangan atau pendamping yang dapat membantu Anda, mungkin Anda dapat menjaga bayi Anda di ruangan Anda. Namun bagaimanapun juga, kebijakan setiap rumah sakit berbeda beda, jadi pastikan untuk mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit.



  1. Manfaatkan waktu Anda di rumah sakit


Jika Anda melahirkan secara operasi caesar, tentu saja Anda akan berada di ruah sakit lebih lama dari mereka yang melahirkan pervaginam. Selain memanfaatkan waktu yang ada untuk proses penyembuhan dan beristirahat, waktu di rumah sakit yang lebih lama juga berarti Anda dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan pegawai rumah sakit dan konsultan ASI. Manfaatkan waktu ini untuk menanyakan berbagai pertanyaan dan belajar seputar menyusui sehingga Anda dapat merasa lebih nyaman dan percaya diri ketika Anda kembali ke rumah Anda.



  1. Ijinkan tubuh Anda untuk sembuh


Hal ini berarti tidak memaksakan diri Anda untuk bangkit dan beraktivitas terlalu awal. Beri tubuh Anda waktu, beristirahatlah sebanyak mungkin setelah operasi dan ijinkan tubuh Anda untuk sembuh. Bekerjasamalah dengan dokter Anda untuk menemukan obat penghilang rasa sakit yang aman untuk menyusui. Gunakan waktu ini untuk beristirahat dan belajar mengenai menyusui. 



  1. Rileks


Seperti yang kita tau, stress dapat menurunkan produksi ASI dan hal ini tentunya membuat menyusui menjadi lebih sulit. Dengarkan lagu kesukaan Anda, gunakan essential oil yang dapat membuat Anda menjadi lebih rileks, atau minumlah the herbal yang dapat membuat Anda rileks sebelum Anda menyusui atau memompa ASI Anda.



  1. Ikuti support grup


Ikutilah support group yang Anda. Di dalam support group ini Anda akan bertemu dengan orang orang yang juga mengalami apa yang Anda rasakan sehingga disini Anda dapat berbagi perasaan Anda, saling berbagi tips, dan saling belajar. Hal ini dapat sangat membantu terutama jika proses persalinan Anda tidak berjalan sesuai harapan Anda dan Anda merasa sedih, kecewa, kesepian, namun Anda merasa bahwa Anda tidak dapat menceritakan perasaan Anda ke orang-orang disekitar Anda. Bahkan jika operasi caesar Anda adalah operasi yang direncanakan, Anda tetap bisa saling belajar dan mungkin mengetahui berbagai tips menyusui di support grup ini.


 


Sumber:


https://www.bellybelly.com.au/breastfeeding/does-a-c-section-affect-breastfeeding/


https://www.milkful.com/blogs/the-milkful-blog/does-having-a-c-section-affect-your-breast-milk-supply


https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4847344/


https://www.verywellfamily.com/breastfeeding-after-a-c-section-431676


Puasa saat Menyusui? hhhmmm ….Memungkinkankah?

Besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan mungkin Anda akan mulai bertanya-tanya “jika saya sedang menyusui, apakan memungkinkan untuk tetap berpuasa ?”, “apakah berpuasa saat menyusui dapat membahayan saya dan bayi saya ?”, dan masih banyak lagi. Disini, kita akan membahas tentang puasa saat menyusui dan beberapa tips untuk mempersiapkannya jika Anda tetap memutuskan untuk berpuasa.


Besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan mungkin Anda akan mulai bertanya Puasa saat Menyusui?  hhhmmm ….Memungkinkankah?


Haruskah saya berpuasa saat menyusui ?


Jika Anda sedang menyusui, Anda tidak diwajubkan untuk berpuasa saat bulan Ramadan. Sebagian besar umat Muslim percaya bahwa ibu menyusui diijinkan untuk tidak ikut berpuasa. Jika Anda tidak ikut berpuasa karena harus menyusui, Anda dapat menggantinya dengan berpuasa di lain waktu, atau fidyah.


Keputusan Anda mungkin dapat dipengaruhi oleh umur bayi Anda. Bayi yang berumur kurang dari 6 bulan dan menerima ASI ekslusif mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan anak 1 tahun yang mengkonsumsi makanan lain dan hanya disusui di malam hari.


