Tampilkan postingan dengan label Baby care. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baby care. Tampilkan semua postingan

Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?

Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat. banyak hal dan banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi.


memang sih harusnya ini menjadi tandatanya besar bagi Anda. namun lagi lagi kenyataan di lapangan inilah yang terjadi.


Nah, Karena operasi caesar adalah suatu operasi besar, tentu saja hal ini akan memberi beberapa tantangan bagi para ibu yang ingin menyusui. pada dasarnya Operasi caesar dapat mempengaruhi masa menyusui, baik yang direncanakan atau tidak direncanakan. Namun, tentu saja hal ini bukan berarti Anda tidak dapat atau tidak boleh menyusui.


Maka dari itu sangat penting untuk memberdayakan diri dan mengetahui terlebih dahulu apa efek operasi caesar terhadap masa menyusui sehingga Anda dapat mengatasi masalah yang akan ada dan dapat menyusui si kecil dengan sukses. Berikut ini merupakan beberapa tantangan yang akan Anda hadapi dalam menyusui jika Anda melahirkan melalui operasi caesar:


Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?



  1. Penundaan dalam menyusui dini


Setelah operasi sesar, mungkin akan ada penundaan dalam menyusui. sebagian besar ibu yang dilakukan operasi caesar tidak dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) seperti sebagaimana mestinya.


Pada dasarnya Kontak fisik dengan bayi Anda sesegera mungkin setelah bayi Anda lahir akan membantu untuk mempercepat proses menyusui di jam-jam pertama bayi Anda. Namun, bagaimanapun juga semua ini tergantung dengan tipe anestesi (bius) yang Anda dapatkan. Jika Anda mendapat bius total, biasanya akan ada penundaan sampai ASI pertama si kecil selama beberapa jam sampai efek bius menghilang. Jika Anda mendapatkan epidural atau bius di tulang belakang, mungkin Anda dapat mulai menyusui saat Anda masih berada di ruang operasi atau segera setelah Anda dipindahkan ke ruang pemulihan. terkadang pun dilakukan IMD hanya sebagai “Formalitas” belaka karena si bayi segera harus dilakukan penanganan dan perawatan serta pemeriksaan oleh dokter anak di ruang lain.


fyi: IMD harusnya di lakukan minimal 1 jam langsung setelah bayi lahir.


Jika Anda melahirkan dengan operasi caesar, mungkin ASI Anda akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk keluar dibanding dengan para ibu yang melahirkan pervaginam. Maka dari itu, sangat penting untuk menstimulasi produksi ASI Anda terus menerus. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk Anda menyusui bayi Anda secara terus menerus atau jika Anda akan dipisahkan dengan bayi Anda selama lebih dari 12 jam, cobalah untuk menggunakan pompa ASI. Pompalah ASI Anda setiap 2 sampai 3 jam sampai Anda dapat menyusui bayi Anda secara langsung.


Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?



  1. Obat yang Anda gunakan mungkin akan mempengaruhi awal masa menyusui Anda


Sebelum dan setelah operasi, biasanya Anda akan mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit. Obat ini mempunyai peran penting karena jika Anda kesakitan, akan menjadi lebih susah bagi tubuh Anda untuk sembuh, dan Andapun juga akan semakin merasa tidak nyaman saat menyusui. Beberapa obat-obatan yang Anda konsumsi aman dikonsumsi ketika Anda sedang menyusui, jadi pastikan untuk mendiskusikan dengan provider Anda sebelumnya bahwa Anda akan menyusui bayi Anda.


Walaupun obat penahan rasa sakit yang Anda konsumsi aman untuk bayi Anda, tidak menutup kemungkinan bahwa ada beberapa obat yang ikut ke dalam ASI Anda dan membuat si kecil mengantuk. Rasa kantuk yang disebabkan oleh obat penghilang rasa sakit ini tidak berbahaya bagi bayi Anda, namun hal ini dapat menjadi tantangan bagi Anda dalam menyusui si kecil yang mengantuk.


Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?



  1. Rasa sakit yang membuat menyusui lebih menantang


Rasa sakit di luka operasi dan rasa sakit dari rahim Anda yang berkontraksi untuk kembali ke ukurannya yang sebelumnya dapat membuat proses menyusui jadi lebih menantang. Menyusui dalam posisi tidur miring dan seolah memegang bola dapat menjadi pilihan yang baik saat luka operasi Anda masih dalam tahap penyembuhan.


Jika Anda ingin mencoba untuk menyusui sambil duduk, Anda dapat menaruh bantal diatas daerah luka operasi Anda untuk melindunginya. Mungkin menyusui dapat menjadi tantangan yang sangat berat di awal, namun proses menyusui akan jadi semakin mudah seiring dengan sembuhnya tubuh Anda.


 Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?



  1. Stress setelah operasi caesar dapat mempengaruhi masa menyusui


Jika operasi Anda adalah operasi yang tidak terduga atau cukup menantang atau bahkan operasi yang sangat tidak diinginkan, maka kondisi tubuh dan emosional Anda mungkin akan sangat mengganggu keinginan Anda untuk menyusui.


Persalinan yang traumatik atau operasi caesar yang tidak diharapkan mungkin dapat menyebabkan rasa sedih, stress, kekecewaan, dan bahkan rasa gagal menjadi seorang ibu. Emosi semacam ini sangatlah umum terjadi dan ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian. Cobalah untuk membicarakan atau menulis tentang perasaan Anda. Mintalah bantuan jika Anda memerlukannya. Ingatlah bahwa menyusui bayi Anda mungin dapat membantu Anda untuk meredakan kesedihan dan kesulitan yang Anda alami.


 



  1. Perubahan hormon dapat mempengaruhi masa menyusui


Penelitian telah menemukan bahwa pola hormon oksitosin, prolactin, dan kortisol berbeda pada ibu yang melahirkan secara operasi caesar dibanding dengan ibu yang melahirkan pervaginam. Para ibu yang melahirkan pervaginam biasanya memiliki tingkat oksitosin yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang melahirkan dengan operasi caesar.


Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa ibu yang melahirkan dengan operasi caesar tidak mengalami peningkatan hormon prolactin yang signifikan selama 20-30 menit setelah mulai menyusui. Perbedaan pola hormon ini dapat mempengaruhi durasi pemberian ASI ekslusif. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hormon-hormon tersebut, silahkan klik disini (http://www.bidankita.com/peran-hormon-dalam-proses-persalinan/)


Lalu apa yang harus Anda lakukan jika Anda ingin menyusui anak Anda dengan sukses setelah c-section? Kuncinya adalah di seberapa besar keinginan Anda untuk dapat menyusui dengan sukses.


Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?


Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda untuk menyusui si kecil dengan sukses setelah Operasi Caesar:


 



  1. Mulailah menyusui sesegera mungkin


Jika Anda tidak mendapatkan bius total, Anda akan tetap terbangun selama proses operasi sehingga mungkin Anda dapat menyusui segera setelah bayi Anda lahir. Namun, jika Anda mendapatkan bius lokal, Anda akan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama dan Anda harus menunggu sampai efek bius menghilang. Jika hal ini terjadi dan Anda tidak dapat menyusui segera setelah bayi Anda lahir, mintalah untuk memeluk bayi Anda dan menyentuhkan bayi Anda ke kulit Anda. Lalu, taruhlah bayi Anda ke dada Anda segera setelah kondisi Anda lebih baik.


2. Mintalah bantuan


Anda mungkin akan kesulitan untuk menyusui bayi Anda karena luka operasi, ditambah lagi selang infus dan instrument instrument medis yang lain. Mintalah bantuan ke provider Anda atau konsultan ASI yang ada di rumah sakit Anda. Mereka akan menunjukkan posisi yang memudahkan Anda untuk menyusui si kecil.



  1. Menyusuilah dengan sering


Walaupun Anda mungkin merasa lelah dan kesakitan, lebih besar kemungkinan Anda untuk sukses dalam menyusui jika Anda melakukannya dari awal dengan sering. Jika Anda melahirkan dengan operasi caesar, mungkin ASI Anda akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk keluar dibanding dengan para ibu yang melahirkan pervaginam. Maka dari itu, sangat penting untuk menstimulasi produksi ASI Anda terus menerus. Cobalah untuk menyusui bayi Anda setiap 1 sampa 3 jam sekali. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan untuk Anda menyusui bayi Anda secara terus menerus atau jika Anda akan dipisahkan dengan bayi Anda selama lebih dari 12 jam, cobalah untuk menggunakan pompa ASI. Pompalah ASI Anda setiap 2 sampai 3 jam sampai Anda dapat menyusui bayi Anda secara langsung.



  1. Jagalah bayi Anda didekat Anda


Akan jauh lebih mudah bagi Anda jika bayi Anda berada di dekat Anda, Anda mungkin tidak dapat berdiri untuk mengurus bayi Anda segera setelah operasi, namun jika ada pasangan atau pendamping yang dapat membantu Anda, mungkin Anda dapat menjaga bayi Anda di ruangan Anda. Namun bagaimanapun juga, kebijakan setiap rumah sakit berbeda beda, jadi pastikan untuk mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit.



  1. Manfaatkan waktu Anda di rumah sakit


Jika Anda melahirkan secara operasi caesar, tentu saja Anda akan berada di ruah sakit lebih lama dari mereka yang melahirkan pervaginam. Selain memanfaatkan waktu yang ada untuk proses penyembuhan dan beristirahat, waktu di rumah sakit yang lebih lama juga berarti Anda dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan pegawai rumah sakit dan konsultan ASI. Manfaatkan waktu ini untuk menanyakan berbagai pertanyaan dan belajar seputar menyusui sehingga Anda dapat merasa lebih nyaman dan percaya diri ketika Anda kembali ke rumah Anda.



  1. Ijinkan tubuh Anda untuk sembuh


Hal ini berarti tidak memaksakan diri Anda untuk bangkit dan beraktivitas terlalu awal. Beri tubuh Anda waktu, beristirahatlah sebanyak mungkin setelah operasi dan ijinkan tubuh Anda untuk sembuh. Bekerjasamalah dengan dokter Anda untuk menemukan obat penghilang rasa sakit yang aman untuk menyusui. Gunakan waktu ini untuk beristirahat dan belajar mengenai menyusui. 



  1. Rileks


Seperti yang kita tau, stress dapat menurunkan produksi ASI dan hal ini tentunya membuat menyusui menjadi lebih sulit. Dengarkan lagu kesukaan Anda, gunakan essential oil yang dapat membuat Anda menjadi lebih rileks, atau minumlah the herbal yang dapat membuat Anda rileks sebelum Anda menyusui atau memompa ASI Anda.



  1. Ikuti support grup


Ikutilah support group yang Anda. Di dalam support group ini Anda akan bertemu dengan orang orang yang juga mengalami apa yang Anda rasakan sehingga disini Anda dapat berbagi perasaan Anda, saling berbagi tips, dan saling belajar. Hal ini dapat sangat membantu terutama jika proses persalinan Anda tidak berjalan sesuai harapan Anda dan Anda merasa sedih, kecewa, kesepian, namun Anda merasa bahwa Anda tidak dapat menceritakan perasaan Anda ke orang-orang disekitar Anda. Bahkan jika operasi caesar Anda adalah operasi yang direncanakan, Anda tetap bisa saling belajar dan mungkin mengetahui berbagai tips menyusui di support grup ini.


 


Sumber:


https://www.bellybelly.com.au/breastfeeding/does-a-c-section-affect-breastfeeding/


https://www.milkful.com/blogs/the-milkful-blog/does-having-a-c-section-affect-your-breast-milk-supply


https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4847344/


https://www.verywellfamily.com/breastfeeding-after-a-c-section-431676


Bayiku Kuning? Bagaimana nich?

Bayi Kuning (Jaundice) adalah warna kekuningan yang didapatkan pada kulit dan lapisan mukosa (seperti bagian putih mata) sebagian bayi baru lahir. Dalam bahasa Indonesia hal ini lebih sering disebut sebagai ‘bayi kuning’ saja. Istilah lain yang kadang digunakan adalah ikterik. Hal ini dapat terjadi pada bayi dengan warna kulit apapun. Kondisi bayi kuning ini kalau terjadi pada bayi baru lahir di sebut ikterus neonatorum Ini adalah sebuah kondisi yang menyebabkan warna kulit pada bayi yang baru lahir berubah menjadi lebih kuning. Kondisi ini bisa disebabkan karena kadar bilirubin dalam tubuh bayi menjadi sangat tinggi. Perubahan ini akan sering terlihat pada bagian mata dan kulit bayi.


ikterus neonatorum adalah kondisi ketika bayi yang baru saja lahir memiliki kadar bilirubin yang sangat tinggi sehingga bisa terlihat jelas pada bagian mata, kulit, mulut, dan  juga bagian mata bayi. Kondisi ini juga sangat berhubungan dengan tubuh bayina yang menghasilkan bilirubin sangat tinggi atau lebih dari 12 mg/dL. Bilirubin bisa menjadi racun dalam tubuh bayi sehingga bayi bisa menjadi racun pada otak bayi.


Sekitar 65% dari bayi baru lahir menderita ikterus pada minggu pertama setelah lahir dan sekitar 1% dari bayi baru lahir mengalami ikterus hingga dapat mengancam nyawa atau yang disebut juga sebagai kernikterus.


 


Pada orang-orang dengan ras Asia ditemukan lebih sering mengalami ikterus neonatorus dengan kadar bilirubin > 12 mg/dL dibandingkan ras kulit putih dan negro. Pada bayi-bayi premature terjadi peningkatan angka kejadian ikterus neonatorum dibandingkan dengan bayi-bayi yang cukup bulan.


Bagaimana ini terjadi?


Warna kekuningan terjadi karena penumpukan zat kimia yang disebut bilirubin. Sel darah merah manusia memiliki waktu hidup tertentu. Setelah waktu hidupnya selesai, sel darah merah akan diuraikan menjadi beberapa zat, salah satunya bilirubin. Bilirubin ini akan diproses lebih lanjut oleh hati untuk kemudian dibuang sebagai empedu. Pada janin, tugas tersebut dapat dilakukan oleh hati ibu. Setelah lahir, tugas tersebut harus dilakukan sendiri oleh hati bayi yang belum cukup siap untuk memproses begitu banyak bilirubin sehingga terjadilah penumpukan bilirubin.


Apakah jaundice berbahaya?


Sebagian besar jaundice tidak berbahaya. Namun pada situasi tertentu di mana kadar bilirubin menjadi sangat tinggi, kerusakan otak dapat terjadi. Hal ini terjadi karena walaupun secara normal bilirubin tidak dapat melewati pembatas jaringan otak dan aliran darah, pada kadar yang sangat tinggi pembatas tersebut dapat ditembus sehingga bilirubin meracuni jaringan otak. Keadaan akut pada minggu-minggu awal pasca kelahiran di mana terjadi gangguan otak karena keracunan bilirubin ini disebut sebagai ‘acute bilirubin encephalopathy’. Bila keadaan tersebut tidak diatasi, kerusakan otak dapat berlanjut menjadi kronik dan permanen menjadi suatu kondisi yang disebut ‘kernicterus’. Inilah alasan mengapa bayi baru lahir harus diperiksa dengan teliti untuk menilai ada tidaknya jaundice/ ikterik dan ditangani secara tepat jika ditemukan adanya jaundice/ikterik


Bilirubin juga dapat menjadi sangat tinggi pada infeksi yang berat, penyakit hemolisis autoimun (penghancuran sel darah merah oleh sistem kekebalan tubuh sendiri), atau kekurangan enzim tertentu.


