Tampilkan postingan dengan label Must Read. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Must Read. Tampilkan semua postingan

Trauma di Dalam Rahim? Bisakah Itu Terjadi?

 


Saya sering menjumpai pasien dengan beberapa kasus seperti depresi Trauma di Dalam Rahim? Bisakah Itu Terjadi?


Saya sering menjumpai pasien dengan beberapa kasus seperti depresi, kesedihan yang tidak kunjung hilang, emosi yang tidak stabil atau perilaku dan temperamen yang buruk hingga mengakibatkan kerugian pada orang disekitarnya, dan setelah dilacak ternyata akar masalahnya adalah trauma. Parahnya, sebagian dari masalah tersebut berasal dari trauma yang didapat pada saat masih di dalam kandungan dan bahkan sebagian besar juga berkelanjutan sampai birth trauma pada saat dilahirkan. Namun, apakah benar jika kita bisa mendapatkan trauma saat masih didalam kandungan? Jawabannya adalah YA, hal itu dapat terjadi.


Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa bayi dalam kandungan dapat merasakan, belajar, dan mempunyai kesadaran pada tingkatan tertentu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Gonzales-Gonzales bersama rekan-rekannya pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa bayi di dalam kandungan menerima “stimulasi vibroakustik” yang merupakan stimulasi pada bayi yang masih berada di dalam kandungan yang dilakukan melalui gelombang suara. Setelah bayi-bayi yang diberi stimulasi tersebut lahir, mereka diberikan perlakuan yang sama pada saat mereka masih di dalam kandungan, dan hasilnya adalah bayi-bayi tersebut mengenali sinyal tersebut dan menjadi lebih tenang setelah menerima sinyal suara tersebut. Dari sini dapat disimpulkan bahwa bayi dapat belajar dan mengingat dalam kapasitas tertentu pada saat masih berada di dalam kandungan sampai setelah ia dilahirkan.


Penelitian yang lain dilakuakn oleh Anthony DeCasper dan William Fifer. Mereka membuat suatu puting buatan yang terhubung dengan suatu alat pemutar suara yang dapat memutarkan suara atau detak jantung sang ibu jika disedot dengan cara tertentu, dan jika audio tersebut akan memutarkan suara atau detak jantung wanita lain jika disedot dengan cara yang lain (Kolata, 1984). De Casper juga melakukan penelitian yang hamper sama dengan buku anak anak yang telah dibacakan dua kali sehari di 6,5 minggu terakhir pada masa kehamilan. Hasilnya adalah bayi yang telah lahir menghisap dengan cara tertentu untuk mendengar suara ibunya atau suara buku anak anak tertentu yang telah dibacakan pada saat bayi tersebut berada di dalam kandungan. Hal ini juga membuktikan bahwa apa yang didengar oleh bayi pada saat di dalam kandungan juga dapat mempengaruhi selera bayi setelah ia lahir.


Suatu penulis yang juga merupakan ahli kebidanan terkenal yang bernama Christiane Northrup (2005) mengungkapkan bahwa saat ibu hamil melalui suatu rasa takut, stress, atau kecemasan, ia akan membentuk suatu “metabolic cascade” dimana hormon yang bernama cytokines diproduksi dan sistem imun sang ibu dan bayinya ikut terpengaruh. Hal ini nantinya dapat menyebabkan komplikasi saat melahirkan, keguguran, bayi prematur, dan bahkan kematian. Sebaliknya, saat sang ibu merasa sehat dan bahagia, ia akan menghasilkan hormon oxytocin yang disebut juga dengan hormon cinta yang justru dapat meningkatkan sistem imun sang bayi dan memperkuat ikatan sang ibu dengan bayinya. Saat sang ibu merasa bahagia dan sehat, neurotransmiter akan bergerak dari tubuh sang ibu ke tubuh sang bayi, membuat sang bayi merasa tenang dan aman.


Bagaimana Stress dapat Sampai ke Rahim?


Saya sering menjumpai pasien dengan beberapa kasus seperti depresi Trauma di Dalam Rahim? Bisakah Itu Terjadi?


Sebenarnya bagaimana sih cara stress bisa sampai ke bayi dalam kandungan? Salah satu penyebabnya adalah hormon cortisol yang merupakan hormon stress melewati enzim yang berada di placenta dan sampai ke bayi. Lalu bagaimana hal tersebut bisa terjadi?


Penelitian telah menemukan komponen utama dalam plasenta yang biasanya dapat melindungi bayi dalam kandungan dari paparan hormon cortisol yang tinggi yang ada di dalam darah sang ibu saat ibu tersebut merasa stress. Masalahnya adalah saat sang ibu merasa cemas, fungsi plasenta dapat berubah. Enzim yang biasanya dapat mencegah hormon cortisol untuk mengenai bayi menuruh sehingga hormon stress tersebut dapat lewat dan mengenai bayi, yangmana akan mempengaruhi perkembangan sang bayi. Inilah mengapa ada beberapa anak lebih tidak bisa menghadapi stress dan rasa cemas daripada yang lain. Hal ini juga menjelaskan kenapa diantara para tentara, ada beberapa yang akan terkena post traumatic stress disorder (PTSD) setelah berada di dalam pertempuran dan ada juga yang tidak terkena PTSD sama sekali. Selain itu, di dunia sekarang ini, hal ini sering mengarah ke suatu kondisi seperti depresi atau attention deficit hyperactivity disorder(ADHD) pada anak.


Bagaimana Cara Menyembuhkan dan Mencegahnya ?


Saya sering menjumpai pasien dengan beberapa kasus seperti depresi Trauma di Dalam Rahim? Bisakah Itu Terjadi?