Jika Anda ragu, Anda dapat mendiskusikan pilihan Anda dengan teman atau anggota keluarga yang mempunyai pengalaman berpuasa saat menyusui. Anda juga dapat menanyakan ke dokter atau ahli agama.


Apakah berpuasa saat menyusui dapat membahayakan bayi saya ?


Jika Anda membutuskan untuk tetap berpuasa, keputusan Anda tidak akan melukai bayi Anda karena tubuh Anda tetap akan memproduksi ASI seperti biasa. Tidak mengkonsumsi apapun dari sahur sampai buka mungkin akan mengurangi pemasukan kalori di dalam tubuh Anda, namun hal ini tidak akan mempengaruhi jumlah ASI yang Anda produksi.


Ketika tubuh Anda telah membakar energi dari makanan yang Anda konsumsi, tubuh Anda akan beradaptasi dan menggunakan energi dari sumber yang lain. Pertama tama, tubuh Anda akan membakar kalori dari gula darah Anda, dan setelah itu tubuh Anda akan mengubah lemak yang ada di tubuh Anda menjadi gula darah. Proses ini akan menjaga Anda sampai makanan Anda yang selanjutnya.


Belum ada cukup penelitian yang menunjukkan seberapa besar berpuasa dapat mempengaruhi menyusui. Namun, ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa berpuasa dapat menyebabkan penyapihan prematur, tapi masalah ini hanya akan muncul setelah puasa yang berkepanjangan (seperti saat Ramadan). Berpuasa dalam jangka waktu yang pendek seharusnya tidak akan mempengaruhi ASI.


Namun, bagaimanapun juga, berpuasa dalam jangka waktu panjang dapat mengubah kandungan ASI Anda. Kadar beberapa vitamin dan mikronutrien mungkin akan berubah. Beberapa penelitian mengatakan bahwa kadar zinc, magnesium, dan potassium akan berkurang jika sang ibu berpuasa saat menyusui. Namun bagaimanapun juga, hal ini sangat bergantung dengan kandungan nutrisi dan energi yang disimpan oleh tubuh Anda. Saat Anda berpuasa dalam jangka waktu yang lama, tubuh Anda akan menghabiskan cadangan energi dan nutrisi yang disimpan tubuh Anda terlebih dahulu sebelum mempengaruhi ASI Anda, sehingga bayi Anda dapat terus berkembang dan mendapat nutrisi yang seimbang bahkan jika tingkat gizi mikronutrien menurun selama jam-jam puasa.


Besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan mungkin Anda akan mulai bertanya Puasa saat Menyusui?  hhhmmm ….Memungkinkankah?


Apakah berpuasa saat menyusui dapat membahayakan kesehatan saya ?


Tubuh Anda kemungkinan besar dapat menerimanya dengan baik. Bagaimanapun juga, jika Anda berpuasa untuk watu yang lama, maka akan ada resiko untuk mempunyai gula darah rendah. Jika Anda mulai merasakan efek puasa di tubuh Anda, maka berhentilah berpuasa untuk sejenak.


Jika Anda sudah menyusui selama beberapa waktu, Anda akan tahu bahwa menyusui akan membuat Anda merasa haus. Dehidrasi dapat membuat Anda merasa sakit. Anda dapat mengetahui bahwa Anda mulai dehidrasi jika Anda :



  • Merasa haus

  • Kencing berwarna kuning dan berbau menyengat

  • Merasa pusing

  • Merasa Lelah

  • Kulit kering

  • Produksi ASI berkurang


Jika Anda mulai merasakan tanda tanda ini, “batalkanlah” puasa Anda dengan air. Tambahkan gula dan garam kedalam air tersebut. Anda juga dapat meminum cairan isotonic atau air kelapa. Setelah itu, istirahatlah. Jika setelah setengah jam Anda masih merasa tidak enak badan, pergilah fasilitas kesehatan terdekat.


Selain itu, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk berhenti berpuasa jika puasa Anda menyebabkan penurunan berat badan. Hal ini disebabkan karena ASI Anda akan mengambil lemak dari tubuh Anda untuk mengkompensasi kekurangan lemak dalam konsumsi makanan Anda sehari hari. Jika hal ini terjadi secara terus menerus, Anda akan mengalami penurunan berat badan yang tidak sehat. Penurunan berat badan juga dapat menjadi gejala dehidrasi.


Besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan mungkin Anda akan mulai bertanya Puasa saat Menyusui?  hhhmmm ….Memungkinkankah?