Gejala utama yang dapat dilihat pada bayi adalah perubahan warna menjadi kuning yang dapat dilihat pada mata, rongga mulut, dan kulit. Perubahan ini awalnya mudah tampak dari mata lalu apabila makin berat dapat menjalar hingga ke dada, perut, tangan, paha, hingga ke telapak kaki.


 


Penting untuk mengetahui kapan awal mula terjadinya kuning pada bayi tersebut karena dapat menentukan apakah ikterus ini bersifat fisiologis atau bersifat patologis.  Selain itu, pada bayi dengan ikterus neonatorus fisiologis, bayi tampak sehat dan tidak rewel. Apabila ditemukan kuning disertai dengan anak lesu, malas menetek, dan rewel, perlu dicurigai sebagai ikterus neonatorus patologis dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.


 


Tanda-tanda terjadinya ikterus neonatorum yang bersifat fisiologis:



  • Gejala kuning muncul pertama kali lebih dari 24 jam setelah lahir;

  • Kenaikan kabar bilirubin < 5 mg/dL;

  • Puncak dari kenaikan kadar bilirubin muncul di hari ke 3-5 dengan kadar bilirubin < 15 mg/dL;



  • Gejala kuning yang muncul menghilang dalam waktu 1 minggu untuk bayi cukup bulan dan 2 minggu pada bayi yang premature atau kurang bulan.


Apabila kuning yang muncul selain dari kriteria yang ada di atas, maka dimasukkan ke dalam tipe ikterus neonatorum yang bersifat patologis sehingga perlu evaluasi dan pemeriksaan yang lebih lanjut.


Pemeriksaan yang dilakukan berguna untuk mengatahui penyebab dari ikterus patologis tersebut, contoh pemeriksaan yang dapat dilakukan :



  • Kadar bilirubin serial atau diperiksa berulang-ulang sehingga dapat dipantau kenaikan kada bilirubinnya. Apabila kadar tinggi dapat segera diambil tindakan; golongan darah dan rhesus dari ibu dan bayi. Sering terjadi ikterus karena golongan darah atau rhesus ibu dan bayi tidak sesuai;

  • Tes Coomb; Hapusan darah tepi untuk mengetahui bentuk dari sel darah merah

  • Pemeriksaan darah lengkap untuk mengevaluasi kemungkinan infeksi.


 


Gejala ikterus neonatorum



  1. Beberapa bagian tubuh bayi berubah menjadi kekuningan, terutama pada bagian telapak kaki, telapak tangan, mulut dan mata bayi. Kemudian warna kuning akan menyebar ke semua bagian tubuh bayi dalam waktu yang sangat cepat.

  2. Penyakit akan terlihat dengan gejala yang lebih cepat sejak dilahirkan dan paling lama 72 jam setelah dilahirkan.

  3. Bagian mata dan mulut serta semua bagian wajah bayi bisa berubah menjadi kekuningan dan bayi menjadi sangat lemah.

  4. Bayi tidak mau minum ASI sejak baru dilahirkan dan sangat sulit untuk memberikan ASI pada bayi. Kondisi ini bisa memicu bayi menjadi sangat lemah termasuk resiko dehidrasi dan  hipotermia.

  5. Bayi akan lebih sering tidur dan terlihat sangat lemah. Berbeda dengan bayi yang sehat dan langsung menerima ASI atau colostrum sehingga bayi menjadi sangat lemah dan penilaian kesehatan bayi menjadi sangat rendah.

  6. Bayi mengeluarkan urin dan kotoran dengan warna yang lebih kuning dan keruh. Kondisi ini disebabkan karena bilirubin yang sangat tinggi dalam tubuh bayi sudah merusak sistem sekresi pada bayi. Ini menjadi indikasi bahwa kondisi tubuh bayi sangat buruk.


Penyebab ikterus neonatorum



  1. Penyakit ini pada dasarnya terjadi ketika tubuh bayi memiliki kadar bilirubin yang sangat tinggi dalam darah. Bilirubin merupakan zat yang menghasilkan warna kuning yang dihasilkan ketika sel darah merah dalam tubuh bayi memecah.

  2. Bayi memiliki jumlah sel darah merah yang sangat tinggi sejak baru lahir sehingga ketika sel darah merah memecah maka menghasilkan bilirubin yang lebih tinggi.

  3. Hati sebagai organ bayi yang penting untuk menghilangkan bilirubin dalam tubuh bayi belum bekerja sempurna. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi yang terlahir prematur, dimana organ tubuh belum terbentuk sempurna saat baru lahir.

  4. Bayi yang memiliki usus dengan fungsi yang belum sempurna maka kadar bilirubin juga akan meningkat dengan cepat. Pada bayi yang baru lahir maka usus dalam tubuh bayi belum memiliki organisme yang bisa mengolah bilirubin, akibatnya bilirubin akan diserap dalam hati kemudian terjadi penyakit ini.

  5. Bayi yang tidak menerima colostrum dan ASI yang cukup sehingga usus bayi menyerap bilirubin yang lebih tinggi. Beberapa bayi memang bisa mengalami ini akibat produksi ASI yang tidak banyak atau tidak cukup sehingga bayi kurang ASI. Beberapa bayi juga tidak mau minum susu pengganti seperti susu formula yang khusus diberikan pada bayi.

  6. Bayi yang memiliki rhesus darah berbeda dengan ibu sehingga tubuh bayi menghancurkan sel darah merah dengan sangat cepat. Perbedaan rhesus ini biasanya akan diketahui setelah bayi lahir. Ini masalah yang sangat rumit karena bayi memerlukan penanganan khusus.

  7. Bayi mengalami infeksi yang berat terutama infeksi pada bagian sistem pencernaan yang menyebabkan fungsi usus pada bayi mengalami

  8. Ketika bayi memilikin enzim G6PD yang sangat rendah. Enzim ini sangat penting untuk membantu sel darah merah dalam tubuh bayi tidak mengalami kerusakan atau pecah. Jika tubuh bayi kurang enzim ini maka sel darah merah akan pecah dengan cepat sehingga kadar bilirubin juga sangat tinggi. Ibu hamil yang kurang gizi sangat rentan dengan resiko ini.

  9. Bayi mengalami penyakit hati atau kerusakan hati sehingga tubuh bayi tidak bisa mengurangi bilirubin. Kerusakan hati paling sering terjadi selama bayi masih dalam bentuk janin dalam rahim ibu hamil. Kemudian ketika lahir maka kadar bilirubin dalam tubuh bayi menjadi sangat tinggi.


Tipe ikterus neonatorum



  • Ikterus Neonatorum Patologis


Kondisi ini membuat bayi memiliki kadar bilirubin yang sangat tinggi akibat penyakit tertentu atau infeksi yang terjadi pada tubuh. Penyakit yang menyebabkan kondisi ini termasuk seperti kelainan sel darah merah pada bayi, penyakit hemolitik, infeksi seperti sepsis dan meningitis, kelainan metabolisme seperti galaktosemia dan hipoglikemia, dan kelainan usus seperti mekoneum ileus, penyakit Hirschprung dan letak usus yang terlalu tinggi. Ada beberapa gejala yang terjadi akibat kondisi ini termasuk seperti:



  • Bayi berubah menjadi lebih kuning hanya dalam waktu kurang dari 24 jam.

  • Bayi kuning menjadi lebih parah pada umur lebih dari 24 jam.


Bayi kuning terjadi setelah umur bayi lebih dari 10 hari.



  • Ikterus neonatorum fisiologis


Ini adalah sebuah kondisi bilirubin yang sangat tinggi pada tubuh bayi akibat faktor fisiologis pada tubuh bayi dan biasanya paling sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Penyakit ini tidak muncul dengan cepat atau membutuhkan waktu selama kurang lebih hari dua sampai tiga hari setelah dilahirkan. Kemudian semakin lama semua gejala akan terjadi dengan cepat. Biasanya penyakit ini juga akan hilang sendiri selama kurang lebih 14 hari. Penyebab penyakit ini seperti organ hati bayi yang tidak sempurna, hati bayi yang belum terbentuk sempurna seperti pada bayi prematur dan kekurangan enzim tertentu yang menyebabkan sel darah merah pecah berlebihan dalam tubuh bayi.


 


Perawatan ikterus neonatorum



  1. Beberapa bayi yang menderita ikterus neonatorum bisa sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih 10 sampai 14 hari, namun tindakan ini harus mengamati gejala pada bayi secara terus menerus dan ada indikasi perubahan ke arah yang lebih baik.

  2. Tindakan fototerapi yaitu memberi sinar biru pada tubuh bayi agar bilirubin yang terbentuk dalam tubuh bayi bisa dipecah oleh hati dalam waktu yang lebih cepat. Ada dua jenis tindakan yang bisa dilakukan yaitu:

  3. Fototerapi konvensional : perawatan dilakukan dengan menempatkan bayi dibawah lampu neon atau lampu halogen dengan mata bayi yang ditutup sehingga sangat aman. Ini tindakan fototerapi yang paling sering digunakan.

  4. Fototerapi fiberoptik: dimana bayi diletakkan dalam selimut berkabel yang terdiri dari berbagai serat kabel optik yang memberi cahaya gerak lewat sinar yang dipantulkan ke arah punggung bayi. Perawatan ini paling sering dilakukan pada bayi prematur.

  5. Transfusi tukar darah dimana transfusi dilakukan dengan mengeluarkan sejumlah kecil darah bayi yang mengandung sel darah merah yang rusak dan menggantinya dengan sel darah yang lebih sehat. Biasanya sel darah bisa didapatkan dari ibu kandung atau dari keluarga dengan tipe darah yang sama.

  6. Bayi bisa diberikan ASI perah atau ASI secara langsung jika memungkinkan. ASI sangat penting untuk diberikan pada bayi agar mereka bisa mengelola kadar bilirubin. Termasuk untuk bayi yang menjalani perawatan dengan fototerapi maka ASI bisa diberikan secara teratur.

  7. Bayi prematur yang menerima ASI penuh dan mengalami ikterus neonatorum juga bisa mendapatkan kesembuhan dengan proses alami ini. Namun tindakan di rumah sakit diperlukan untuk membantu mencegah komplikasi.

  8. Jika bayi menderita ikterus neonatorum akibat penyakit infeksi tertentu maka perawatan untuk mengatasi penyakit tersebut bisa membantu menyembuhkan dengan cepat. Perlakuan untuk mencegah penyakit infeksi juga penting termasuk untuk tindakan IVIG yang bisa dilakukan jika rhesus ibu dan bayi berbeda.


 


Penanganan bayi kuning yang mengalami penyakit kuning fisiologis dan juga patologis tentunya berbeda. Penanganan yang dilakukan akan menyesuaikan jenis penyakit kuning tersebut dan melihat sejauh apa penyakit kuning tersebut berada di dalam tubuh bayi.


 


Berikut ini cara mengatasi penyakit kuning yang ada pada bayi :



  1. ASI Lebih Sering


Untuk mengatasi penyakit kuning terutama penyakit kuning yang sifatnya patologis ibu bisa memberikan ASInya lebih sering. Hal itu dikarenakan ASI bisa membentuk sistem imun bayi lebih meningkat dibandingkan sebelumnya, tugas sistem imun itu adalah untuk menjaga sel otak dari serangan bilirubin yang tinggi. ASI yang sering juga bisa memberikan ketenangan pada bayi, menghindarkan bayi dari dehidrasi.


ASI tersebut harus masuk ke dalam tubuh bayi, sehingga ibu harus bisa memastikan apakah bayi tersebut benar benar menyusu atau hanya sekedar mengempeng saja.  



  1. Menjemur Bayi


Menjemur bayi bisa digunakan untuk penanganan bayi kuning yang terjadi secara fisiologis atau normal. Vitamin D yang ada pada sinar matahari pagi sangat membantu bayi untuk bisa menghilangkan penyakit kuning yang ada di tubuhnya. Caranya adalah dengan sebagai berikut ini :



  • Menjemur bayi pada pukul setengah tujuh pagi sampai dengan pukul sembilan pagi, pastikan bahwa cuaca di pagi itu tidak mendung.

  • Menjemurnya bisa selama 30 jam sampai dengan satu jam.

  • Kondisi bayi yang dijemur dalam posisi telanjang sehingga tidak hanya kulit tertentu saja yang mendapatkan sinar matahari tersebut namun seluruh tubuh bayi terkena sinar.

  • Usahakan juga kulit yang terdapat penyakit kuningnya mendapatkan cukup sinar matahari.

  • Lindungi mata bayi, hal itu dilakukan agar mata tidak terpapar langsung dengan sinar matahari.



  1. Perhatikan Fisik Bayi


Untuk mengatasi penyakit kuning, ibu harus memperhatikan fisik bayi yang terjadi. Bagaimana kondisi bayi anda setelah menderita penyakit kuning tersebut. Yang harus diwaspadai adalah :



  • bayi yang memiliki fisik lemas

  • tidak aktif bergerak

  • tidak mau menyusu ibunya

  • menangis tidak kencang atau bisa juga hanya bisa merintih


Ketika hal itu terjadi ibu harus segera tanggap dan segera membawa bayinya ke rumah sakit.



  1. Terapi Sinar


Terapi sinar bisa digunakan untuk penanganan bayi kuning. Terapi sinar itu akan dilakukan oleh pihak rumah sakit yang dilengkapi dengan fototherapi. Untuk melakukannya, bayi bisa diletakkan ke dalam box bayi kemudian tubuh bayi dilakukan penyinaran. Bisa juga dengan cara ibu menggendong bayi masuk ke dalam ruangan fototherapy setelah itu bayi dilakukan penyinaran dengan rentang waktu yang ditentukan.



  1. Tindakan Medis


Bahaya bayi kuning yang terjadi lebih dari 2 minggu dan tidak kunjung sembuh sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan tindakan medis. Dokter yang mengatasi penyakit kuning tersebut akan mengecek kadar bilirubin bayi apakah memiliki kadar bilirubin yang tinggi. Jika tinggi dokter akan melakukan penyinaran atau bahkan melakukan transfusi darah kepada bayi tersebut.



  1. Mencari Penyebab Bayi Kuning


Salah satu hal yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya bayi kuning adalah mencari penyebab kuning tersebut. Apakah disebabkan oleh faktor fisiologis atau karena patologis. Jika fisiologis, kuning tersebut bisa hilang dengan sendirinya sedangkan jika karena patologis diperlukan campur tangan dokter untuk mengatasinya.



  1. Jangan Membuat Bayi Dehidrasi


Jangan membuat bayi terkena dehidrasi, dehidrasi bisa membuat bayi terus mengalami penyakit kuning. Oleh sebab itulah berikan cairan sesering mungkin kepada bayi, caranya adalah dengan memberikan ASI selama 3 sampai dengan 4 jam. Ketika bayi bangun tidur berikan ASI dengan segera jangan tunggu bayi sampai menangis terlebih dahulu.


 


Cara Mencegah Bayi Kuning


Setelah mengetahui bagaimana cara mengatasi bayi kuning baru lahir, ada baiknya ibu tahu bagaimana cara mencegah agar bayi tidak mengidap atau mengalami penyakit kuning. Berikut ini adalah cara mencegah bayi memiliki penyakit kuning yang harus diketahui :



  • Lebih Peka Dan Teliti


Peka dan teliti diperlukan untuk mencegah bayi terkena penyakit kuning. Peka dan teliti itu bisa dilakukan dengan mengetahui kapan munculnya ganggua kehamilan tersebut. Bagaimana peningkatan penyakit kuning tersebut di dalam tubuh bayi serta berapa lama bayi mengalami penyakit kuning itu.