Trauma di dalam rahim adalah sesuatu yang dapat dialami oleh semua orang dan bahkan ada banyak yang tidak sadar bahwa masalah masalah yang dialaminya sekarang berasal dari trauma di dalam Rahim. Masalah ini menjadi masalah serius ketika trauma tersebut terbawa hingga dewasa dan bahkan sampai masa kehamilan karena hal itu berarti bayi yang dikandung juga akan menerima trauma yang sudah dipendam bertahun tahun oleh ibunya dan begitu juga seterusnya. Sampai akhirnya jika rantai semacam ini tidak diputus, hal ini akan menyebabkan masalah besar.


 


“ I am especially aware of the need to create babies that are mentally and physically healthy in order to have a world that is healthy and peaceful. Babies are the key to the future of the world” – David Chamberlain


 


Cara memutus rantai trauma ini adalah dimulai dari diri Anda sendiri, cobalah untuk memahami diri Anda, “acceptance” dan “forgiveness” adalah kuncinya. Cobalah untuk menghadapi trauma tersebut, menerima dan memaafkan trauma masa lampau Anda. Mulailah untuk mengikuti beberapa kelas healing trauma untuk membantu Anda menggali dan menyembuhkan trauma tersebut.


 


“ Until you make the unconscious conscious, it will direct your life and you will call it fate” – C.G. Jung


 


Lalu masalahnya bagaimana jika sudah terlanjur? Bagaimana jika tanpa sadar Anda ternyata sudah mengekspose si kecil terhadap trauma saat masih di dalam kandungan? Jika sudah seperti ini, optimalkan ke parenting Anda pada 7 tahun pertama kehidupan anak itu. Otak seorang anak umur 7 tahun kebawah mempunyai vibrasi yang lebih rendah dari pada kesadaran yang dinamakan “theta”. Thetaadalah imajinasi, itulah mengapa anak anak dibawah 7 tahun mempunyai imajinasi yang luar biasa, mereka bisa mengadakan pesta the dengan lumpur, kuda kudaan dengan sapu, dan bagi mereka itu adalah sesuatu yang nyata. Inilah yang disebut dengan imajinasi theta. Theta juga merupakan hypnosis. Alam semesta menyediakan 7 tahun untuk menyiapkan “program” yang akan diperlukan anak itu untuk hidup di bumi ini. Lalu bagai mana cara mendapatkan program tersebut? Ingatlah bahwa theta adalah hypnosis, program tersebut didapatkan dengan melihat orang tua, melihat saudara, melihat sekitar. Seorang anak hingga umur 7 tahun akan terus mendownload apa yang dilihatnya dan apa yang ada di dalam ligkungannya. Semua hal yang didownload selama 7 tahun pertama tersebut nantinya akan membentuk perilaku dan sifat anak tersebut. Itulah mengapa, 7 tahun pertama kehidupan anak Anda adalah kesempatan Anda untuk menyembuhkan trauma yang didapat sang anak di dalam kandungan. Tanamkan cinta kasih pada anak itu, cara untuk mengampuni dan mencintai, katakan afirmasi-afirmasi positif pada anak itu terutama pada waktu waktu emas ini. Ingatlah bahwa 95% dari hidup kita dipengaruhi oleh alam bawah sadar kita yang didapat dari saat kita berada di dalam kandungan hingga sampai kita berumur 7 tahun. Mau jadi orang semacam apa seseorang ditentukan pada masa masa ini.


Lalu akan timbul pertanyaan, jika sudah melewati umur 7 tahun, bagaimana cara menaruh “program” baru dalam pikiran bawah sadar? Jawabannya adalah dengan latihan dan repetisi. Sama seperti ketika Anda belajar mengendarai sepeda. Anda mengulanginya secara terus menerus sampai Anda bisa dan setelah Anda menguasainya, Anda tidak perlu mengulang dari awal dan berpikir lagi bagaimana cara mengendarai sepeda bahkan setelah bertahun tahun tidak mengendarai sepeda. Kuncinya adalah “FAKE IT ‘TILL YOU MAKE IT”. Contohnya adalah jika Anda bukan orang yang bahagia dan Anda ingin menjadi orang yang bahagia lalu katakan pada diri Anda setiap waktu “Saya bahagia”, ulangi hal tersebut sampai pesan yang Anda ucapkan sampai ke alam bawah sadar Anda dan benar benar membuat Anda menjadi orang yang bahagia tanpa harus mengulangi perkataan itu lagi.


 


“ 95% of our life is coming from the programs of life how to live life that we get in the first seven years of life. That’s why poor people stay poor and rich people stay rich” – Dr. Bruce Lipton


 


Sumber:


Gonzalez-Gonzalez, N. L., Suarez, M. N., Perez-Pinero, B., Armas, H., Domenech, E., & Bartha, J. L. (2006). Persistence of fetal memory into neonatal life. Acta Obstetricia et Gynecologica, 85, 1160-1164. doi:10.1080/00016340600855854


Kolata, Gina (1984). Studying learning in the womb. Science, 225, 302-303. doi:10.1126/science.6740312


Northrup, C. (2005). Mother-daughter wisdom. New York, NY: Bantam Books.


http://birthfaith.org/postpartum-helps/building-a-better-bond


https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22001010


https://psychcentral.com/blog/emotional-trauma-in-the-womb/


https://www.telegraph.co.uk/news/science/science-news/10177858/Sharing-mothers-stress-in-the-womb-leaves-children-prone-to-depression.html


http://theconversation.com/effects-of-prenatal-stress-can-affect-children-into-adulthood-16332


https://womboflight.com/healing-trauma-what-it-really-takes-to-liberate-your-brilliance


https://www.youtube.com/watch?v=7TivZYFlbX8&t=1s


 


 


 


Peran Hormon dalam Proses Persalinan

Keseimbangan hormon di dalam tubuh merupakan kunci dari persalinan yang sukses dan aman. Dalam tubuh Anda, hormon berperan sebagai kurir yang mengirimkan pesan dan mengantarkan respon ke berbagai organ dan jaringan tubuh. Hormon mengelilingi tubuh Anda melalui darah dan terikat dengan protein di dalam sel tubuh kita yang bernama reseptor. Dalam kehamilan dan proses persalinan, hormon berfungsi untuk mengubah fungsi tubuh kita untuk mendukung kehamilan dan proses persalinan.