Tips berpuasa selama menyusui


Berikut ini adalah beberapa tips bagi para ibu yang memilih untuk tetap berpuasa selama menyusui:



  1. Persiapkan terlebih dahulu


Persiapan terlebih dahulu sebelum berpuasa dapat membantu Anda tetap sehat. Belanjalah terlebih dahulu dan selesaikan semua aktivitas/tugas yang memerlukan banyak tenaga sebelum Anda mulai berpuasa. Catatlah konsumsi makanan dan minuman Anda untuk memastikan bahwa Anda mengkonsumsi cukup cairan dan kalori. Anda juga dapat menginstall aplikasi food diary di ponsel Anda untuk memudahkan Anda.


Beristirahatlah di siang hari. Amati dan dengarkan tubuhmu, konsultasikan ke dokter Anda jika Anda merasa tidak enak badan. Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen untuk ibu menyusui. Setelah buka puasa, cobalah untuk meminum satu gelas setiap setengah jam sampai sebelum Anda tidur. Anda juga dapat mengkonsumsi buah yang kaya cairan seperti jeruk dan semangka untuk memenuhi kebutuhan cairan Anda setiap hari. Konsumsilah makanan yang tinggi serat dan bukan makanan olahan. Mengkonsumsi kurma juga dapat membantu Anda untuk tetap bertenaga karena kandungan seratnya yang tinggi dan kandungan gulanya yang kompleks.



  1. Menu makanan yang seimbang


Pastikan bahwa Anda mendapatkan menu makanan yang seimbang untuk sahur dan buka puasa. Jika Anda tidak menyertakan salah satu menu makanan yang spesifik dalam menu Anda, seperti daging, cobalah untuk menggantikannya dengan suplemen. Seorang wanita pada umumnya membutuhkan sekitar 2000 kalori sehari. Jika Anda sedang menyusui, maka Anda membutuhkan tambahan 300 sampai 500 kalori. Namun, tambahan kalori ini juga sangat bergantung dengan tingkat aktivitas, status nutrisi, lemak tubuh, dan tipe makanan yang Anda makan (contohnya, makanan olahan tidaklah kaya kalori dan tidak membantu untuk menyimpan energi). Selain itu, hal ini juga tergantung dengan berapa banyak ASI yang dikonsumsi bayi Anda, berapa banyak bayi yang Anda susui, dan juga apakah Anda sedang hamil atau tidak, dan umur bayi Anda. Tentu saja jika Anda menyusui bayi kembar, maka Anda memerlukan tambahan kalori dua kali lipat, yangmana sekitar 600 sampai 1000 kalori tambahan.


Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu untuk makan dengan menu gizi seimbang yang mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang, komposisi menu terdiri atas 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak. Pada prinsipnya berpuasa hanya menggeser jam makan sehingga ibu tetap makan minimal 3 kali sehari saat sahur, saat berbuka puasa, dan sebelum tidur malam. Karena rentang waktu makan Anda menjadi lebih pendek, Anda dapat membagi waktu makan dan minum Anda secara merata, misalnya dengan minum setiap setengah jam atau makan dalam porsi kecil namun sering. Anda dapat mencatat konsumsi makanan Anda untuk mengkontrol asupan Anda selama berpuasa.



  1. Konsumsi banyak cairan


Menyusui dapat membuat Anda merasa haus. Jadi, pastikan bahwa Anda mengkonsumsi cukup cairan untuk menghindari dehidrasi. Karena tentu saja Anda tidak dapat minum saat puasa, maka minumlah sebelum dan setelah periode puasa Anda.


Umumnya, kita butuh meminum kira kira 1 liter air untuk setiap 20kg berat badan kita. Ibu menyusui memerluan sekitar 3 liter air setiap hari. Anda dapat membangi konsumsi cairan tersebut saat sahur dan setelah buka puasa. Namun, hindari konsumsi terlalu banyak air dalam waktu yang pendek (contohnya 1 jam, saat sahur) karena ketika Anda mengkonsumsi terlalu banyak air dalam waktu yang pendek, tubuh Anda juga akan mengeluarkan air tersebut dengan cepat (lewat air kencing contohnya), jadi lebih baik untuk minum sedikit sedikit tapi sering dan berkala. Anda juga dapat mengkonsumsi makanan berkuah, jus buah, susu, dan buah buahan kaya air seperti semangka, melon, jeruk, dan lainnya. Kondisi dehidrasi berat dapat menurunkan produksi ASI, meskipun begitu, hasil penelitian Neville et. al. (1993) dan Tigas et. al. (2002) menunjukkan bahwa puasa dalam jangka waktu pendek tidak mempengaruhi produksi ASI para ibu menyusui.