  • Hindari Obat-Obatan


Selama hamil hindari obat-obatan sembarangan, hal itu bisa digunakan untuk mencegah bayi terkena penyakit kuning. Alasannya adalah ada jenis obat-obatan yang memiliki sulfa, sulfa tersebut adalah penghancur sel darah merah. Selain berhati-hati dalam mengkonsumsi obat selama kehamilan, ibu juga tidak boleh memberikan sembarangan obat kepada bayi yang mengidap penyakit kuning.



  • Hindari Infeksi


Bayi rentan untuk terkena infeksi, oleh sebab itulah sebagai ibu harus bisa menghindarkan bayi dari berbagai macam infeksi. Hal yang bisa dilakukan oleh ibu adalah selalu menjaga kebersihan tubuh bayi dan lingkungan di sekitar bayi. Jangan sampai bayi atau lingkungan bayi tersebut tercemar.


Ibu juga harus memperhatikan kesterilan dari perlengkapan bayi yang digunakan misalnya saja kempong, alat makan dan lain sebagainya, jika tidak steril kuman dan bakteri bisa masuk ke dalam tubuh bayi dan menyebabkan bayi terkena penyakit kuning.


 


Penanganan bayi kuning diperlukan sesegera mungkin agar ibu yang memiliki bayi kuning terutama penyakit kuning patologis bisa mendapatkan penanganan  dengan segera. Jika penyakit kuning patologis tidak segera diatasi akibatnya adalah bisa membahayakan sel syaraf pusat bayi dan berbagai macam gangguan yang berbahaya lainnya.


 


Semoga bermanfaat


 


Diare pada anak

Diare adalah suatu kondisi saat seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering, biasanya sebanyak tiga kali atau lebih dalam satu hari.


Penyebab diare secara klinis dapat dikelempokkan ke dalam 6 golongan besar, yaitu infeksi (disebabkan oleh bakteri, virus, atau infeksi parasit), malabsorpsi, alergi, keracunan, imunodefisiensi, dan sebab-sebab lain. Namun, penyebab diare yang paling sering ditemukan di lapangan ataupun secara klinis adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan.


Jenis diare ada dua macam:



  1. Diare akut, diare yang berlangsung kurang dari 14 hari.

  2. Diare kronik (diare persisten), merupakan diare yang berlangsung lebih dari 14 hari.


 


Apabila anak kita terkena diare, maka harus ekstra waspada terhadap terjadinya dehidrasi. Dehidrasi merupakan suatu keadaan saat tubuh kekurangan cairan. Bayi dan anak-anak lebih mudah untuk mengalami kehilangan cairan.


 


Dehidrasi dibagi menjadi tiga derajat dalam penanganan kasus diare dan dehidrasi.



  1. Diare tanpa dehidrasi

  2. Diare dengan dehidrasi ringan atau sedang.

  3. Diare dengan dehidrasi berat.


 


Tanda-tanda Dehidrasi Pada Anak Diare



































Gejala atau Derajat DehidrasiDiare Tanpa Dehidrasi (Bila terdapat dua atau lebih tanda)Diare dengan Dehidrasi Ringan atau Sedang (Terdapat dua tanda atau lebih)Diare dengan Dehidrasi Berat (terdapat dua tanda atau lebih)
Keadaan umumBaik dan sadarGelisah dan rewelLesu dan lunglai atau tidak sadar
MataTidak cekungCekungCekung
Keinginan untuk minum atau haus?Normal dan tidak ada rasa hausIngin minum terus dan ada rasa hausMalas minum
Cubitan kulit perut atau turgor kulitKembali segeraKembali lambatKembali sangat lambat

 


Cara mencegah diare pada anak.



  • Memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai usia 2 tahun. Bayi yang mendapatkan ASIX terbukti jarang terkena diare karena memiliki sistem pertahanan pencernaan yang lebih baik.

  • Memberikan makanan pendamping ASI sesuai umur dan menjaga higienisitas selama penyiapannya. Cucilah bahan makanan anak dan keluarga sebelum diolah dan masaklah sampai matang.

  • Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar air besar serta saat akan bersentuhan dengan bayi.

  • Membuang feses bayi dengan benar.

  • Memberikan imunisasi rotavirus dan campak.


 


Cara mencegah dehidrasi sebelum anak dibawa ke dokter atau sarana kesahatan adalah memberikan oralit. Bila tidak tersedia, maka berikan cairan rumah tangga seperti air putih matang, kuah sayur, atau sari buah. Prinsipnya adalah memberi cairan kepada anak lebih sering dan lebih banyak.


 


Saat ini pemerintah Indonesia memiliki program untuk menuntaskan diare pada anak. Program tersebut bernama Lintas Diare (Lima Langkah Tuntaskan Diare). Berikut ini langkah-langkah yang saya kutip dari Buku Saku Petugas Kesehatan yang dikeluarkan oleh Dirjen Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan, Depkes RI tahun 2011.


 


Lima Langkah Tuntaskan Diare



  1. Memberikan Cairan Lebih Banyak dari Biasanya


Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bagi bayi ASI, berikan ASI lebih sering dan lebih lama sedangkan bagi bayi non-ASI dilanjutkan dengan pemberian susu yang biasa diminum dan oralit atau cairan rumah tangga sebagai tambahan, misalnya air matang.


Prinsipnya adalah memberikan cairan sebanyak-banyaknya pada saat anak diare. Oralit dapat diberikan sampai diare berhenti. Bila muntah, tunggu 10 menit dan lanjutkan pemberian sedikit demi sedikit.


#PENTING



  • Pemberian oralit untuk anak usia kurang dari 1 tahun sebanyak 50-100 ml setiap kali setelah BAB

  • Pemberian oralit untuk anak usia lebih dari 1 tahun sebanyak 100-200 ml setiap kali setelah BAB


Memberikan Suplemen Zink


Pemberian suplemen zink selama 10 hari secara berturut-turut meski diare sudah berhenti. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari kemungkinan diare berulang dalam waktu 2-3 bulan ke depan. Tablet zink merupakan suatu zat gizi mikro yang penting untuk anak karena saat anak mengalami diare pasti banyak kehilangan mineral zink. Alesan itulah yang mendasari anak diare membutuhkan penggantian kebutuhan zink. Selain itu, mineral zink membantu proses penyembuhan diare. Tablet zink dapat diberikan dengan cara dikunyah atau dilarutkan ke dalam 1 sendok air matang atau ASI.


PENTING



  • Pemberian suplemen zink untuk anak berusia kurang dari 6 bulan sebanyak 10 mg (1/2 tablet) per hari.

  • Pemberian suplemen zink untuk anak berusia di atas 6 bulan sebanyak 20 mg (1 tablet) per hari


Memberikan Makanan Pencegah Kurang Gizi


Nafsu makan anak yang sedang diare biasanya akan berkurang. Tapi tak perlu dipaksakan. Tetaplah memberikan makan yang sesuai dengan usia anak dan menu yang sama saat anak sehat. Bunda dapat menambahkan 1-2 sendok teh minyak sayur ke dalam porsi makan anak sebagai tambahan sumber lemak.


Berikan juga makanan yang kaya kalium, seperti sari buah segar, dan pisang. Beri makanan dengan frekuensi lebih sering dari biasanya dan porsi lebih kecil (setiap 3-4 jam sekali). Setelah diare berhenti, beri makanan yang sama dan makanan tambahan selama 2 minggu. Bagi bayi berusaha di bawah 6 bulan dan mengalami diare, maka lanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif sesuka dan semau bayi.


 



  1. Memberikan Antibiotik Jika Ada Indikasi


Antibiotik diberikan jika ada indikasi infeksi bakteri, misalnya disentri amuba atau basiler dan kolera.


 



  1. Memberi Informasi kapan HARUS segera ke dokter atau rumah sakit kepada orangtua atau pengasuh.


Bunda dapat segera membawa anak kembali ke dokter atau ke rumah sakit terdekat jika BAB cair lebih sering (lebih dari 10 kali per hari), muntah berulang, anak menjadi sangat kehausan, makan dan minum sangat sedikit, berak disertai darah, serta tidak menunjukan tanda-tanda membaik dalam 3 hari.


semoga bermanfaat


DEMAM PADA ANAK

Demam adalah kondisi saat suhu tubuh kita meningkat di atas suhu normalnya, yaitu di atas 380 C. Sementara itu, suhu tubuh normal manusia berkisar 36,20 -37,40 C.


Anak bisa demam karena ada pengatur suhu super canggih sedunia di dalam otak. Saya sebut super canggih karena pengatur suhu ini mampu merespons hingga 0,010 C perubahan di permukaan tubuh kita. Pengatur suhu tubuh ini disebut hypothalamus. Dialah thermostat di dalam tubuh manusia yang bertanggung jawab memantau dan mengendalikan suhu tubuh. Suhu tubuh rata-rata kita dipertahankan oleh hypothalamus pada suhu 370 C.


Demam terjadi sebagai respons tubuh terhadap masuknya sesuatu yang dianggap “asing” (misalnya kuman: virus atau bakteri) oleh tubuh sehingga merangsang makrofag untuk membentuk molekul kimia kecil yang bernama zat Pirogen-Endogen (PE). Zat inilah yang kemudian bekerja pada hypothalamus dengan bantuan enzim cyclooxigenase pembentuk prostaglandin. Protaglandin-lah yang kemudian menyalakan thermostat hypothalamus hingga terjadi kenaikan suhu di atas setting normal, yaitu diatas 380C yang kemudian menjadi demam.


Penyebab demam itu bermacam-macam. Bisa disebabkan oleh infeksi, misalnya infeksi virus, bakteri, atau jamur dan non-infeksi, seperti tumbuhnya gigi geligi (teething), alergi, atau keganasan.


Apa yang sebaiknya saya lakukan kalau anak demam di rumah?


Lakukan beberapa hal berikut jika si kecil sedang demam di rumah.



  • Tidak perlu panik. Ukurlah suhu tubuh anak menggunakan termometer agar hasil pengukuran lebih objektif, bukan dengan “tanganmeter”

  • Usahakan agar anak tidur atau istirahat sehingga proses metabolisme dalam tubuhnya menurun.

  • Cukupi kebutuhan cairan dan dan tetap lanjutkan pemberian ASI ketika demam. Beri air putih dalam jumlah lebih besar kepada anak. Hal ini guna mencegah dehidrasi karena penguapan tubuh meningkat saat demam.

  • Pastikan suhu ruangan tidak panas. Pasang kipas angin agar aliran udara terjaga.

  • Pakaikan anak baju yang tipis agar panas dalam tubuh anak mudah menguap. Bukan sebaliknya, dipakaikan jaket atau diselimuti tebal, perlakuan ini tidak efektif.

  • Bantu anak dengan mengompres air hangat karena akan sangat membantu penurunan suhu tubuh.

  • Perhatikanlah keadaan umum atau tingkah laku anak selama demam. Ini penting, jika anak masih bisa asyik bermain dengan teman-temannya, bisa ketawa-ketawi (bercanda) dengan kita, atau loncat sana-sini seperti hari-hari biasanya sebelum demam maka bunda tak perlu cemas. Pasalnya, demam pada dasarnya memang tidak berbahaya. Tujuan utama pemberian oabt penurun demam untuk mengurangi ketidaknyamanan pada bayi dan balita serta memberikan efek lain berupa penurunan suhu tubuh.

  • Lakukan skin to skin pada bayi. Skin to skin adalah kontak langsung antara kulit tubuh bunda atau ayah dengan kulit anak. Caranya dengan melepaskan baju anak dan menempelkan pada dada ayah atau bunda yang terbuka kemudian dapat diselimuti kain yang tipis. Perlakuan ini cukup efektif menurunkan suhu tubuh anak yang demam lho.

  • Anak diajak berendam dalam air hangat. Caranya dengan mengajak anak berendam dalam bak berisi air hangat. Posisikan anak dalam keadaan duduk kemudian kompres anak dengan washlap atau kain pada kepala, bahu, dada, dan punggung. Durasi berendam selama 15-30 menit dan jaga air tetap hangat.


 


Orang tua harus membawa anak demam ke dokter jika menemukan satu beberapa gejala yang di bawah ini:



  1. Anak menjadi sangat iritabel atau menangis terus-menerus dan tidak dapat ditenangkan.

  2. Sudah ada tanda dehidrasi, seperti gelisah, muntah, diare, menjadi malas menyusu, malas minum air, dan menolak makan.

  3. Anak menjadi lemas, lesu, dan jika dibangunkan hanya ingin tidur terus-menerus. Hal ini merupakan tanda mulai terjadi penurunan kesadaran.

  4. Anak menjadi kejang lebih dari 5 menit

  5. Ada sesak napas.


semoga bermanfaat


BATUK DAN PILEK PADA BAYI

Perlu bunda ketahui, batuk pilek hanyalah gejala dari suatu penyakit. Nah, penyakit inilah yang kita cari sebabnya dan bukan menghilangkan batuk pilek dari tubuh secara mati-matiin. Ini jelas keliru, batuk dan pilek merupakan respons tubuh kita untuk “mengeluarkan” benda asing yang berusaha mengotori saluran napas.


Batuk adalah mekanisme pertahanan yang baik dari tubuh. Saat anak batuk, maka saluran pernapasan akan selalu terjaga kebersihannya. Batuk mempertahankan diri kita dengan menghalangi dan mengeluarkan benda asing termasuk virus, bakteri, partikel debu, dan makanan. Batuk adalah suatu reflex yang terjadi karena terasangnya reseptor batuk pada seluruh saluran napas (mulai dari hidung sampai alveolus).


Ketika ada benda asing yang berhasil masuk ke dalam saluran pernapasan, maka reseptor batuk di paru-paru mengirimkan sinyal ke saraf pusat untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Alhasil, batuklah kita. Nah, demikian juga pilek. Lender atau ingus yang diproduksi saat anak pilek merupakan bagian dari cara tubuh untuk mengeluarkan benda asing termasuk si kuman virus dan bakteri serta partikel kecil lainnya. Batuk pilek tidak selalu jahat. Karena itu, bunda seharusnya lebih bijak menyikapi si batuk pilek ini.


Beberapa penyakit yang umumnya sering terjadi pada anak disertai batuk saja, pilek saja, atau keduanya (batuk dan pilek), antara lain seperti:



  1. Common Cold (Selesma)


Jenis batuk pilek yang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak adalah si common cold (selesma). Pada orang dewasa, kejadiannya bisa sebanyak 2-4 kali per tahun. Sementara pada anak bisa mencapai 8 kali per tahun. Selesma disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas. Sebanyak 30-50% penyebab utamanya adalah rhinovirus dan coronavirus merupakan penyebab kedua terbanyak berkisar 10-15% kemudian sisanya disebabkan virus influenza (5-15%)


Puncak penyakit ini sekitar 2-3 hari setelah terinfeksi dan biasa berlangsung selama 14-21 hari, tergantung daya tahan tubuh anak dan ada-tidaknya penderita selesma di dekat anak. Gejala penyakit selesma adalah bersin-bersin, pilek, hidung tersumbat, tenggorokan sakit, batuk-batuk, mata berair, sakit kepala, dan kadang disertai demam hangat sampai tinggi.


Selesma merupakan langganan penyakit paling sering pada bayi dan anak. Pasalnya, rhinovirus yang menyerang manusia ini berjumlah lebih dari 100 jenis. Bisa saja sudah sembuh dari jenis yang satu dan tidak menutup kemungkinan terinfeksi jenis yang lain.


Sifat dari infeksi penyakit yang disebabkan virus adalah self limited disease. Artinya, penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya karena daya lawan dari sistem imunitas tubuh kita. Sebenarnya tidak perlu pengobatan khusus karena dapat sembuh dengan sendirinya dan hanya saja membutuhkan waktu bertahap untuk dapat sembuh.