Dalam proses persalinan, ada 4 hormon utama yang akan aktif. Hormon-hormon tersebut adalah oksitosin si hormon cinta, beta-endorphin si hormon kebahagiaan, adrenaline dan nonadrenaline (epinephrine dan norepinephrine) si hormon semangat, dan prolactin si hormon ibu. Sistem semacam ini ada di semua mamalia dan berasal dari otak limbik atau otak mamalia.


Semua sistem ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan kondisi emosional Anda. Inilah mengapa, ada benyak wanita yang mengalami persalinan macet di tengah tengah proses persalinan mereka. Tubuh mamalia kita didesain untuk melahirkan di alam liar, yang mana macetnya proses persalinan menjadi suatu keuntungan ketika ada bahaya, karena dengan macetnya persalinan tersebut, kita menjadi punya waktu untuk mencari tempat yang lebih aman dan lebih nyaman. Maka dari itu jika saat proses persalinan hormon flight-or-flight kita aktif karena perasaan takut atau asing atau tidak nyaman, kontraksi akan melambat dengan sendirinya. Inilah mengapa banyak wanita yang mengalami persalinan melambat atau bahkan macet ketika mereka berada di lingkungan yang asing seperti rumah sakit. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi Anda untuk datang ke rumah sakit atau provider Anda di saat yang tepat.


Keseimbangan hormon di dalam tubuh merupakan kunci dari persalinan yang sukses dan aman Peran Hormon dalam Proses Persalinan


Oksitosin


Okstosin, atau hormon cinta merupakan salah satu hormon utama yang aktif saat proses persalinan. Hormon ini akan aktif saat kita merasakan cinta, berhubungan seksual, orgasme, melahirkan, dan menyusui. Namun, pada saat persalinan, hormon akan berada di puncaknya. Di proses persalinan, hormon ini berfungsi untuk menstimulasi kontraksi, menipiskan dan membuka serviks, menurunkan kepala bayi, mengeluarkan plasenta, dan meminimalisir terjadinya pendarahan. Pada saat kehamilan, hormon ini berfungsi untuk meningkatkan peningkatan nutrisi, mengurangi stress, dan menyimpan energi dengan membuat kita lebih sering mengantuk.


Hormon flight-or-fight (catecholamines) dapat menghambat keluarnya hormon oksitosin pada saat persalinan, namun hormon ini mempunyai peran penting di fase kedua persalinan. 


Beta-endorphins


Beta-endorphins merupakaan salah satu bentuk dari hormon endorphin yang dikeluarkan otak saat Anda merasa sakit atau stress. Hormon ini merupakan hormon penghilang rasa sakit alami dalam tubuh. Hormon ini membantu ibu untuk mengatasi rasa sakit pada saat persalinan. Beta-endorphins bersifat 18 hingga 33 kali lebih kuat daripada morphin. Hormon ini juga merupakan penyebab dari ingatan kita yang luar biasa detail mengenai proses persalinan Anda yang sebelumnya. Namun, penggunaan induksi, obat penghilang rasa sakit, dan intervensi yang lain dapat menurunkan produksi beta endorphin secara signifikan.


Sama seperti hormon oksitosin, hormon ini juga akan keluar saat Anda melakukan hubungan seksual dan menyusui. Bahkan, hormon ini sebenarnya ada di dalam ASI, itulah mengapa bayi seringkali mengalami “mabuk alami” setelah minum ASI. Hormon ini juga membantu tubuh untuk mengeluarkan hormon prolactin yang dapat menyiapkan ibu untuk menyusui.


Prolactin 


Prolactin sering kali disebut sebagai hormon ibu. Hormon ini dihasilkan oleh pituitary ketika masa kehamilan dan menyusui. Hormon Ini berfungsi untuk menyiapkan payudara ibu untuk menyusui. Para peneliti percaya bahwa hormon ini (bersama dengan oksitosin) bertanggung jawab untuk menaikkan mood Anda dan membuat Anda merasa tenang saat menyusui. Selain itu, prolactin juga dipercaya mempunyai peran yang penting dalam tingkah laku keibuan Anda. Hormon inilah yang membuat seorang ibu selalu memprioritaskan kebutuhan anakkya sebelum memenuhi kebutuhannya sendiri.


Catecholamines (CAs)


Hormon yang dikenal dengan hormon flight-or-fight ini terdiri atas hormon adrenaline dan nonadrenaline (epinephrine dan norepinephrine). Hormon ini merupakan hormon yang keluar dari kelenjar adrenal diatas ginjal Anda yang merupakan reaksi tubuh Anda terhadap rasa takut, cemas, lapar, atau kedinginan. Saat hormon ini aktif, aliran darah Anda akan dialihkan ke otot otot utama tubuh Anda dan organ-organ utama. Anda harus ingat bahwa hormon ini ada di seluruh mamalia, dan sistem semacam ini sangat dibutuhkan untuk mamalia yang melahirkan di alam liar yang penuh bahaya. Namun, plasenta dan rahim bukanlah organ utama sehingga secara otomatis, supply darah ke plasenta dan rahim juga akan menurun.