  1. Hindari aktivitas yang terlalu berat


Jika Anda bisa, cobalah untuk menunda tugas/aktivitas yang memerlukan banyak energi atau mengerjakan semuanya sebelum Anda mulai berpuasa.



  1. Beristirahatlah


Menyusui dapat menjadi melelahkan. Ditambah lagi jika Anda sedang puasa. Jadi usahakanlah untuk beristirahat sebanyak yang Anda bisa untuk menjaga Anda tetap bertenaga. Jika Anda adalah ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja di rumah dan Anda merasa ingin bersih bersih rumah dan melakukan semua pekerjaan rumah, cobalah untuk beristirahat disela-sela.



  1. Tetaplah menyusui dan amati bayi Anda


Menyusui dan memerahlah seperti biasa, karena produksi ASI sangat bergantung pada seberapa sering payudara dikosongkan. Jika Anda memeras ASI Anda dan ASI yang keluar tidak sebanyak yang biasanya, cobalah untuk tidak panik. Hal ini sangatlah normal. Semakin Anda stress, semakin sedikit ASI yang akan Anda dapatkan. Mungkin ASI Anda tidak mengalir semudah biasanya saat Ramadan, namun jangan khawatir, bayi Anda akan menyesuaikan.


Kuncinya adalah untuk tetap rileks, menyusui seperti biasa, dan mengamati bayi Anda. Jika Anda merasa bahwa bayi Anda tidak buang air kecil sebanyak yang biasanya, poopnya hijau, berat badannya menurun, terlihat lemas, tidak meneteskan air mata saat dia menangis, tangan dan kakinya terasa dingin, ada bagian kepala yang terasa lunak dan rewel sepanjang waktu bahkan setelah disusui, konsultasikanlah segera ke dokter Anda.



  1. Jangan lewatkan sahur


Poin ini sangatlah penting terutama untuk ibu menyusui. Anda membutuhkan banyak energi, jadi manfaatkanlah waktu ini sebaik baiknya dan konsumsilah menu yang seimbang. 



  1. Kurangi konsumsi garam


Mengkonsumsi terlalu banyak garam, terutama saat Ramadan dapat membuat Anda merasa haus, jadi ingatlah untuk tidak memberi terlalu banyak garam di makanan Anda. Namun ingatlah bahwa garam terkadang juga tersembunyi di minuman manis, camilan, dan makanan olahan, jadi cobalah untuk menghindari makanan kecil, kecap, dan minuman manis di waktu waktu ini. 



  1. Hindari konsumsi kafein


Minuman berkafein dapat membuat Anda haus dan dehidrasi, jadi cobalah untuk tidak mengkonsumsi kafein ketika Anda sedang berpuasa dan menyusui. 



  1. Jangan paksakan diri Anda


Yang terpenting adalah jangan paksakan diri Anda.Dengarkan tubuh Anda dan ketahuilah batasan Anda. Ingatlah bahwa saat Anda memutuskan untuk berpuasa selama menyusui, tubuh Anda dan bayi Anda menjadi prioritas yang utama. Anda tidak perlu merasa bersalah jika Anda harus “batal” ditengah tengah karena Anda merasa lemas, pusing, atau mulai dehidrasi. Ingatlah bahwa kesehatan Anda dan bayi Anda adalah yang utama dan Anda dapat selalu mengganti puasa tersebut di hari lain (fidyah)


Besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan mungkin Anda akan mulai bertanya Puasa saat Menyusui?  hhhmmm ….Memungkinkankah?


Selamat Ramadhan


 


Sumber:


https://aimi-asi.org/layanan/lihat/tips-menyusui-dan-berpuasa


https://www.babycentre.co.uk/a1028957/breastfeeding-and-fasting


http://breastfeeding.org.sg/ramadan-for-the-breastfeeding-mother/


https://www.momjunction.com/articles/tips-to-make-fasting-easier-while-breastfeeding_00119775/#gref


https://pleaseibu.com/breastfeeding/tips-for-fasting-and-breastfeeding-during-ramadan/