 



  1. Pharyngitis&Tonsilitis (Radang Tenggorokan dan Infeksi Amandel atau Sore Throat)


Pharyngitis berarti radang pada faring atau yang lebih familiar dikenal radang tenggorokan. Sementara itu, tonsilitis adalah radang pada tonsil atau lebih familiar disebut radang amandel .


Apa penyebab radang tenggorokan ini? Paling banyak disebabkan infeksi virus, tapi dalam perjalanannya bisa juga ditumpangi oleh bakteri seperti Streptococcus. Gejala radang tenggorokan adalah batuk, nyeri saat menelan, tenggorokan terasa kering dan panas, serta sulit berbicara pada tingkat yang parah.


Pada pemeriksaan fisik biasanya anak disuruh membuka mulut dan dokter akan menyenteri bagian tenggorokan anak. Nah, biasanya akan ditemukan tanda-tanda peradangan, meliputi warna merah, bengkak, dan panas.



  1. Bronchitis (Infeksi Saluran Napas)


Bronchitis merupakan radang saluran napas atau radang pada batang saluran napas. Penyebab terbanyaknya adalah alergi dan infeksi (virus atau bakteri). Alergi bisa disebabkan adanya riwayat keturunan pada keluarga atau adanya paparan lingkungan yang kotor dan berdebu, serta riwayat kontak dengan perokok sehingga menghirup asap rokok secara pasif.


Bronchitis berbeda dengan flek paru (TB anak). Pembedanya ada pada faktor penyebab. Tuberkulosis anak disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis, sementara bronchitis disebabkan alergi dan infeksi alergi dan infeksi virus atau bakteri (misalnya Streptoccocus).


Infeksi bronchitis disebabkan oleh infeksi virus sehingga tidak diperlukan antibiotik dan biasanya dapat sembuh sendiri dalam dua minggu. Namun, jika dalam perjalanan penyakitnya tertumpangi bakteri karena fungsi daya tahan tubuh yang menurun akibat infeksi virus, maka proses penyembuhannya lebih lama. Pemberian antibiotik dapat dipertimbangkan jika belum ada perbaikan lebih dari 3 minggu.


 


Jika anak terkena salah satu penyakit tersebut, bunda bisa melakukan berbagai hal, seperti:



  • Sabarlah mendampingi anak yang sakit dan telaten dalam merawat anak sedang sakit dan telaten dalamn merawat anak yang sedang sakit.

  • Cari penyebab penyakitnya. Penyebab terbanyak penyakit adalah virus. Sifat penyakit yang disebabkan virus adalah self limited disease, yaitu dapat sembuh sendiri dengan mengandalkan daya tahan tubuh anak.

  • Jika penyebabnya adalah alergi, maka sebisa mungkin minimalisasi paparan penyebab alergi tersebut. Misalnya usahakan lingkungan selalu bersih jika penyebabnya adalah alergi debu.

  • Jauhkan anak dari paparan asap rokok.

  • Pastikan anak cukup istirahat.

  • Minum yang banyak karena cairan paling dibutuhkan oleh anak. Teruskan pemberian ASI bagi anak yang batuk berumur di bawah 6 bulan. Bagi anak yang berumur di atas 6 bulan dapat diberikan air putih hangat (5-15ml) sebanyak 4 kali sehari selama batuk. Minum banyak sangat membantu proses pengenceran dahak atau lendir.

  • Pada anak yang lebih besar dan dapat diajak komunikasi, ajak berkumur dengan air garam hangat.

  • Apabila hidung anak tersumbat dapat dibantu dengan memberi tetes garam fisiologi (Natrium Chlorida (NaCl 0,9%)) atau menghirup uap air panas yang dibuat sendiri di rumah.









Bunda harus membawa anak yang sedang batuk pilek ke dokter jika:


Ƙ  Anak menjadi sangat rewel dan sulit ditenangkan


Ƙ  Jika demam tinggi, di atas 400 C


Ƙ  Gejala menetap selama lebih dari 14-21 tanpa ad perbaikan


Ƙ  Gangguan pernapasan, misalnya napas menjadi sangat cepat atau ada “mengi”


Ƙ  Sakit telinga atau keluar cairan dari dalam telinga


Ƙ  Penurunan kesadaran. Ketika dibangunkan selalu mengantuk dan sulit bangun


Ƙ  Kejang


Ƙ  Muntah-muntah dan nyeri perut



  • Humid Environment atau buat lingkungan agar tidak kering seperti udara ber-AC. Hal ini bisa dibantu dengan cara memberi baskom berisi air panas dan letakkan di kamar ketika anak tidur. Cara ini dapat membantu untuk melegakan hidung anak yang tersumbat.


STIMULUS CERDAS UNTUK BUAH HATI

Apa itu stimulus?


Stimulus dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir (bahkan sebaiknya sejak janin 6 bulan di dalam kandungan) untuk merangsang semua sistem indra (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, dan pengecapan) merangsang perkembangan motorik kasar dan halus, serta merangsang perasaan yang menyenangkan dalam pikiran bayi dan balita.


Rangsangan yang dilakukan sejak lahir, terus-menerus, bervariasi, dengan suasana bermain dan kasih sayang, akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak (kecerdasan multipel).


Pada prinsipnya, semua ucapan, sikap, dan perbuatan ibu atau pengasuh yang berulang-ulang akan terekam dalam otak bayi sehingga akan berisiko ditiru olehnya. Apa yang lihat, dengar, atau rasakan akan menjadi pengalaman baru bagi bayi sehingga ia akan mencoba melakukannya sendiri.


 


Cara melakukan stimulasi dini


Anda dapat melakukan stimulasi setiap kali kesempatan berinteraksi dengan si kecil. Misalnya ketika memandikan, mengganti popok, atau menyusui. Bisa pula anda benar-benar menjadwal waktu khusus untuk memberinya stimulus cerdas dengan melakukan baby gym, pemijatan, dan brain gym.


Siapa yang melakukannya dan di mana?


Siapa pun dapat melakukan stimulus pada si kecil. Ibu, ayah, kakek, nenek atau keluarga terdekat sama baiknya. Semakin banyak orang yang melakukan rangsangan, si kecil mendapat pelajaran baru mengenali karakter bnayak orang. Demikian juga mengenai tempat, tidak ada tempat khusus untuk melakukan stimulasi. Anda hanya perlu memperhatikan kenyamanan dan keamanan saja.


Baby Gym (Senam Bayi)



  1. Dasar sederhana baby gym


Senam bayi adalah salah satu cara stimulus ynag efektif. Mengajak bayi melakukan gerakan-gerakan senam yang ringan ini sangat penting bagi perkembangan motorik kasar maupun motorik halus.


Motorik kasar mencakup keterampilan otot-otot besar, misalnya merangkak dan berjalan. Sedangkan motorik halus melibatkan gerak otot-otot kecil seperti menggerakan jari-jari, atau memegang benda dengan jempol dan telunjuk.


Tidak hanya menstimulus motorik, ketika melakukan baby gym, anda pun akan sekaligus melakukan deteksi dini inidikasi penyimpangan perkembangan bayi anda.



  1. Manfaat baby gym


Beberapa manfaat spesifik yang anda dapatkan dari baby gym adalah sebagai berikut.



  • Meningkatkan bonding atau ikatan kasi sayang antara bayi dan orangtua

  • Menguatkan otot-otot dan persedian

  • Meningkatkan daya kelenturan tubuh

  • Meningkatkan keterampilan gerak tubuh

  • Memperlancar peredaran darah

  • Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan

  • Memberi kesempatan si kecil untuk mengeksplorasi bagian tubuhnya

  • Meningkatkan sistem imunitas tubuh

  • Meningkatkan kewaspadaan


 



  1. Persiapan baby gym



  • Sediakan waktu khusus selama 10 menit khusus untuk Anda dan si kecil.

  • Selesaikan semua urusan agar waktu Anda tudak terganggu

  • Lepaskan semua perhiasan yang menempel di tangan anda

  • Tangan dalam kondisi bersih dan kuku pendek

  • Pastikan alas tidur dalam kondisi yang rata dan nyaman

  • Iringi baby gym dengan musik yang gembira atau musik instrumental



  1. Gerakan dasar baby gym


Untuk bayi 3-5 bulan



  1. Gerakan jari dan tangan



  • Biarkan jari anda digenggam oleh si kecil, lalu gerakkan tangannya ke atas dan ke bawah, ke samping kanan dan kiri serta menyilang di depan dada secara bergantian.

  • Lakukan gerakan ini secara bergantian antara tangan kanan dan tangan kiri



  1. Gerakan kaki



  • Baringkan bayi dengan posisi tengkurap

  • Pegang pergelangan kaki bayi dengan menggunakan tangan anda

  • Gerakan kaki bayi ke atas, ke bawah, dan menyilang

  • Lakukan secara bergantian


Untuk bayi 6-8 bulan



  1. Gerakan tubuh telentang



  • Baringkan bayi dengan posisi telentang

  • Pegang tangan dan kedua kakinya sambil ditekuk siku serta lututnya

  • Tarik perlahan-lahan kepalanya sampai terangkat dan posisi bayi menjadi duduk, lalu turunan kembali kepalanya hingga dalam posisi semula.

  • Lakukan sebanyak 3-5 kali



  1. Gerakan tubuh tengkurap



  • Posisikan bayi dengan posisi tengkurap

  • Pegang bayi di bagian belikat seperti ketika anda akan menggendongnya.

  • Angkat perlahan bayi anda sampai lengannya lurus dan menopang tubuhnya (seperti sedang melakukan gerakan push up untuk perempuan)


Untuk bayi lebih dari 9 bulan



  • Si kecil dalam posisi jongkok di atas kedua kakinya (seperti duduk tasyahud)

  • Biarkan tubuhnya ditopang dengan cara bertumpu pada kedua lengannya dengan posisi siku lurus

  • Angkat dan turunkan pantatnya sehingga tumpuannya berganti ke depan dan ke belakang atau ke samping kanan dan kiri.


Pijat Bayi



  1. Mengapa bayi sebaiknya dipijat?


Pijat bayi dan anak ternyata merupakan perilaku sehat yang sangat besar kontribusnya dalam meningkatkan pertumbuhan fisik dan mental bayi dan anak-anak. Banyak manfaat dari pemijatan pada bayi. Beberapa fakta tentang manfaat pijat ini adalah:



  • Bayi-bayi prematur yang diberikan sentuhan (pijatan) secara teratur tiap hari menunjukan perkembangan fisik dan emosional yang lebih baik dibandingkan dengan bayi-bayi yang tidak diberikan terapi sentuh (tidak dipijat)

  • Pemijatan bayi prematur meningkatkan berat badan 20 hingga 40 persen dibandingkan dengan bayi-bayi yang tidak dipijat.

  • Pemijatan bayi yang dilakukan oleh sang ayah akan membuat perasaan positif ibu sehingga ibu merasa nyaman dan bahagia. Perasaan ini merangsang hormon oksitosin pada ibu yang sangat berperan dalam produksi ASI.

  • Pemijatan pada bayi di bawah enam tahun dapat meningkatkan kesehatan fisik dan ketahanan mentalnya.

  • Akan terjadi peningkatan dalam beberapa kondisi kesehatan dan psikologis bayi setelah dilakukan pemijatan. Kondisi yang membaik ini adalah pertumbuhan bayi, perbaikan depresi dan masalah adiktif, sindrom rasa sakit, dan perbaikan dalam kondisi kekebalannya.


 


Kini semakin banyak ibu-ibu modern yang memijat bayinya karena mereka semakin paham bahwa pijat bayi sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas kesehatan bayinya. Pijat bayi adalah cara menyehatkan bayi secara aman dan bijaksana.


Di beberapa rumah sakit atau klinik modern mulai semakin digalakkan pelayanan atau anjuran bagi ibu-ibu untuk memijat bayinya. Beberapa klinik bahkan menyelenggarakan seminar-seminar dan pelatihan memijat bayi yang ditujukan kepada masyarakat umum.


Ini tentu saja kemajuan yang sangat menggembirakan. Di beberapa negara maju, pijat bayi telah lama menjadi trend dan bahkan merupakan paket tak terpisahkan dari rangkaian proses perawatan bayi yang sehat.


 



  1. Penelitian tentang pijat bayi


Sekelompok ilmuwan dari Venezuela yang dipimpin oleh Dr. Beatriz Manrique dari Ministerio del Estado para el Desarrollo de la Inteligencia (Departemen Pengembangan Kecerdasan) dan Proyecto Familia melakukan penelitian mengenai stimulus sentuhan terhadap janin dalam kandungan, menjelang kelahiran, hingga pascalahir.


Pada janin yang ketika dalam kandungan diperlukan dengan sentuhan lembut, ia mengamati bahwa sesaat ketika lahir, bayi-bayi itu lebih lincah gerakannya. Dalam perkembangannya, ia lebih cepat merespons suara ibunya meskipun dalam suasana yang bising. Bayi-bayi ini kemudian tumbuh menjadi bayi yang mudah tersenyum dan tertawa, pemberani, dan mudah bergaul.


Ia menyimpulkan bahwaa sentuhan lembut pada janin melalui perut ibunya, dan pijatan pada bayi tidak hanya meningkatkan kecerdasan si bayi. Perlakuan ini juga meningkatkan peningkatan perkembangan dalam hubungan sosial, mental, dan emosi si bayi. Diharapkan bahwa dengan mengawali bayi dengan pemijatan yang benar, bayi-bayi ini kelak akan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sangat unggul kecerdasannya, unggul dalam hubungan sosial dan memiliki emosi serta mental yang tangguh.


Sebuah hasil penelitian yang kami kutip dari Johnson’s menyebutkan bahwa sentuhan pada bayi akan menyebabkan berbagai perubahan positif. Sentuhan itu dapat membuat bayi rileks, tenang, dan nyaman. Dengan melakukan pemijatan yang benar, bayi akan mengalami peningkatan nafsu makan dan efektivitas dalam istirahat (tidur). Secara mental, pemijatan pada bayi dapat memperbaiki kondisi mental bayi, meningkatkan kecerdasan dan bayi memiliki kemampuan interaksi sosial yang baik.



  1. Manfaat langsung pijat bayi



  • Meningkatkan efektivitas istirahat (tidur) bayi


Bayi yang otot-ototnya distimulus dengan urut atau pemijatan akan merasakan sensasi tenang dan mengantuk. Kebanyakan bayi akan tidur dengan tenang dan mengantuk. Kebanyakan bayi akan tidur dengan waktu yang lama begitu pemijatan usai dilakukan kepadanya. Selain lama, bayi tampak tidur dengan lelap dan tidak rewel seperti sebelumnya. Ini menunjukan bahwa bayi merasa tenang setelah dipijat.



  • Memperbaiki konsentrasi bayi


Pemijatan berarti memperlancar peredaran darah. Darah pada tubuh manusia mengalir ke seluruh tubuh, termasuk ke otaknya. Salah satu zat penting yang dibawa oleh darah adalah oksigen. Semakin baik aliran darah ke otak, semakin berkecukupan kebutuhan oksigen otak yang terpenuhi. Dengan terpenuhinya oksigen di otak secara cukup, konsentrasi dan kesiagaan bayi semakin baik.



  • Meningkatkan produksi ASI ibu


Piajt bayi menyebabkan bayi rileks dan dapat beristirahat dengan efektif, meningkatkan kesiagaan dan konsentrasi bayi sehingga aktifitas yang ia lakukan selalu dalam keadaan fit. Dengan aktifitas optimal yang dilakukan oleh bayi, energi menjadi banyak yang keluar sehingga bayi cepat lapar dan nafsu makan meningkat.