Saat hormon ini keluar dalam jumlah yang besar dan di waktu yang tidak tepat karena beberapa hal seperti perasaan takut atau cemas yang muncul atau karena berbagai intervensi yang ada, hormon ini dapat menyebabkan persalinan yang lebih lama dan fetal distress yang diakibatkan karena menurunnya aliran darah ke rahim dan plasenta. Namun, dalam momen tepat dan persalinan minim intervensi, hormon ini akan bekerja dalam cara yang berbeda. Hormon ini dapat membuat ibu merasakan aliran energi secara tiba tiba diiringi dengan kontraksi yang kuat sehingga membuat persalinan lebih mudah dan cepat. Inilah mengapa sangatlah penting bagi Anda untuk mempersiapkan persalinan Anda.


 


Sumber:


https://www.bellybelly.com.au/birth/ecstatic-birth-natures-hormonal-blueprint-for-labor/


http://www.childbirthconnection.org/maternity-care/role-of-hormones/


https://chriskresser.com/natural-childbirth-iv-the-hormones-of-birth/


https://sarahbuckley.com/pain-in-labour-your-hormones-are-your-helpers-2/


 


 


 


Diastasis Recti? Apa Itu?


Jika perut Anda tidak kunjung mengecil seperti semula setelah si kecil lahir bahkan setelah waktu yang lama, mungkin diastasis rectilah penyebabnya. Diastasis rectiadalah pemisahan otot perut terluar (six pack) yang disebut Rectus Abdominis. Yang menggabungkan dua sisi dari rectus abdominis adalah garis tebal dari jaringan ikat yang bernama Linea Alba. Ketika Anda hamil dan perut Anda membesar, Linea Alba akan mengalami peregangan ekstra dan menipis, menciptakan jarak atau pemisah untuk mengakomodasi pertumbuhan si kecil.





Jika perut Anda tidak kunjung mengecil seperti semula setelah si kecil lahir bahkan setela Diastasis Recti? Apa Itu?




Di banyak kasus, jarak tersebut dapat sembuh secara alami dalam 4 – 12 minggu. Dalam kasus Diastasis Recti,otot ini teregang terlalu jauh sehingga kehilangan elastisitasnya dan kemampuannya untuk kembali seperti semula yang akhirnya membuat jarak tersebut tidak menutup secara sempurna dan Linea Alba yang terlalu teregang dan melemah tidak dapat menyangga organ-organ dalam. Organ organ tersebut menekan dinding perut sehingga mengakibatkan perut Anda masih terlihat seperti ibu hamil sampai taraf tertentu.





Jika perut Anda tidak kunjung mengecil seperti semula setelah si kecil lahir bahkan setela Diastasis Recti? Apa Itu?




Kondisi ini sangatlah umum dialami oleh ibu hamil, sekitar 90% ibu hamil memiliki ini.





Lalu bagaimana Anda bisa tau bahwa perut Anda yang tidak kunjung mengecil itu disebabkan oleh diastasis recti ? Ada cara mudah untuk mengecek diastasis recti. Pertama tama, tidurlah secara terlentang dengan lutut ditekuk dan telapak kaki berada di lantai. Lalu letakkan tangan Anda di perut Anda dengan posisi jari yang mengarak ke bawah. Dengan lembut, tekan jari Anda di daerah pusar, lalu secara perlahan angkat kepala Anda sehingga dagu Anda mengarah ke dada Anda. Posisi ini akan membuat rectus abdominis Anda berkontraksi. Jika Anda merasakan jarak selebar dua jari atau lebih di antara otot Anda ketika otot Anda berkontraksi, maka Anda mempunyai diastasis rekti. 





Jarak di antara otot rectus abdominis tersebut dapat berkisar antara 1 hingga 10 jari. Selain mengukur jarak, Anda juga perlu mengukur kedalamannya. Pemisahan ini juga dapat terjadi di berbagai tempat sepanjang otot perut Anda.









dan berikut ini adalah variasi dari diastasis recti:





Jika perut Anda tidak kunjung mengecil seperti semula setelah si kecil lahir bahkan setela Diastasis Recti? Apa Itu?




Apa sih gejalanya ?





Gejala paling umum dari diastasis recti adalah perut Anda tidak kunjung kempes setelah melahirkan, gejala yang lain biasanya adalah sakit punggung bagian bawah, postur yang buruk, perut kembung, sembelit, dan masalah pada dasar panggul.





Apa efeknya ?





Diastasis recti dapat menyebabkan berbagai masalah seperti sakit panggul, sakit punggung, disfungsi dasar panggul (SPFD), inkontenisia urin, organ di panggul prolapse, hernia (di beberapa kasus yang parah), masalah pencernaan, dan selain itu, diastasis recti juga dapat merusak postur tubuh Anda. 





Bagaimana cara mencegahnya ?





Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah diastasis recti. Namun ingatlah bahwa bukan berarti dengan melakukan hal ini Anda 100% tidak akan terkena diastasis recti setelah melahirkan, karena bahkan para ibu yang dengan aktif mencoba untuk mencegah kondisi ini tetap dapat terkena diastasis recti, hanya saja tingkatnya tidak akan separah jika Anda tidak melakukan apapun. Jadi apa salahnya mencoba?





Sebelum kehamilan:





  • Cobalah untuk tetap aktif (olahraga dan beraktivitas secara rutin)
  • Memperbaiki postur tubuh
  • Berlatih menguatkan otot perut dan otot dasar panggul




Saat Kehamilan:





  • Berlatih menguatkan otot perut dan otot dasar panggul (lakukan latihan yang aman untuk ibu hamil. Hindari latihan angkat beban atau menahan napas)
  • Menjaga postur tubuh (Cobalah untuk tetap tegak dan tidak mencondongkan badan ke belakang)
  • Mengangkat barang berat dengan hati hati (ketika mengangkat barang berat, biasakan untuk bertumpu ke kaki Anda dengan menekuk kaki Anda dan bukannya punggung Anda)
  • Menggunakan belly banduntuk menyangga perut Anda
  • Mengkonsumsi makanan kaya protein dan lemak sehat untuk mendukung perkembangan otot dan elastisitas kulit (ikan, alpukat, telur, kacang, dll)




Setelah kehamilan:





  • Beristirahat yang cukup setelah melahirkan
  • Menghindari mengangkat barang barang berat 
  • Menghindari olahraga yang dapat memberikan tekanan di otot perut Anda (planks, sit up, angkat beban) 
  • Jika Anda melakukan c-section, pastikan bahwa luka jahitan Anda sembuh secara sempurna sebelum Anda kembali ke rutinitas Anda sebelumnya dan melakukan berbagai kegiatan seperti biasanya
  • Menjaga postur tubuh
  • Di beberapa kasus, menggunakan bengkung juga dapat membantu
















Jika sudah terlanjur, apakah masih bisa diobati? Bagaimana caranya ?





Ya, dengan latihan yang teratur, Anda bisa menyembuhkan diastasis recti bahkan setelah bertahun tahun Anda melahirkan si kecil. Namun, menyembuhkan diastasis recti mungkin akan memerlukan beberapa waktu. Lama penyembuhan dapat beragam sesuai dengan tingkat keparahan diastasis recti yang Anda alami dan komitmen Anda untuk menyembuhannya. 





Ada beberapa latihan yang dapat Anda lakukan untuk menyembuhkan diastasis recti. Lakukan latihan yang khusus untuk menyembuhkan diastasis Anda. Jika Anda tidak punya waktu untuk datang ke terapis, Anda dapat mencoba beberapa latihan yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah. Selain itu, Anda juga dapat melakukan operasi “tummy tuck”. Namun, operasi ini tidak disarankan jika Anda masih berencana untuk hamil lagi.





selamat belajar










Trauma di Dalam Rahim? Bisakah Itu Terjadi?

Saya sering menjumpai pasien dengan beberapa kasus seperti depresi Trauma di Dalam Rahim? Bisakah Itu Terjadi?


Saya sering menjumpai pasien dengan beberapa kasus seperti depresi, kesedihan yang tidak kunjung hilang, emosi yang tidak stabil atau perilaku dan temperamen yang buruk hingga mengakibatkan kerugian pada orang disekitarnya, dan setelah dilacak ternyata akar masalahnya adalah trauma. Parahnya, sebagian dari masalah tersebut berasal dari trauma yang didapat pada saat masih di dalam kandungan dan bahkan sebagian besar juga berkelanjutan sampai birth trauma pada saat dilahirkan. Namun, apakah benar jika kita bisa mendapatkan trauma saat masih didalam kandungan? Jawabannya adalah YA, hal itu dapat terjadi.


Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa bayi dalam kandungan dapat merasakan, belajar, dan mempunyai kesadaran pada tingkatan tertentu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Gonzales-Gonzales bersama rekan-rekannya pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa bayi di dalam kandungan menerima “stimulasi vibroakustik” yang merupakan stimulasi pada bayi yang masih berada di dalam kandungan yang dilakukan melalui gelombang suara. Setelah bayi-bayi yang diberi stimulasi tersebut lahir, mereka diberikan perlakuan yang sama pada saat mereka masih di dalam kandungan, dan hasilnya adalah bayi-bayi tersebut mengenali sinyal tersebut dan menjadi lebih tenang setelah menerima sinyal suara tersebut. Dari sini dapat disimpulkan bahwa bayi dapat belajar dan mengingat dalam kapasitas tertentu pada saat masih berada di dalam kandungan sampai setelah ia dilahirkan.


Penelitian yang lain dilakuakn oleh Anthony DeCasper dan William Fifer. Mereka membuat suatu puting buatan yang terhubung dengan suatu alat pemutar suara yang dapat memutarkan suara atau detak jantung sang ibu jika disedot dengan cara tertentu, dan jika audio tersebut akan memutarkan suara atau detak jantung wanita lain jika disedot dengan cara yang lain (Kolata, 1984). De Casper juga melakukan penelitian yang hamper sama dengan buku anak anak yang telah dibacakan dua kali sehari di 6,5 minggu terakhir pada masa kehamilan. Hasilnya adalah bayi yang telah lahir menghisap dengan cara tertentu untuk mendengar suara ibunya atau suara buku anak anak tertentu yang telah dibacakan pada saat bayi tersebut berada di dalam kandungan. Hal ini juga membuktikan bahwa apa yang didengar oleh bayi pada saat di dalam kandungan juga dapat mempengaruhi selera bayi setelah ia lahir.


Suatu penulis yang juga merupakan ahli kebidanan terkenal yang bernama Christiane Northrup (2005) mengungkapkan bahwa saat ibu hamil melalui suatu rasa takut, stress, atau kecemasan, ia akan membentuk suatu “metabolic cascade” dimana hormon yang bernama cytokines diproduksi dan sistem imun sang ibu dan bayinya ikut terpengaruh. Hal ini nantinya dapat menyebabkan komplikasi saat melahirkan, keguguran, bayi prematur, dan bahkan kematian. Sebaliknya, saat sang ibu merasa sehat dan bahagia, ia akan menghasilkan hormon oxytocin yang disebut juga dengan hormon cinta yang justru dapat meningkatkan sistem imun sang bayi dan memperkuat ikatan sang ibu dengan bayinya. Saat sang ibu merasa bahagia dan sehat, neurotransmiter akan bergerak dari tubuh sang ibu ke tubuh sang bayi, membuat sang bayi merasa tenang dan aman.


Bagaimana Stress dapat Sampai ke Rahim?


Saya sering menjumpai pasien dengan beberapa kasus seperti depresi Trauma di Dalam Rahim? Bisakah Itu Terjadi?