  • Peningkatan nafsu makan karena sebab ini membuat bayi lebih cepat lapar dan memerlukan isapan ASI cukup banyak setiap harinya. Sedangkan ASI semakin banyak disedot akan semakin terstimulasi untuk berproduksi. Akhirnya, karena disedot terus-menerus ASI ibu juga akan terus terpacu keluar dengan lancar.

  • Membantu menghilangkan rasa lelah badan


Pemijatan mempengaruhi aktivitas oksitosin dan endorphin sehingga dapat membantu dalam meringankan ketidaknyaman atau ketidaklancaran dalam pencernaan, gangguan perut (kolik) dan tekanan emosi.


Untuk dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan pada bayi, endorphin dan oksitosin muncul membantu meringankan rasa sakit atau lelah dan meningkatkan rasa nyaman bayi.



  • Memacu perkembangan otak dan sistem saraf


Stimulasi yang diberikan pada kulit bayi akan memacu proses myelinasi/ penyempurnaan otak dan system saraf sehingga dapat meningkatkan komunikasi otak ke tubuh bayi akan keaktifan sel neuron. Myelinasi yang berlangsung lebih cepat ini memungkinkan otak bayi semakin terpaju untuk berfungsi sempurna dalam mengordinasi tubuh. Bayi lebih sigap dan lincah dalam menanggapi apa yangt dihadapinya.



  • Menstimulasi aktifitas nervus vagus untuk perbaikan pencernaan


Peristaltis adalah “semacam gelombang, kontraksi teratur saluran menuju lambung yang menggerakan bahan makanan agar dapat berproses dalam saluran pencernaan.” Pemijatan meningkatkan gerak peristaltis,sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa pemijatan dapat merangsang dan membantu perbaikan pencernaan.



  • Menstimulasi aktivitas nervus vagus untuk perbaikan pernapasan


Aktivitas serat-serat nervus vagus juga berpengaruh pada paru-paru. Pemijatan selama 20 menit yang dilakukan setiap malam pada anak-anak asma dapat menyebabkan ia bernapas dengan cara yang lebih baik. Ukuran keberhasilan napas ini ditunjukan dengan pembacaan grafik peningkatan aliran udara setiap hari yang semakin meningkat. Dengan demikian, dpat disimpulkan bahwa pemijatan dapat memperbaiki pernapasan.



  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh


Pemijatan memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan jumlah sel pembunuh alami. Sel pembunuh alami adalah sekelompok sel darah putih yang dapat membunuh beberapa jenis sel tumor. Kejadian ini diharapkan akan memiliki implikasi positif terutama bagi anak-anak yang menderita ancaman HIV atau kanker.



  • Pendidikan bagi bayi sejak dini mengenai perawatan tubuhnya


Hal ini terbentuk ketika ibu memijat bayi disertai dengan komunikasi, yaitu sambil tersenyum dan seolah berbicara dengan bayinya. Anda memijat bagian bagian badan bayi sambil mengatakan, “ini tangan adek, buat pegang mainan. Ini kaki adek, nanti buat main bola,” dan sebagainya sehingga si kecil merasa diajari mengenal bagian tubuh dan fungsinya. Anda juga dapat mengajarkan dengan cara menggerak-gerakkan bagian tubuh yang dipegangnya menirukan gerakan organ yang seharusnya, misal menggerakan kaki dengan gerakan kaki melangkah, membantu membuka telapak kedua tangan dan menirukan gerakan tepuk tangan.



  • Pemijatan meningkatan kepercayaan diri ibu dengan peran barunya sebagai ibu


Tidak semua ibu ketika melahirkan bayi akan langsung percaya diri untuk merawatnya. Ada rasa canggung, rasa takut, atau mungkin enggan untuk menyentuh lebih totalitas terhadapnya bayinya. Pemijatan dimaksudkan juga untuk melatih ibu agar lebih totalitas dalam berinteraksi dengan bayinya. Semakin sering sentuhan ibu yang dilakukan kepada bayi akan membuat ibu semakin yakin bahwa perannya sebagai seorang ibu sangat penting dan membanggakan. Ibu akan merasa semakin dekat dengan bayinya karena frekuensi kontak mata, kontak kulit, dan komunikasi semakin hari semakin meningkat.



  • Memudahkan orangtua untuk lebih mengenali dan waspada kepada bayinya


Pemijatan memungkinkan tangan anda meraba dan menyentuh ke seluruh tubuh bayi. Mata anda juga akan melihat seluruh bagian tubuh bayi. Sering kali pada bayi terdapat gejala atau tanda akan timbulnya penyakit sehingga bayi menjadi rewel. Ibu yang tidak pernah memijat bayinya tidak akan tahu apa yang terjadi pada bayinya karena ia kurang menguasai peta fisik bayi.



  • Pijat bayi adalah hiburan rekreatif


Pijat bayi adalah sarana hiburan yang menyenangkan bagi keluarga. Anggaplah anda sedang bersantai, bergembira, dan mencurahkan segala rasa bahagia kepada buah hati ketika sedang memijatnya. Tunjukan kepada anggota keluarga lain betapa anda berbahagia ketika memijat si kecil.


 



  1. Manfaat jangka panjang pijat bayi



  • Membina ikatan yang kuat antara orangtua dan anak yang terbentuk atas dasar cinta dan keterbukaan komunikasi.

  • Menurunkan hiperaktivitas dan meningkatkan kelembutan sifat anak.

  • Memudahkan pembelajaran terhadap kesigapan, perkembangan fisik menjaid optimal, peningkatan koordinasi otot. Ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian.

  • Bagi orangtua dan kakaknya, pemijatan meningkatkan kesadaran akan manajemen pengolahan mental dan teknik meredakan stress.

  • Memudahkan acara pelenturan setiap hari baik bagi orangtua maupun anak. Kemampuan untuk relaksasi dengan mekanisme yang sangat bagus untuk mengatasi stress.

  • Menawarkan keuntungan kepada orangtua akan pemahaman mengenai sifat anak dan menemukan keuntungan tersendiri dalam meningkatkan komunikasi verbal dengannya.

  • Menciptakan suasana dan pemahaman akan pentingnya kreativitas dalam merawat anak.

  • Mengajarkan anak mengenai perbedaan sentuhan (latihan indra peraba)

  • Mengenalkan kepada bayi mengenai control badan mereka.

  • Anak-anak yang memiliki hubungan dekat dengan orangtuanya cenderung memiliki hubungan lebih baik dengan sesamanya dan kepada yang lebih dewasa.


Manfaat ini akan diteruskan oleh anak ketika kelak ia besar dan menjadi orangtua.



  1. Persiapan pemijatan



  • Waktu yang tepat


Pemijatan dapat dilakukan kapan saja. Namun, waktu yang dianjurkan adalah:



  1. Pagi hari sebelum memulai aktivitas (akan mandi). Pemijatan dilakukan menjelang mandi adalah karena alasan kepraktisan, sebab sisa-sisa minyak pijat akan lebih mudah sekalian dibersihkan ketika mandi. Pemijatan pagi hari memberikan nuansa ceria bagi bayi. Ini pendidikan bagi si kecil untuk menyambut hari dengan optimis dengan penuh syukur. Bagi keluarga, pemijatan yang menyenangkan pada pagi hari buat si kecil akan menambah semangat melakukan segala aktivitas.

  2. Pemijatan dapt dilakukan sekitar 15 menit setelah si kecil makan. Pemijatan segera setelah makan dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau bahkan bayi muntah karena lambung bayi belum siap digoncang dan gerak peristaltic masih berlangsung untuk mengantar makanan ke saluran pencernaan.

  3. Malam hari (menjelang tidur)


Pemilihan waktu menjelang tidur bagus karena biasanya setelah pemijatan, bayi akan merasa rileks dan mengantuk. Inilah pengantar tidur yang sangat baik karena tidur bayi menjadi sangat efektif.



  1. Jangan membangunkan bayi karena si kecil akan dipijat. Pemijatan pada waktu yang tidak tepat (membangunkan bayi untuk dipijat) akan membuat bayi merasa dipaksa sehingga bayi bukannya semakin sehatm, tetapi terganggu.

  2. Waktu terlalu pagi, terlalu malam, atau ketika cuaca buruk bukanlah saat yang baik untuk memijat bayi karena hawa dingin dapat membuat bayi masuk angin. Jangan paksakan memijat jika waktu kurang mendukung.


 



  • Suasana yang tenang


Si kecil harus dalm kondisi yang tenang. Suasana tenang dan nyaman ini misalnya:



  1. Saat bayi ceria adalah saat terbaik dilakukan pemijatan. Jika si kecil rewel maka jangan memaksakan untuk dipijat karena ia akan semakin rewel dan memberontak. Untuk membuat bayi ceria, suasanakan dengan mengajaknya bercanda atau bermain-main sampai ia siap dipijat.

  2. Hindari memijat bayi ketika ia dalam keadaan lapar karena bayi akan merasa tidak nyaman dan bahkan meronta.

  3. Tidak hanya si kecil yang harus dalam keadaan tenang, tetapi yang akan memijat pun harus dalam keadaan tenang. Selesaikan pekerjaan sebelum memijat dan luangkan waktu selama 15 menit agar pemijatan lebih optimal.

  4. Pemijat sebaiknya dalam mimik muka yang siap tersenyum menebar kasih sayang. Pancinglah bayi untuk tersenyum pula sehingga komunikasi melalui mimik muka terjadi.

  5. Hindari memijat dengan tergesa-gesa atau gaduh. Memijat dengan tergesa, was-was, atau dalam keadaan terpaksa menyebabkan pijatan kasar dan tidak nyaman dirasakan oleh bayi.

  6. Bercandalah dengan bayi untuk menambah keharmonisan suasana.

  7. Untuk mengiringi pemijitan, putarlah musik klasik agar suasana lebih tenang dan rileks. Musik klasik yang menstimulus otak misalnya Mozart, Dave Koz, atau musik lainnya. Untuk pemijatan pengantar tidur, anda dapat memutarinstrumen rileks yang menenangkan mislanya Kitaro, Richard Clayderman, atau lagu-lagu nasyid.


 



  • Ruangan yang nyaman


Ruang yang nyaman untuk pemijatan si kecil adalah:



  1. Ruangan untuk memijat upayakan yang hangat, tetapi tidak panas. Ruangan yang dingin atau terlalu banyak angin menyebabkan bayi kedinginan dan masuk angin. Untuk menghangatkan ruangan, anda bisa memasang lampu hangat.

  2. Ruang yang kering dan tidak pengap. Ruang yang pengap dan lembap menyebabkan bayi gerah. Kulit bayi sangat sensitif merasakan pengap atau lembapnya ruangan sehingga ia akan terlihat resah saat dipijat.

  3. Ruangan tidak berisik. Suara-suara berisik menganggu konsentrasi ibu dan bayi. Untuk menciptakan ketenangan, pastikan suara yang mengisi ruang adalah suara ibu, ayah, dan iringan musik lembut.

  4. Penerangan harus cukup. Ini penting agar tidak terjadi kesalahan akurasi pada daerah yang dipijat. Penerangan yang remang-remang atau gelap menyulitkan ibu untuk membedakan warna kemerahan kulit si kecil bekas pemijatan. Warna ini mengindikasikan bahwa pemijatan telah cukup.

  5. Hindarkan aroma atau bau-bauan yang mengganggu. Bila ingin menerapkan aroma terapi, cukup dengan aroma yang muncul dari minyak pijat. Tidak dianjurkan menggunakan pewangi ruangan aerosol atau benda baker (dupa) karena jenis pewangi ini dapat membuat bayi alergi sehingga membahayakan.



  • Siapkan peralatan (Lihat lampiran:gambar 6)


Sebelum memijat, siapkan peralatan yang dibutuhkan, misalnya:



  1. Alas yang empuk dan lembut, misalnya kasur atau busa yang dilapisi dengan kain lembut. Luas alas ini adalah sebesar kira-kira bayi dan ibu dapat bergerak dengan bebas. Alas ini sebaiknya dalam posisi datar.

  2. Handuk/lap lembut dan nyaman untuk kulit bayi. Handuk atau lap ini diperlukan untuk membersihkan sisa-sisa minyak yang menempel pada kulit bayi.

  3. Popok untuk menutup bagian tubuh bayi setelah dipijat. Penyiapan popok yang terlambat (setelah dipijat baru disiapkan popok) menyebabkan bayi harus menunggu waktu sehingga kedinginan.

  4. Baju ganti, untuk mengganti baju lama setelah selesai pemijatan.

  5. Siapkan juga minyak untuk memijat seperti baby oil, lotion, dan minyak zaitun. Baby oil biasanya terbuat dari minyak alami dari biji-bijian. Lotion sebaiknya dipilih yang aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Minyak zaitun sangat baik dalam perawatan kulit, termasuk kulit bayi karena sifatnya yang lembut dan melembapkan. Tidak dianjurkan menggunakan minyak aroma terapi kecuali di bawah pengawasan dokter spesialis anak.

  6. Sediakan air hangat beserta handuk kecil dan wash lap bila seusai pemijatan perlu untuk menyeka bayi dari bekas minyak.



  • Tangan yang aman untuk memijat


Tangan dikatakan aman bila:



  1. Dalam keadaan bersih, yaitu dengan mencucinya (menggunakan sabun dan antiseptik) sebelum pemijatan. Tangan yang kurang bersih dapat menjadi penular kuman, terutama penyakit kulit pada bayi.

  2. Handuk/ lap lembut dan nyaman untuk kulit bayi. Handuk atau lap ini diperlukan untuk membersihkan sisa-sisa minyak yang menempel pada kulit bayi.

  3. Popok untuk menutup bagian tubuh bayi setelah dipijat. Penyiapan popok yang terlambat (setelah dipijat baru disiapkan popok) menyebabkan bayi harus menunggu waktu sehingga kedinginan.

  4. Baju ganti, untuk mengganti baju lama setelah selesai pemijatan.

  5. Siapkan juga minyak untuk memijat seperti baby oil, lotion, dan minyak zaitun. Baby oil biasanya terbuat dari biji-bijian. Lotion sebaiknya dipilih yang aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Minyak zaitun sangat baik dalam perawatan kulit, termasuk kulit bayi karena sifatnya yang lembut dan melembapkan. Tidak dianjurkan menggunakan minyak aroma terapi kecuali di bawah pengawasan dokter spesialis anak.

  6. Sediakan air hangat beserta handuk kecil dan wash lap bila seusai pemijatan perlu untuk menyeka bayi dari bekas minyak.


 



  • Tangan yang aman untuk memijat


Tangan dikatakan aman bila:



  1. Dalam keadaan bersih, yaitu dengan mencucinya (menggunakan sabun dan antiseptik) sebelum pemijatan. Tangan yang kurang bersih dapat menjadi penular kuman, terutama penyakit kulit pada bayi.

  2. Dalam keadaan kering air (diusap dengan lap setelah cuci tangan). Tangan yang basah menyebabkan bayi kedinginan atau kulit bayi tidak nyaman.

  3. Hangat (tidak dalam kondisi tangan kedinginan). Kulit bayi sangat peka dengan suhu tangan ibu dan tidak nyaman bila tangan yang menyentuhnya itu dingin.

  4. Untuk membuat tangan aman dapat dilakukan dengan memotong kuku dan membulatkannya (dikikir). Kuku yang panjang atau mencuat (meskipun sedikit) dapat menyebabkan goresan pada kulit bayi. Ingatlah bahwa kulit sangat tipis dan sensitive.