Sebenarnya bagaimana sih cara stress bisa sampai ke bayi dalam kandungan? Salah satu penyebabnya adalah hormon cortisol yang merupakan hormon stress melewati enzim yang berada di placenta dan sampai ke bayi. Lalu bagaimana hal tersebut bisa terjadi?


Penelitian telah menemukan komponen utama dalam plasenta yang biasanya dapat melindungi bayi dalam kandungan dari paparan hormon cortisol yang tinggi yang ada di dalam darah sang ibu saat ibu tersebut merasa stress. Masalahnya adalah saat sang ibu merasa cemas, fungsi plasenta dapat berubah. Enzim yang biasanya dapat mencegah hormon cortisol untuk mengenai bayi menuruh sehingga hormon stress tersebut dapat lewat dan mengenai bayi, yangmana akan mempengaruhi perkembangan sang bayi. Inilah mengapa ada beberapa anak lebih tidak bisa menghadapi stress dan rasa cemas daripada yang lain. Hal ini juga menjelaskan kenapa diantara para tentara, ada beberapa yang akan terkena post traumatic stress disorder (PTSD) setelah berada di dalam pertempuran dan ada juga yang tidak terkena PTSD sama sekali. Selain itu, di dunia sekarang ini, hal ini sering mengarah ke suatu kondisi seperti depresi atau attention deficit hyperactivity disorder(ADHD) pada anak.


Bagaimana Cara Menyembuhkan dan Mencegahnya ?


Saya sering menjumpai pasien dengan beberapa kasus seperti depresi Trauma di Dalam Rahim? Bisakah Itu Terjadi?


Trauma di dalam rahim adalah sesuatu yang dapat dialami oleh semua orang dan bahkan ada banyak yang tidak sadar bahwa masalah masalah yang dialaminya sekarang berasal dari trauma di dalam Rahim. Masalah ini menjadi masalah serius ketika trauma tersebut terbawa hingga dewasa dan bahkan sampai masa kehamilan karena hal itu berarti bayi yang dikandung juga akan menerima trauma yang sudah dipendam bertahun tahun oleh ibunya dan begitu juga seterusnya. Sampai akhirnya jika rantai semacam ini tidak diputus, hal ini akan menyebabkan masalah besar.


 


“ I am especially aware of the need to create babies that are mentally and physically healthy in order to have a world that is healthy and peaceful. Babies are the key to the future of the world” – David Chamberlain


 


Cara memutus rantai trauma ini adalah dimulai dari diri Anda sendiri, cobalah untuk memahami diri Anda, “acceptance” dan “forgiveness” adalah kuncinya. Cobalah untuk menghadapi trauma tersebut, menerima dan memaafkan trauma masa lampau Anda. Mulailah untuk mengikuti beberapa kelas healing trauma untuk membantu Anda menggali dan menyembuhkan trauma tersebut.


 


“ Until you make the unconscious conscious, it will direct your life and you will call it fate” – C.G. Jung


 


Lalu masalahnya bagaimana jika sudah terlanjur? Bagaimana jika tanpa sadar Anda ternyata sudah mengekspose si kecil terhadap trauma saat masih di dalam kandungan? Jika sudah seperti ini, optimalkan ke parenting Anda pada 7 tahun pertama kehidupan anak itu. Otak seorang anak umur 7 tahun kebawah mempunyai vibrasi yang lebih rendah dari pada kesadaran yang dinamakan “theta”. Thetaadalah imajinasi, itulah mengapa anak anak dibawah 7 tahun mempunyai imajinasi yang luar biasa, mereka bisa mengadakan pesta the dengan lumpur, kuda kudaan dengan sapu, dan bagi mereka itu adalah sesuatu yang nyata. Inilah yang disebut dengan imajinasi theta. Theta juga merupakan hypnosis. Alam semesta menyediakan 7 tahun untuk menyiapkan “program” yang akan diperlukan anak itu untuk hidup di bumi ini. Lalu bagai mana cara mendapatkan program tersebut? Ingatlah bahwa theta adalah hypnosis, program tersebut didapatkan dengan melihat orang tua, melihat saudara, melihat sekitar. Seorang anak hingga umur 7 tahun akan terus mendownload apa yang dilihatnya dan apa yang ada di dalam ligkungannya. Semua hal yang didownload selama 7 tahun pertama tersebut nantinya akan membentuk perilaku dan sifat anak tersebut. Itulah mengapa, 7 tahun pertama kehidupan anak Anda adalah kesempatan Anda untuk menyembuhkan trauma yang didapat sang anak di dalam kandungan. Tanamkan cinta kasih pada anak itu, cara untuk mengampuni dan mencintai, katakan afirmasi-afirmasi positif pada anak itu terutama pada waktu waktu emas ini. Ingatlah bahwa 95% dari hidup kita dipengaruhi oleh alam bawah sadar kita yang didapat dari saat kita berada di dalam kandungan hingga sampai kita berumur 7 tahun. Mau jadi orang semacam apa seseorang ditentukan pada masa masa ini.


Lalu akan timbul pertanyaan, jika sudah melewati umur 7 tahun, bagaimana cara menaruh “program” baru dalam pikiran bawah sadar? Jawabannya adalah dengan latihan dan repetisi. Sama seperti ketika Anda belajar mengendarai sepeda. Anda mengulanginya secara terus menerus sampai Anda bisa dan setelah Anda menguasainya, Anda tidak perlu mengulang dari awal dan berpikir lagi bagaimana cara mengendarai sepeda bahkan setelah bertahun tahun tidak mengendarai sepeda. Kuncinya adalah “FAKE IT ‘TILL YOU MAKE IT”. Contohnya adalah jika Anda bukan orang yang bahagia dan Anda ingin menjadi orang yang bahagia lalu katakan pada diri Anda setiap waktu “Saya bahagia”, ulangi hal tersebut sampai pesan yang Anda ucapkan sampai ke alam bawah sadar Anda dan benar benar membuat Anda menjadi orang yang bahagia tanpa harus mengulangi perkataan itu lagi.