  5. Tanpa perhiasan (baik cincin maupun gelang). Keberadaan cincin, gelang, atau aksesori lain yang terbuat dari logam atau plastic dapat melukai kulit bayi.


 



  • Posisi yang tepat


Carilah posisi yang membuat si kecil semakin tenang ketika dipijat. Mulailah pijatan dari bagian kaki, perut dada, tangan, muka dan punggung. Jika kesulitan maka mulailah dari bagian yang membuat si kecil semakin nyaman.


Demikian pula posisi pemijat. Pemijat harus mendapat ruang cukup untuk menempatkan diri dengan posisi menyesuaikan keinginan bayi. Posisi pemijat yang tidak optimal menyebabkan pemijatan tidak berjalan baik dan kontak batin antara pemijat dan bayinya kurang terjalin.


Ada dua posisi mendasar ketika melakukan pemijatan bayi, yaitu posisi telentang (berbaring) dan posisi tengkurap. Dalam kedua posisi ini, posisi pemijat adalah di bagian bawah (arah kaki) si bayi. Posisi ini adalah posisi tatap mata yang paling baik antara pemijat dan bayinya. Dengan posisi ini pula jangkauan tangan pemijat menjadi efektif, karena baik tangan kanan maupun tangan kiri sama-sama dapat melakukan aktivitas pemijatan secara bergantian.


 



  1. Gerakan dasar pemijatan



  • Sentuhan


Menyentuh si kecil sama artinya dengan memijat atau mengurut. Semua sentuhan akan menimbulkan efek positif bagi si kecil. Jika tindakan menyentuh si kecil dilakukan secara teratur dan sesuai dengan teknik pemijatan maka manfaat yang dihasilkan akan semakin besar. Sentuhan yang dilakukan oleh tangan ibu dapat menimbulkan ikatan yang lebih dekat antara bayi dan ibu. Oleh sebab itu, ketika menyentuh si kecil, ibu harus melibatkan batinnya juga.



  • Usapan


Gerakan usapan berkhasiat untuk menenangkan anak. Ahli fisioterapi menganjurkan agar usapan dilakukan sedikit lebih bertenaga dengan arah usapan mengarah ke jantung, terutama pijat bagian peripheral (lengan, bahu, tangan, kaki, betis, dan paha). Gerakan usapan ini dapat merangsang aliran darah dan getah bening. Lancarnya aliran darah dan getah bening menyebabkan metabolism tubuh bayi menjadi lebih baik. Bayi menjadi tenang dan nyaman.



  • Remasan


Gerakan remasan dapat membuat otot bayi menjadi lebih kuat, sekaligus akan lebih melancarkan peredaran darah. Remasan ini juga ditujukan untuk memperlancar peredaran darah dan kelenjar-kelenjar yang kadang tidak lancer sebelumnya. Dengan remasan, otot bayi terlatih untuk berkontraksi dan relaksasi bila disertai dengan latihan peregangan.



  • Kocokan


Gerakan kocokan berkhasiat untuk menegndorkan jaringan. Jaringan otot bayi masih sangat jarang berlatih dan bergerak sebagaimana ornag dewasa. Ketika sekali dua kali bergerak, otot bayi cepat tegang sehingga perlu dikendorkan kembali. Seperti kita yang jarang berolahraga, sekali melakukan aktivitas olahraga otot kita akan lebih cepat tegang bila dibandingkan dengan orang lain yang sering berolahraga. Untuk mengendorkan jaringan otot bayi, pemijat melakukan gerakan kocokan agar saraf-saraf dan otot mengendor dan menimbulkan perasaan rileks.



  • Urut lingkar


Gerakan urut lingkar dilakukan untuk memberikan stimulus pada permukaan jaringan dan jaringan yang lebih dalam. Dengan cara ini, aliran darah akan meningkat dan pembuluh darah akan lebih lebar. Gerakan urut-lingkar



  1. Teknik memijat



  • Langkah pertama: Mengawali bonding saat persiapan pemijatan


Bonding atau ikatan kasih saying ditujukan untuk menumbuhkan tautan batin antara ibu dan bayi saat memijat. Ikatan kasih saying ini sangat besar pengaruhnya bagi bayi karena pemijatan bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi juga pekerjaan hati.


Letakkan bayi pada alas tempat pemijatan. Sambil bercanda ajaklah si kecil berbicara.



  1. Lepaslah satu per satu pakaiannya dengan perlahan. Singkirkan pakaian itu agar tidak mengganggu suasana pemijatan.

  2. Baringkan si kecil di alas pemijatan sambil menatap matanya. Tersenyumlah disertai canda yang hangat.

  3. Katakanlah bahwa si kecil mau dipijat, katakana pijat sehat dan menyenangkan.

  4. Putarlah music, balurkan minyak pada tubuh bayi sambil meratakannya ke bagian yang akan dipijat.


 



  • Langkah kedua: pemijatan bagian depan tubuh bayi


Ketika hendak memulai meijat, pastikan cahaya cukup terang sehingga anda dapat dengan jelas mengamati setiap bagian tubuh bayi. Bila ia mencoba merangkak atau berguling-guling biarkan karena ia sedang bergembira dan menyambut ajakan anda. Ini tanda positif bahwa bayi akan menikmati pijatan nanti.


Tataplah matanya dengan tatapan sayang dan senyuman sambil mengoleskan minyak pelumas. Mulailah putar music klasik untuk membuat suasana rileks tapi ceria.


Ketika bayi dalam keadaan telentang, bagian yang dipijat adalah:



  1. Wajah

  2. Daerah sekitar leher

  3. Dada

  4. Perut

  5. Paha depan dan betis



  • Langkah ketiga: bagian belakang


Setelah keseluruhan bagian depan bayi dipijat, tengkurapkanlah bayi dengan hati-hati. Jangan paksa bayi untuk tengkurap bila saat itu belum siap. Perlu diajak bercanda atau bermain-main agar ia dapat menempati posisi tengkurap dengan nyaman.


Saat posisi tengkurap, bagian tubuh bayi yang dipijat adalah bagian belakangnya, yaitu:



  1. Bagian belakang leher


Daerah ini hanya diberikan sentuhan, boleh agak menekan tetapi jangan terlalu keras.



  1. Punggung sampai pinggang


Pemijatan daerah punggung sangat bervariasi. Sifat pijatan ini adalah untuk mengantisipasi kebosanan bayi dan untuk kesenangan.


Berikan urutan di daerah ini, dari arah tengah ke samping secara simetris atau gerakan dari bawah ke atas.



  1. Pinggul


Daerah pinggul sangat cocok dengan kecocokan dan remasan. Berikan gerak ini dan ulang sekitar tiga sampai lima kali.



  1. Paha dan betis


Paha dan betis sangat cocok diberikan remasan dan urutan. Lakukan ini kanan dan kiri bergantian.



  • Langkah keempat: tangan dan kaki


Pemijatan tangan dan kaki dilakukan sebagai kelengkapan setelah bagian depan dan belakang bayi dilakukan semuanya



  1. Pemijatan tangan


Pijat telapak dan punggung tangan dengan tekanan lembut. Pijat pula jemarinya dengan menyela-nyela menggunakan urutan lembut. Berikan urutan di lengan dan bahu, dengan arah dari bawah ke atas (ke arah pundak). Jangan memijat pergelangan atau persendian.



  1. Pemijatan kaki


Sama seperti tangan, pijatlah dengan lembut telapak dan punggung kaki, lanjutkan dengan menyela-nyela jemari dan mengurut betis serta paha. Lakukan ini dengan arah dari bawah ke atas (menuju arah jantung)


 


 


SENAM OTAK (Brain Gym)



  1. Apa itu senam otak?


Paul E. Denisson, seorang ahli kinesiology (ilmu gerak) Amerika Serikat, menemukan bahwa gerakan-gerakan tertentu dapat membantu mengoptimalkan fungsi dan integritas otak. Ia mengamati adanya hubungan antara bergerak, kemampuan bahasa, dan akademik. Menurutnya, gerakan tubuh lateral akan mengintegrasikan saraf otak bagian keseimbangan, otak kecil, dan otak tengah sekaligus pula otak luar kanan dan kiri (bagian sensorik dan motorik). Serangkaian gerakan ini ia populerkan dengan istilah brain gym (senam otak)



  1. Manfaat brain gym


Gerakan-gerakan brain gym yang dilakukan secara teratur dan benar akan menstimulasi otak agar lebih terintegrasi dan fungsi otak akan meningkat. Berikut adalah manfaat khusus dari brain gym.



  • Meningkatkan kemampuan kognitif (kewaspadaan, konsentrasi, kecepatan, persepsi, belajar, memori, pemecahan masalah dan kreativitas)

  • Menyelaraskan kemampuan beraktivitas dan berpikir pada saat yang bersamaan

  • Adanya keseimbangan/ harmonisasi antara kontrol emosi dan logika

  • Mengoptimalkan fungsi kinerja pancaindra

  • Menjaga kelenturan dan keseimbangan tubuh

  • Meningkatkan daya ingat

  • Meningkatkan ketajaman pendengaran dan penglihatan



  1. Gerakan brain gym


Brain gym memiliki 26 macam gerakan. Namun, anda tidak perlu memaksakan melakukan semua pada si kecil. Gerakan harus disesuaikan dengan perkembangan bayi anda. Misalnya, bola yang berbunyi digerakkan ke kiri dan kanan di depan bayi, atau bayi memegang mainan lalu digerakkan ke kiri dan kanan. Gerakan asal berdimensi ke kiri dan kanan.


Gerakan silang untuk usia 0-3 bulan



  1. Gerakan ini diberikan dalam posisi telentang.

  2. Tangan kiri digerakkan bersamaan dengan kaki kanan.

  3. Gerakan tangan dan kaki yang berlawanan ini ke atas dan ke bawah.

  4. Lakukan bergantian.

  5. Pada akhir usia 3 bulan, bayi harus bisa membolak-balikkan badan.

  6. Stimulasi gerak silang dapat merangsang kekuatan otot tangan.


Gerakan silang lanjutan untuk usia 4-8 bulan



  1. Bayi mulai berusaha meraih benda yang ada di hadapanya.

  2. Beri stimulasi gerak silang untuk mengkondisikan otak kanan dan kiri bayi. Ini akan melatih koordinasi mata dan gerak motoriknya. Dengan adanya koordinasi tersebut, bayi dapat meraih benda di dekatnya.


Gerakan lain usia 6-12 bulan



  1. Tekan saklar otak


Saklar otak adalah jaringan lunak di bawah tulang selangka kiri dan tulang dada sebel;ah kanan. Bantu si kecil menekan saklar otaknya selama 20-30 menit.


Saklar otak ini berfungsi untuk meningkatkan penerimaan oksigen.



  1. Tombol angkasa

  2. Biarkan si kecil dalam posisi tidur menyamping.

  3. Tekan bagian bibir di garis tengah bagian depan dan tekan garis tengah bagian belakang, di atas tulang ekor. Hal ini sangat membantu dalam proses relaksasi dan penglihatan dekat ke jauh.

  4. Tekan tombol bumi dengan memijat titik di bawah bibir dan tangan lain di tulang kemaluan. Gunanya untuk mengaktifkan energi di otak tengah yang dapat menyeimbangkan emosi, mengasah kemampuan anak menengok dimensi atas dan bawah.

  5. Lakukan gerakan homolateral dengan menggerakan kaki kiri dengan tangan kiri—bergantian dengan sisi yang lain—secara pasif. Gerakan ini bermanfaat untuk mengaktifkan spesialisasi otak kiri dan kanan serta lateralisasi yang tercermin dari kemampuan anak memakai baju sendiri, lempar-tangkap bola, menggambar, komunikasi, dan bernapas.


Nah selamat mencoba


semoga bermanfaat


 


Serba Serbi tentang Menyusui Bayi Anda

 


Air SUSU ibu adalah makanan pertama bayi anda.  Memberi ASI adalah cara terbaik untuk memberi makan bayi. ASI adalah yang terbaik. Jadi, bila anda berminat memberi ASI, cobalah sesaat setelah bayi anda lahir. Akan lebih mudah bagi anda untuk memulai dan menghentikan pemberian ASI ketimbang tidak pernah memberi ASI dan mengharapkan yang sebaliknya.


Mengapa ASI sangat baik?



  • ASI adalah makanan yang sempurna untuk bayi. Susu ini dibuat untuk bayi manusia.

  • ASI selalu tersedia. Lalu, setelah beberapa minggu, ASI lebih praktis dibandingkan menyiapkan susu formula di botol.

  • ASI bersih dan aman bagi bayi anda.

  • ASI membantu bayi anda memerangi kuman dan penyakit.

  • ASI membantu mencegah alergi.


 


Memberi ASI juga baik untuk anda, antara lain membantu mengurangi risiko menderita penyakit tertentu, seperti kanker payudara atau kanker indung telur. Menyusui sendiri bayi anda juga lebih menghemat biaya dibanding memberinya susu formula. Jadi, anda bisa menghemat uang. Selain itu, menyusui bayi anda sendiri akan menciptakan ikatan khusus antara anda dan si buah hati. Kalian berdua akan menikmati kedekatan ini.


 


Menghasilkan ASI


Payudara anda berubah selama kehamilan dalam rangka mempersiapkan ASI. Pada pertengahan kehamilan, anda mulai menghasilkan kolostrum (susu pertama yang bayi anda minum pada beberapa hari pertama kehidupannya). Kolostrum mengandung antibodi (pembasmi kuman yang mengalir dari darah anda ke susu dan kemudian ke bayi anda). Kolostrum juga mengandung nutrisi, seperti vitamin, protein, dan lemak yang sehat. Kolostrum itu kenal dan kaya. Jadi, bayi anda hanya memerlukannya dalam jumlah kecil.


Setelah beberapa hari, kolostrum yang berwarna kekuningan lebih banyak susu. ASI mengandung campuran nutrisi yang tepat bagi bayi anda yang sedang tumbuh. Payudara anda menghasilkan susu sebanyak yang dibutuhkan bayi anda. Sebetulnya, bila anda memiliki bayi kembar, anda dapat menghasilkan cukup susu untuk dua bayi.


Proses pembuatan ASI disebut laktasi. Kata yang lebih umum digunakan untuk “memberi ASI” adalah “menyusui”. Kendati payudara anda lebih besar pada awalnya, payudara anda tidak akan tetap seperti itu selama anda menyusui. Payudara anda perlahan-lahan akan mengecil ketika bayi anda mulai menelan makanan lain, sekitar usia 6 bulan. Ketika anda berhenti menyusui, payudara anda biasanya akan kembali ke ukuran normalnya.


Air SUSU ibuĀ adalah makanan pertama bayi anda Serba Serbi tentang Menyusui Bayi Anda


Mulai Memberi ASI


Kesempatan untuk menyusui pertama kali adalah sesuatu yang istimewa. Biasanya itu merupakan hal pertama yang anda lakukan untuk bayi anda. Setelah beberapa jam pertama kelahirannya, bayi anda mungkin tidak berminat minum susu seperti pada awalnya. Pada hari kedua, kebanyakan bayi bangun dan lebih bersemangat untuk kembali menyusu.


Inilah beberapa cara untuk membuat saat menyusui yang pertama menjadi lebih mudah:



  • Susui bayi anda tepat setelah ia lahir. Biasanya, bayi siaga dan bangun pada jam pertama.

  • Aturlah posisi yang nyaman. Gunakan bantal untuk menopang lengan anda dan bayi anda.

  • Mintalah perawat atau bidan untuk membantu anda dengan pemberian ASI yang pertama ini bila anda merasa kewalahan.

  • Mintalah para penjenguk untuk pergi selama pemberian ASI bila anda ingin sendirian saat belajar menyusui.


 


Kebanyakan bayi tahu cara menyusu sejak awal. Sebagian bayi tampak mengantuk atau sulit mengisap susu dari payudara. Bila anda perlu bantuan, mintalah perawat atau ahli ASI untuk menolong anda. Dengan waktu dan latihan, anda akan lebih terampil melakukannya, demikian pula bayi anda.


Pemberian ASI awal mungkin berbeda dari yang anda harapkan. Bayi anda mungkin hanya menjilat-jilat payudara anda. Atau, ia mungkin mengatupkan bibir di puting susu, menarik, atau mengisap dengan kuat. Anda mungkin terkejut pada betapa kuatnya ia mengisap puting susu anda.


 


Menggendong Bayi Saat Menyusui


Ada beberapa posisi yang dapat anda gunakan saat menyusui bayi anda. Anda mungkin ingin meminta dokter atau bidan untuk menunjukan kepada anda cara melakukannya. Salah satu posisi mungkin lebih mudah bagi anda pada awalnya, tetapi anda bisa saja mencoba sebagian besar posisi tersebut secara bergantian.


Gendongan ayun. Kepala bayi berada pada lekukan lengan anda. Lengan anda menopang punggungnya dan tangan anda menjaga bokongnya tetap dekat dengan perut anda.


Gendongan ayun terbalik. Kepala bayi berada pada telapak tangan anda dengan jemari tangan dan ibu jari anda menyanggah lehernya. Lengan anda menopang punggung bayi dan siku anda menjaga bokongnya tetap dekat dengan perut anda.


Gendongan sepakbola. Tempatkan si bayi di samping anda, peganglah kepalanya di telapak tangan anda dan topanglah punggungnya dengan lengan anda. Bokong bayi berada di atas bantal atau paha anda.


Berbaring di samping anda. Bayi anda tidur di sebelah anda di ranjang. Mulutnya dekat dengan payudara anda dan tubuhnya dekat dengan dada dan perut anda.


Membantu Bayi anda menemukan posisi yang nyaman


Apa yang dimaksud dengan posisi disini adalah cara mulut bayi anda mengatup pada payudara anda saat menyusu. Bila posisi mulutnya bagus, bayi anda akan mendapatkan susu dan itu tidak akan membuat puting susu anda nyeri. Beberapa bayi mampu memasukkan puting susu dan areola (daerah gelap di sekeliling puting susu) ke dalam mulutnya tanpa kesulitan. Sementara itu, beberapa bayi yang lain bisa saja memerlukan bantuan untuk menemukan posisi yang benar.


 


Berikut adalah beberapa saran untuk membantu bayi anda meraih posisi yang nyaman:



  1. Gendonglah bayi anda dekat ke payudara anda. Aturlah agar bayi menghadap payudara anda tanpa memiringkan kepalanya. Bila anda menggunakan gendongan ayun, pikirkan “perut ke perut”. Hal ini akan membantu kepalanya tetap pada posisi yang benar.

  2. Gendonglah bayi anda dengan tangan anda di bawah kepalanya (dekat lehernya) dan lengan anda menopang punggungnya. (ini adalah gendongan ayun alternatif).

  3. Dengan tangan yang lain, peganglah payudara anda. Aturlah jemari anda sehingga membentuk huruf C dan letakkan ibu jari anda di tepi areola. Kemudian, letakkan ibu jari anda di pinggir areola dari sisi yang lain. Jangan sentuh areola anda. Selanjutnya, pelan-pelan tekanlah payudara anda dengan jemari dan ibu jari secara bersamaan.

  4. Usaplah bibir bayi anda dengan puting susu anda untuk membuat mulutnya terbuka lebar.

  5. Ketika mulutnya sudah terbuka LEBAR, letakkan areola pada bibir bawahnya. Lalu, dengan cepat miringkan bayi anda ke arah payudara. Pastikan puting susu dan sebagian besar daerah areola masuk ke dalam mulutnya.

  6. Dengan posisi yang nyaman, rahang bawah dan dagunya akan menekan payudara anda dan hidungnya hampir-hampir menyentuhnya.

  7. Biarkan bayi anda mengisap selama ia suka. (umumnya, 10-20 menit). Ia sendiri yang nantinya akan melepaskan payudara anda. Bila ia masih ingin menyusu, berikan payudara anda yang satunya. Ia mungkin menyusu dari 1 payudara atau kedua-duanya.


 


Bila sebagian besar areola tidak masuk ke dalam mulut bayi, puting susu anda mungkin akan terasa sakit. Jadi, lepaskan isapannya dan coba lagi. Untuk melepaskan isapan bayi dari payudara, selipkan jari anda ke dalam mulutnya untuk menghentikan isapan. Kemudian, tarik ia untuk menjauhi payudara anda. Lama-kelamaan, anda dan bayi anda akan terbiasa dengan pengaturan posisi seperti ini. Ingatlah, anda perlu mengatur posisi nyaman ini agar puting susu anda tidak sakit dan lecet. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang puting susu yang lecet dan cara-cara untuk mencegah serta mengobatinya.


 


Cara mengetahui Kapan Harus Menyusui


Susui bayi anda kapan saja ingin. Ia akan menggunakan hunger cues atau tanda-tanda lapar (tanda-tanda fisik) untuk memberitahu anda kapan ia ingin menyusu. Contohnya, ia akan menunjukkan kepada anda bahwa ia lapar dengan mengisap apa saja yang ada di dekat mulutnya. Atau, ia akan mengeluarkan suara-suara dan mencoba mengisap tangannya. Atau, ia akan mengisap selimutnya atau lengan anda. Bila anda melewatkan tanda-tanda lapar ini, ia akan mulai gelisah, dan akhirnya menangis. Cobalah menyusui bayi anda sebelum ia menangis. Lebih sulit menyusuinya bila ia sedang menangis.


Seberapa sering bayi anda menyusu? Inilah beberapa panduan tentang pola menyusu pada minggu-minggu awal:



  • Kebanyakan bayi menyusu setiap 1-3 jam. Namun, bayi tidak selalu menyusui dengan jadwal teratur. Kadang-kadang, bayi menyusu setiap jam untuk beberapa kali makan, kemudian tidur selama 3-4 jam.

  • Kebanyakan bayi yang baru lahir menyusu antara 8-18 kali sehari. Umumnya, kira-kira 12 kali menyusu setiap hari. Setelah beberapa minggu, bayi anda dapat minum lebih banyak susu setiap kali menyusu. Ini biasanya mengurangi jumlah pemberian ASI dalam satu hari.

  • Biarkan bayi anda menyusu pada setiap payudara selam ingin. Menyusu lebih lama akan membantunya mendapatkan banyak susu. Lamanya bayi menyusu mencapai 20-40 menit atau lebih lama dari itu.

  • Lamanya bayi menyusu acap kali tergantung pada ukuran bayi anda dan gaya makannya. Beberapa bayi mengisap dengan kencang, cepat, dan lebih singkat; sedangkan yang lain mengisap lagi. Sementara itu bayi yang lain tertidur saat menyusui, kemudian bangun dan menyusu lagi. Diperlukan waktu yang lebih lama bagi bayi-bayi ini untuk mendapatkan cukup susu.


 


Menyusui bayi itu lebih mudah dilakukan ketika ia ingin menyusu alih-alih dilakukan sesuai jadwal. Mencoba membuat bayi yang lapar menunggu sampai waktu tertentu untuk menyusu akan membuat anda dan bayi anda kesal. Selain itu, membangunkan bayi yang sedang tidur untuk menyusu tidaklah mudah. Anda tak perlu memaksanya bangun kecuali saat berat badannya menurun atau kulitnya menguning. Bila kulitnya kuning, kemungkinan ia tidur melewati jam menyusu. Jadi, pada minggu-minggu pertama, bangunkan bayi anda bila ia tidur lebih dari 4 jam.


Bayi-bayi mengalami lesatan pertumbuhan (growth spurts) yang berlangsung 2-7 hari. Pada waktu-waktu ini, bayi anda tumbuh lebih cepat dan perlu lebih sering makan. Lesatan pertumbuhan terjadi pada usia kira-kira 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan. Pada waktu-waktu ini, bayi anda mungkin menyusu setiap jam. Dengan waktu-waktu ini, bayi anda mungkin menyusu setiap jam. Dengan seringnya bayi anda menyusu, payudara anda akan menghasilkan lebih banyak ASI. Hal ini akan meningkatkan persediaan ASI anda dan bayi anda mendapat lebih banyak ASI setiap kali menyusu. Ketika telah anda menghasilkan cukup ASI, ia akan mulai menyusu lebih sedikit.


Lesatan pertumbuhan ini mungkin membuat anda merasa seakan-akan anda harus menyusui bayi anda setiap waktu. Namun, seiring bayi anda tumbuh dan minum lebih banyak setiap kali menyusu, anda akan mulai merasa anda punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri pada jeda-jeda waktu menyusui.


 


Dasar-dasar Pemberian ASI


Mulailah menyusui dengan payudara tempat bagi anda menyusu terakhir kali (atau payudara yang terasa paling penuh). Kadang-kadang, bayi lebih suka menyusu pada satu payudara setiap kali menyusu. Bila bayi anda menyusu dari kedua payudara, ia biasanya minum lebih banyak susu dari payudara pertama. Dengan bolak-balik beralih dari satu payudara ke payudara yang lain ketika anda mulai menyusui, anda membuat kedua payudara menghasilkan banyak susu.


Susui dari payudara pertama selama bayi anda mau mengisap (biasanya kira-kira 10-20 menit). Ketika aliran susu menurun, anda mungkin menyadari bayi anda menelan lebih sedikit. Payudara anda juga terasa lebih lunak ketika anda tekan. Biarkan bayi anda sendiri yang melepaskan payudara anda.


Setelah ia berhenti menyusu pada satu payudara, posisikan ia sedemikian rupa sehingga ia bersendawa, agar udara diperutnya keluar. Anda mungkin juga ingin mengganti popoknya setelah bayi anda menyusu. Bila ia tertidur setelah menyusu pada payudara pertama, penggantian popok mungkin akan membangunkannya untuk menyusu. Bila ia tertidur setelah menyusu pada payudara pertama, penggantian popok mungkin akan membangunkannya untuk menyusu lagi. Jika ia terbangun, berilah payudara yang satunya. Biarkan ia menyusu selama ia bangun dan berminat. Bila ia tidak mau menyusu pada payudara yang kedua, jangan khawatir. Ia tidak sedang memerlukan susu ekstra. Selama masa lesatan pertumbuhan, bayi sering kali minum dari kedua payudara setiap kali menyusu.


Apakah bayi anda mendapat cukup ASI?


Umumnya, para ibu menghasilkan cukup ASI untuk bayi mereka. Mungkin saja diperlukan waktu satu sampai dua hari pemberian ASI ekstra untuk meningkatkan pasokan ASI anda selama masa lesatan pertumbuhan. Namun, pemberian ASI ekstra adalah kunci menuju peningkatan pasokan ASI anda. Demikian pula, pemberian ASI yang sering akan menghasilkan lebih banyak susu. Oleh karena itu, memberi bayi susu formula akan menghambat pasokan ASI anda untuk “mengejar” kebutuhan bayi anda.


Selama minggu pertama setelah persalinan, anda tentu ingin merasa yakin bahwa anda menghasilkan cukup ASI. Perhatikan tanda-tanda ini yang dapat membantu anda tahu apakah bayi anda mendapat cukup ASI:



  • Bayi Anda menyusu setidaknya 8 kali setiap hari.


Kebanyakan bayi menyusu lebih sering (8-18 kali dalam 24 jam).



  • Popok basahnya perlu diganti sedikitnya 6 kali setiap hari (setelah usia 5 hari). Bila anda menggunakan pospak (popok sekali pakai), sulit untuk tahu seberapa sering bayi anda buang air kecil. Letakkan selembar kecil handuk kertas di dalam pospak. Handuk kertas itu akan tetap basah ketika bayi anda buang air kecil.

  • Bayi anda buang air besar sedikitnya 2 kali setiap hari. Kebanyakan bayi sering buang air besar, satu kali setelah setiap kali menyusu. Pada buklan pertama, tinjanya akan berwarna kekuningan dan lembut, hampir setiap kali habis menyusu.

  • Bayi anda dengan aktif mengisap dan menelan saat menyusu. Dengarkan tegukannya. Kedengarannya seperti bunyi “ugh”.

  • Bayi anda terlihat puas setelah menyusu.


Pertambahan berat badan bayi anda dapat memberitahu anda bahwa ia mendapat cukup ASI. Kebanyakan bayi mengalami sedikit penurunan berat badan setelah lahir. Biasanya, berat badan bayi akan kembali ke berat lahirnya dalam waktu 2 minggu. Dokter anak akan memeriksanya pada minggu pertama atau kedua setelah kelahiran. Pada kunjungan itu, dokter akan menimbang dan mengukur bayi anda dan memastikan ia sehat. Anda bisa juga membawa bayi anda ke rumah sakit, meminta dokter atau bidan untuk datang ke rumah, atau pergi ke posyandu.


 


Cara Mengetahui Bila Bayi Anda TIDAK Mendapat Cukup ASI



  • bayi anda menyusu kurang dari 8 kali dalam 24 jam.

  • Air seninya berwarna kuning gelap. Bayi anda tidak membasahi setidaknya 1 popok setiap hari pertambahan usianya (selama minggu pertama).


Misalnya, setidaknya-tidaknya ada 3 pokok basah ketika bayi anda berusia 3 hari.



  • Bayi anda mengantuk dan tidak berminat menyusu.

  • Wajah, dada, dan bagian putih matanya berwarna kuning. (mata yang kekuningan adalah tanda jelas dari jaundice atau bayi kuning. Jaundice terjadi ketika ada terlalu banyak bilirubin dalam darah bayi anda. Ini bisa terjadi ketika ia tidak mendapat cukup susu dan ia tidak membuang tinja berwarna hijau kehitaman yang ada pada ususnya saat ia masih berada dalam kandungan).


 


Bila anda mengkhawatirkan berat badan bayi anda karena ia tidak banyak menyusu dan jarang buang air kecil dan buang air besar, teleponlah dokter anak untuk menceritakan kecemasan anda. Sang dokter mungkin akan meminta anda datang membawa bayi anda ke tempat praktik atau kkliniknya untuk menimbang dan memeriksa bayi anda tidak bertambah, carilah bantuan dari ahli ASI.


 


Mendapatkan Bantuan Terkait Pemberian ASI


Kebanyakan Ibu baru memerlukan bantuan terkait pemberian ASI. Ada banyak spesialis ASI dan kelompok pendukung yang dapat membantu anda dan bayi anda:



  • Cobalah menemukan konsultan laktasi yang terlatih untuk merawat ibu yang menyusui dan bayinya.

  • Mintalah penyuluh anak untuk membantu anda menemukan ahli ASI.

  • Temui bidan, dokter, atau perawat di rumah sakit. Mereka dapat memberi nasihat tentang pemberian ASI atau membantu anda menemukan ahli ASI.

  • Anggota keluarga dan teman-teman juga dapat memberi dukungan dan dorongan terkait pemberian ASI.


 


Kiat-kiat Pemberian ASI


Hampir setiap wanita punya sejumlah pertanyaan dan kecemasan terkait pemberian ASI pada beberapa minggu dan bulan pertama. Petunjuk berikut ini dapat membantu anda memecahkan beberapa masalah anda terkait pemberian ASI.