 


“ 95% of our life is coming from the programs of life how to live life that we get in the first seven years of life. That’s why poor people stay poor and rich people stay rich” – Dr. Bruce Lipton


 


Sumber:


Gonzalez-Gonzalez, N. L., Suarez, M. N., Perez-Pinero, B., Armas, H., Domenech, E., & Bartha, J. L. (2006). Persistence of fetal memory into neonatal life. Acta Obstetricia et Gynecologica, 85, 1160-1164. doi:10.1080/00016340600855854


Kolata, Gina (1984). Studying learning in the womb. Science, 225, 302-303. doi:10.1126/science.6740312


Northrup, C. (2005). Mother-daughter wisdom. New York, NY: Bantam Books.


http://birthfaith.org/postpartum-helps/building-a-better-bond


https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22001010


https://psychcentral.com/blog/emotional-trauma-in-the-womb/


https://www.telegraph.co.uk/news/science/science-news/10177858/Sharing-mothers-stress-in-the-womb-leaves-children-prone-to-depression.html


http://theconversation.com/effects-of-prenatal-stress-can-affect-children-into-adulthood-16332


https://womboflight.com/healing-trauma-what-it-really-takes-to-liberate-your-brilliance


https://www.youtube.com/watch?v=7TivZYFlbX8&t=1s


8 Cara Menemukan Dan Menentukan Posisi Bayi

Seringkali di kelas gentle birth balance dan hypnobirthing, saya mengajari para suami, ibu dan calon nenek untuk mengerti dan memahami kondisi janin mereka, bahkan mengetahui serta mampu menentukan posisi bayi.


Sehingga mereka bisa mengetahui dengan jelas bagaimana posisi janinku, bagaimana detak jantungnya, normal apakah tidak detak jantungnya, sehingga mereka akan lebih memahami lagi, tentang apa yang akan mereka lakukan, “apabila posisi bayiku belum optimal, apa yang aku lakukan untuk mengoptimalkannya?”


“Apakah janinku detak jantungnya baik?” sehingga ketika suatu hari gerakan janin berkurang, sang suami dan keluarga bisa langsung mendeteksi apakah ada yang salah? Karena kasus ini sering sekali terjadi, banyaks ekali para ibu yang panic tergopoh gopoh ke Poli Kandungan untuk memeriksakan kondisi janinnya ketika janinnya >2 jam tidak bergerak.


Dan ketika dilakukan pemeriksaan ternyata semuanya baik dan dalam batas normal. Namun sebaliknya karena tidak memahami posisi bayi dan apa yang terjadi sehingga seorang ibu tidak menyadari bahwa bayinya tidak bergerak dan bahkan meninggal di dalam kandungan.


Nah hari ini saya akan berbagi tips untuk Anda agar bisa menemukan dan menentukan posisi bayi Anda


Tanda sehat



  • Hanya ada satu bayi di dalam rahim

  • Kepala bayi ada di bawah pada saat mendekati kelahiran


Tanda “butuh perhatian lebih”



  • Bayi sungsang (kaki atau pantat berada di bawah) pada saat mendekati kelahiran.

  • Posisi bayi melintang pada saat mendekati kelahiran.

  • Ibu mengandung bayi kembar.


Ada dua cara untuk mengetahui posisi bayi : merasakan perut ibu dan mendengar detak jantung bayi di tempat yang paling keras suaranya. Anda mungkin membutuhkan kedua cara itu supaya bisa lebih yakin tentang posisi bayi.


Merasakan perut ibu


Mungkin akan sulit untuk mengetahui posisi bayi sebelum usia kehamilan mencapai enam atau tujuh bulan tetapi tetaplah mencoba. Apa yang anda rasakan mungkin tidak masuk akal sekarang,tetapi bisa jadi masuk akal ketika anda merasakan perut ibu lagi pada pemeriksaan berikutnya.


Akan lebih mudah untuk menemukan posisi bayi pada usia kehamilan lebih dari 28 minggu. Bagaimanapun, makin anda banyak berlatih dan merasakan posisi bayi,anda akan makin ahli dalam melakukannya.


Untuk memulainya, bantulah ibu supaya berbaring terlentang dan letakkan bantal di bawah lututnya dan kepalanya. Pastikan bahwa ibu merasa nyaman saat berbaring.


Kemudian,rasakan perut ibu. Ada tiga hal yang perlu anda periksa:



  • Apakah bayi pada posisi vertical (dari atas ke bawah)?

  • Apakah bayi menghadap ke muka atau belakang?

  • Apakah kepala bayi ada di bawah atau pantatnya yang di bawah?


Apakah posisi bayi vertical ?


Sebagian besar bayi berada di posisi vertical saat kehamilan mencapai usia 32 minggu. Untuk mengetahui apakah bayinya vertical atau tidak, pegang kedua sisi perut ibu dengan kedua telapak tangan anda. Tekan dengan hati-hati,pertama dengan satu tangan dan kemudian dengan tangan yang lain.


Periksalah bentuk bayi dengan hati-hati. Akan menjadi sulit untuk merasakan posisi bayi jika ibu mempunyai otot perut yang sangat kuat atau jika ibu mempunyai banyak lemak di perutnya.


Jika anda mengalami kesulitan untuk merasakan posisi bayi, mintalah ibu untuk mengambil napas panjang dan kemudian menghembuskan dengan pelan-pelan dan untuk membuat tubuhnya santai saat anda memeriksa posisi bayinya.


Apakah bayi menghadap ke arah depan atau belakang ibu ?