Mengurangi Penuhnya Payudara


Ketika kolostrum anda berubah menjadi susu, payudara anda menjadi berat, penuh, dan nyeri. Ini terjadi antara 2 dan 4 hari setelah melahirkan. Rasa tidak nyaman dan bengkak yang terjadi pada waktu ini normal adanya. Namun, bila payudara anda menjadi keras dan sakit, ini tidak normal. Hal ini lazim disebut pembengkakan payudara (engorgement).


Cobalah sering-sering menyusui (bahkan sebelum susu anda keluar) untuk membantu mencegah pembengkakan payudara. Ketika payudara sangat penuh, putting susu anda akan membengkak dan tidak menonjol keluar. Kondisi ini (kadang-kadang disebut sebagai puting datar) dapat mempersulit bayi mengisap susu dari payudara anda, atau malahan bayi anda mungkin tidak dapat menyusu sama sekali.


Apa yang dapat Anda lakukan?



  • Cara terbaik untuk meredakan kepenuhan dan rasa nyeri pada payudara adalah dengan sering-sering menyusui.

  • Lembutkan puting susu dan areola anda dengan menekan (memerah keluar) beberapa tetes susu. Letakkan jari dan ibu jari anda di tepi areola dan ibu jari anda di tepi areola dan perahlah dengan kuat, tetapi jangan terlalu kencang. Ini akan mengeluarkan beberapa tetes susu dari payudara anda dan melembutkan areola sehingga bayi anda lebih mudah mengisapnya.

  • Mandilah dengan pancuran air hangat untuk membantu susu anda mulai menetes dari payudara.


Hal ini dapat membantu melembutkan areola sehingga bayi anda dapat mengisapnya.



  • Begitu bayi anda menyusu, gunakan tekanan lembut pada payudara untuk menambah aliran susu.

  • Biarkan bayi anda menyusu selama yang ia inginkan pada payudara pertama. Ketika ia berhenti menelan atau jatuh tertidur, lepaskan puting susu dari mulutnya dan letakkan ia dekat payudara yang satunya. Bila ia tidak menyusu dari payudara yang satunya, perahlah dengan tangan atau dengan pompa untuk mengeluarkan susu dari payudara tersebut.

  • Setelah menyusui, letakkan waslap dingin atau kompres es pada payudara anda untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak. Beberapa dokter dan bidan biasanya menyarankan para ibu untuk menggunakan ibuprofen (pil pereda rasa sakit yang juga membantu mengurangi pembengkakan).


Perasaan nyeri dan bengkak biasanya berlangsung kira-kira 1-2 hari. Bila bayi anda tidak dapat menyusu bahkan setelah anda memompa payudara anda, carilah bantuan. Seseorang konsultan laktasi atau orang yang tahu tentang pemberian ASI seharusnya dapat membantu anda meredakan gejala payudara bengkak.


Mendorong Aliran Susu


Kerap kali payudara anda menghasilkan banyak susu tanpa bantuan ekstra. Namun, bila anda ingin mengeluarkan lebih banyak susu, cobalah memberikan tekanan pada payudara selama anda menyusui untuk membantu susu mengalir ke arah putting susu. Hal ini kadang-kadang disebut sebagai pijatan payudara. Namun, jangan mengusap dengan gerakan melingkar seperti yang anda lakukakn dengan sebagian besar pijatan. Sebaliknya, dengan lembut tekanlah payudara kearah putting susunya. Berhentilah sebelum sampai ke areola. Menekan terlalu dekat dengan areola. Menekan terlalu dekat dengan areola dapat mengubah posisi mulut bayi anda saat menyusui:



  • Mengurangi penuhnya payudara

  • Memberi bayi anda susu lebih banyak dan meningkatkan pasokan susu

  • Mendorong bayi yang mengantuk untuk terus menyusu

  • Mengurangi ketidaknyaman akibat saluran yang tersumbat atau mastitis (payudara yang terinfeksi)


 


Ada dua cara untuk memberikan tekanan pada payudara anda:



  • Tekanan payudara: letakkan telapak tangan anda pada tulang rusuk anda, dekat tepi luar payudara. Kemudian, geserlah sedikit kea rah payudara anda. Tekanlah payudara dengan tangan anda. Ketika isapan bayi anda mulai melemah, gerakan tangan anda ke bagian lain payudara dan tekan kembali.

  • Pemencetan payudara: Aturlah posisi tangan anda membentuk huruf C dan peganglah payudara anda. Dengan telapak tangan pada tulang iga, letakkan jari dan ibu jari dekat dengan tepi luar payudara. Peraslah dengan jari dan ibu jari. Ketika isapan bayi anda mulai lemah, gerakkan tangan anda dan pencet kembali.


 


Beginilah cara menambah aliran susu selama menyusui:



  1. Begitu bayi anda mengisap, anda akan melihat bahwa ia kadang-kadang berhenti mengisap. Perhatikan jeda-jeda ini saat bayi anda menyusu.

  2. Ketika ia berhenti sebentar, pelan-pelan tekanlah kelenjar susu pada bagian atas payudara, dekat lengan anda. Cara ini akan membuat lebih banyak susu keluar. Anda juga akan mendapatkan isapan yang kuat ketika susu ditekan turun ke putting susu dan masuk ke dalam mulut bayi anda.

  3. Ketika bayi anda berhenti lagi, tekanlah kembali. Bila perlu, gerakkan tangan anda ke bagian lain dan gunakan penekanan atau pemencetan di daerah itu.


 


Meningkatkan Pasokan Susu Anda


Ketika bayi anda tumbuh dan bertambah berat, ia tentu memerlukan lebih banyak susu. Anda mungkin mengeluarkan banyak susu, tetapi bayi mungkin gelisah selama beberapa hari sementara anda meningkatkan pasokan ASI? Anda mengeluarkan lebih banyak susu dari payudara anda. Hal ini disebut “persediaan dan permintaan” (supply and demand). Persediaan susu anda secara alami bertambah untuk merespons keinginan dan kebutuhan bayi anda akan lebih banyak susu.


Bila anda merasaa perlu meningkatkan persediaan ASI, cobalah saran-saran berikut ini:



  • Susui bayi anda lebih sering daripada sebelumnya. Memberi lebih banyak susu kepada bayi anda, membuat payudara anda mengeluarkan lebih banyak susu.

  • Susui bayi anda lebih lama. Biarkan bayi anda menyusu selama yang ia inginkan. Bila perlu, beralihlah dari 1 sisi ke sisi lain, kemudian kembali lagi.

  • Periksalah posisi mulut bayi. Anda semestinya dapat mendengar bayi anda menelan ketika ia menyusu. Bila anda tidak mendengar tegukannya, cobalah lagi sampai ia menyusu dengan baik dan anda dapat mendengar tegukannya. (lebih banyak tegukan berarti ia mendapat lebih banyak susu).

  • Ajaklah bayi anda ke tempat tidur bersama anda. Hal ini memberi anda waktu untuk beristirahat dan kesempatan untuk lebih memerhatikan tanda-tanda ingin menyusu dari bayi anda. Sentuhan kulit anda dan kulit bayi anda juga dapat membantu meningkatkan pasokan ASI. Dekaplah bayi anda yang hanya mengenakan popok, tanpa pakaian, dekat dengan paydara anda. Selimut akan membuat anda berdua tetap hangat.

  • Tekanlah payudara anda saat menyusui. Hal ini akan meningkatkan jumlah susu setiap kali bayi anda menyusu.

  • Pompalah payudara anda setelah menyusui, khususnya bila bayi anda tidak mengisap lagi ketika pasokan ASI berkurang. Pompalah sekitar 10-15 menit per sisi dengan menggunakan pompa payudara yang baik. Bila bayi anda tidak dapat menyusu, pompalah ASI dan berikan lewat botol.

  • Jangan beri bayi anda susu formula. Hal ini akan menyebabkan payudara anda tidak banyak mengeluarkan susu.

  • Mintalah bantuan dari konsultan laktasi atau ahli ASI untuk membantu meningkatkan pasokan ASI anda.


 


Menghindari Putting yang Lecet


Kebanyakan ibu batu mengalami rasa nyeri pada putting susunya selama minggu pertama menyusui. Pada awalnya, ketika bayi mulai mengisap putting susu, anda mungkin akan merasa sakit seperti terbakar. Peregangan pada putting susu dan areola menyebabkan rasa sakit ini. Rasa sakit biasanya hilang ketika susu mulai mengalir. Nyeri pada putting susu seharusnya berakhir setelah beberapa minggu.


Untuk membantu mengurangi rasa sakit, remaslah payudara dengan tangan untuk mengeluarkan beberapa tetes ASI guna melembutkan daerah areola, sebelum menyusui. Cobalah lakukan ini setiap kali anda hendak menyusui selama minggu pertama setelah kelahiran. Pada minggu-minggu pertama menyusui, posisi yang buruk adalah penyebab utama rasa nyeri yang berlangsung selama anda menyusui.


Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi putting yang lecet:Mulailah menyusui pada sisi yang tidak begitu nyeri. Isapan bayi biasanya lebih kuat setiap kali ia mulai menyusu.



  • Keluarkan sedikit susu sebelum menyusui, untuk melembutkan daerah areola dan membuat isapan menjadi lebih mudah.

  • Perbaiki posisi mulut bayi anda. Usahakan agar putting susu dan sebagian besar daerah areola anda masuk ke dalam mulutnya. Pastikan mulutnya terbuka lebar ketika ia ingin menyusu. Bila posisi yang buruk adalaah masalahnya, rasa nyeri akan hilang begitu anda memperbaiki posisinya.

  • Sering-seringlah menyusui bayi anda. Bila anda menunggu sampai payudara anda sangat penuh, akan lebih sulit bagi bayi anda untuk mengisap.

  • Mulailah menyusui pada sisi yang tidak begitu nyeri. Isapan bayi biasanya lebih kuat setiap kali ia mulai menyusu.

  • Ketika melepaskan mulut bayi dari payudara anda, masukkan jari anda ke dalam mulutnya untuk menghentikan isapan. Hal ini akan membantu mengeluarkan putting susu anda dari mulutnya tanpa rasa sakit..


 


Bila anda punya masalah lain (seperti putting susu datar, putting berdarah, atau kesulitan mengisap), hubungi konsultan laktasi atau ahli ASI. Anda juga mungkin perlu menemui seseorang yang dapat membantu anda mengatur posisi mulut bayi anda saat menyusui. Seorang konsultan laktasi juga dapat menyarankan cara-cara untuk membantu menyembuhkan putting susu yang lecet atau berdarah.


 


Menyusui di Muka Umum


Awalnya, anda mungkin ,mengalami masalah dengan menyusui tanpa melepas kemeja dan bra. Setelah beberapa minggu, menyusui akan lebih mudah sekalipun anda berpakaian lengkap. Lalu, anda akan mampu menyusui bayi anda ketika ada tamu datang atau ketika anda sedang berada di luar rumah.


Bila anda cemas untuk menyusui di depan orang lain, berikut ini adalah beberapa cara untuk membantu anda merasa lebih nyaman:



  • Kenakan bra khusus menyusui yang bisa dibuka kaitannya pada bagian atas payudara. Bra ini akan membuat anda mampu menurunkan penutupnya tanpa melepas bra.

  • Kenakan kemeja longgar untuk menutupi payudara sementara anda menyusui.

  • Bawalah selimut kecil atau syal untuk diletakkan di atas bahu anda, serta menutupui bayi dan payudara anda.

  • Berlatihlah menyusui di depan cermin. Anda akan melihat apa yang orang lain lihat ketika anda menyusui. Ketika anda yakin payudara anda tertutup, anda akan lebih nyaman menyusui di depan orang lain.

  • Pertama-tama cobalah menyusui di depan seorang teman, seorang ibu lain yang juga sedang menyusui, atau anggota keluarga anda. Ketika anda merasa nyaman menyusui di depan orang-orang ini, artinya anda sudah siap menyusui di muka umum.


 


Memompa dan Menyimpan


 


Dari waktu ke waktu, seorang ibu mungkin ingin berhenti menyusui. Atau, ia ingin mengumpulkan ASInya ketika ia sedang berada di tempat kerja. Kebanyakan ibu menggunakan pompa payudara, sedangkan yang lain menggunakan pemerah tangan untuk mengumpulkan ASI. Dengan cara ini, seseorang dapat membantu memberi bayi ASI lewat botol. Metode mana pun yang anda gunakan, tetap saja yang terbaik adalah menunggu sampai bayi anda menyusui dengan baik, yaitu kira-kira 3-4 minggu setelah kelahiran.


Memompa atau memerah susu menjadi lebih mudah lewat latihan. Hanya perlu sedikit waktu untuk belajar cara melakukanya secara efektif. Anda memerlukan tangan dan perlengkapan yang bersih (botol, botol ukur, atau tempat penampung ASI). Ikuti arahan tentang cara membersihkan perlengkapan pompa.


Cobalah memompa setelah menyusui. Pilihlah waktu menyusui ketika ASI anda paling banyak keluar. Pompalah selama 10-15 menit per sisi. Awalnya, anda mungkin tidak mendapat banyak susu. Namun, setelah beberapa hari memompa pada waktu yang sama, anda akan mendapat lebih banyak susu.


ASI dapat disimpan dalam gelas bersih, botol plastik, atau kantung makanan yang dibuat untuk menyimpan ASI. Berapa lama anda dapat menyimpan ASI perahan?


 


Panduan untuk menyimpan ASI perahan segar (ASI yang baru keluar dari payudara Anda)



  • 10 jam di luar lemari pendingin, bila ruangan anda tidak terlalu panas. (bila suhu ruangan anda lebih hangat dari 220 C, ASI dapat disimpan di ruang terbuka, tetapi hanya untuk beberapa jam)

  • 8 hari di dalam lemari pendingin.

  • 3 bulan dalam freezer yang membuat es krim tetap keras.


 


Berilah label pada botol atau tempat ASI sesuai tanggalnya. Gunakan susu yang segar pertama-tama, kemudian ASI beku yang umurnya paling lama. Bila dibekukan untuk waktu yang lama (lebih dari 3 bulan), ASI kehilangan beberapa nutrisi dan antibodi untuk memerangi infeksi. Namun, ASI masih jauh lebih nutrisi dibanding susu formula.


Untuk melumerkan ASI beku, tempatkan botol di dalam air hangat. Airnya harus panas, tetapi tidak mendidih. Ketika air mendingin, tambahkan lagi air hangat. Jangan pernah melumerkan ASI di dalam microwave atau di dalam panci yang di panaskan di atas kompor Pemanasan yang berlebihan akan menghilangkan kualitas istimewa ASI dan dapat melepuhkan mulut bayi anda. Setelah dilumerkan, pelana-pelan aduklah ASI untuk mencampurnya karena lemak biasanya mengapung di bagian atas saat beku. Berikan ASI kepada bayi anda begitu ASI mencapai suhu ruang atau agak hangat.


Setelah lumer, segera gunakan ASI itu. Atau, simpanlah hanya selama 24 jam di lemari pendingin. Jangan bekukan lagi.


 


Mendapatkan Dukungan untuk Memberi ASI


Sangatlah penting untuk memperoleh dukungan dalam memberikan ASI dari pasangan atau anggota keluarga. Pemberian ASI anda akan lebih berhasil bila orang yang tinggal bersama anda mendukung usaha anda. Untuk meningkatkan kesempatan anda menyusui selama yang anda inginkan, carilah orang yang antusias terkait pemberian ASI. Berbicaralah dengan mereka sesering mungkin pada minggu-minggu pertama setelah bersalin. Dengan bantuan dan dukungan, belajar menyusui akan menjadi lebih mudah. Tantangannya pun tidak terlihat begitu sulit untuk ditangani.