Selanjutnya,rasakan perut ibu untuk mencari sebuah bentuk besar dan keras(punggung bayi). Jika anda tidak bisa merasakan punggung bayi, carilah bentuk gumpalan-gumpalan kecil yang banyak.Satu bentuk yang besar dan keras mungkin adalah tubuh bayi yang menghadap ke punggung ibu.


Jika anda tidak bisa merasakan adanya satu gumpalan besar tetapi bisa merasakan banyak gumpalan-gumpalan kecil,anda mungkin merasakan tangan dan kaki bayi. Tubuh bayi mungkin menghadap ke arah muka ibu.


Apakah kepala bayi atau pantat bayi yang ada di bawah ?


Begitu kehamilan mencapai bulan terakhir menjelang kelahiran,kebanyakan bayi terbaring dengan kepala mereka mengarah ke leher rahim. Ini disebut posisi kepala bawah. Posisi kepala bawah merupakan posisi yang paling mudah untuk bayi dilahirkan.


Jika kepala bayi berada di atas dengan pantat mengarah pada vagina (lubang untuk melahirkan bayi),ini disebut posisi sungsang.


Pada usia kehamilan yang ketujuh atau delapan bulan, kepala bayi biasanya sudah bergerak turun ke dalam rongga tulang pinggul ibu. Begini caranya untuk merasakan kepala bayi:



  1. Dengan menggunakan jari-jari,carilah letak tulang kelamin ibu. Anda dapat merasakannya tepat di bawah rambut vagina ibu. Mintalah ibu untuk mengambil napas panjang dan kemudian menghembuskannya dengan pelan-pelan. Saat ibu menghembuskan napasnya,tekan tepat di bagian atas tulang kelamin ibu. Tekan dengan kuat tetapi lembut dan berhentilah menekan kalau ibu merasa sakit.


Jika anda merasakan satu bentuk yang bulat dan keras dan anda bisa menggerakannya ke kiri dan ke kanan sedikit,mungkin ini adalah punggung atau bagian samping dari kepala bayi.


Jika anda tidak merasakan apa-apa di perut bagian bawah ibu, posisi bayi mungkin menyamping.


Jika bentuknya tidak benar-benar bulat,itu mungkin muka bayi atau pantat bayi. Atau kadang-kadang pantat bayi ada di atas,tetapi kepalanya tidak lurus ke bawah.


Kepala bayi mungkin menekuk ke samping atau dagunya mungkin menghadap ke atas. (ini bisa jadi tanda bahwa bayi mungkin tidak muat jika harus melewati pinggul ibu pada saat dilahirkan nanti).



  1. Jika bagian bawah bayi tidak berada terlalu di bawah pinggul ibu, cobalah untuk memindahkan bagian tersebut sedikit demi sedikit dari samping.


Jika dengan menggerakkan bagian bawah bayi itu bisa memindahkan seluruh punggungnya,maka bayi itu mungkin sungsang. Jika punggungnya tidak bergerak,maka kepala bayi itu ada di bawah.



  1. Sekarang,rasakan bagian atas rahim ibu. Apakah terasa bulat dan keras seperti bentuk kepala? Ataukah berbeda bentuknya? seperti pantat, punggung, atau kaki? Jika bentuk bagian atas rahim terasa lebih seperti kepala daripada bagian yang ada di perut bawah ibu, bayinya mungkin sungsang.

  2. Letakkan satu tangan di bagian punggung bayi. Pada saat yang sama, dengan tangan anda yang lain,tekan bagian paling ujung bayi ke samping dengan hati-hati.


Jika seluruh bagian punggung bergerak ketika anda menggerakkan bagian ujungnya, posisi bayi di dalam rahim mungkin kepalanya ada di bawah.


Jika punggungnya tidak bergerak ketika anda menggerakkan bagian atas bayi, anda mungkin sedang menggerakkan kepala(karena leher bisa menekuk, sementara punggungnya akan tetap pada tempatnya). Jika yang anda gerakkan adalah kepala, maka bayi itu posisinya sungsang.


Seringkali di kelas gentle birth balance dan hypnobirthing 8 Cara Menemukan Dan Menentukan Posisi Bayi


Saat anda merasakan perut ibu,cobalah untuk membayangkan kemungkinan-kemungkinan posisi bayi. Bayangkan dimana letak tangan dan kaki bayi. Bayangkan bagaimana masing-masing posisi akan dirasakan oleh ibu saat bayi menendang.


Kemudian tanyakan pada ibu dimana dia merasakan tendangan yang paling kuat dan dimana yang paling lemah. Mungkinkah posisi tangan dan kaki bayi ada di situ? Jika tidak,mungkin perkiraan anda tentang posisi bayi belum benar


Nah ini dalah tehnik Belly Mapping yang akan saya bahas di artikel berikutnya!


Ketika anda memeriksa posisi bayi, anda mungkin merasakan adanya dua kepala atau dua pantat. Ini berarti, ibu mungkin punya bayi kembar.


Dengarkan detak jantung bayi


Seringkali di kelas gentle birth balance dan hypnobirthing 8 Cara Menemukan Dan Menentukan Posisi Bayi
SONY DSC

Detak jantung bayi memberi penjelasan tentang letak bayi di dalam perut ibu dan tentang kesehatan dan kesejahteraan janin. Pada dua bulan terakhir menjelang kelahiran, di ruangan yang sepi,seringkali anda bisa mendengar detak jantung bayi dengan cara meletakkan telinga anda di perut ibu.


Detak jantung bayi akan lebih mudah didengar jika anda mempunyai fetoskop atau stetoskop. Namun apabila Anda tidak mempunyai fetoskop, dengan telinga telanjangpun Anda sebenarnya bisa mendengarkan detak jantung janin, apalagi ketika kehamilan sudah menginjak lebih dari 36 minggu


Detak jantung bayi biasanya kecil dan cepat. Mungkin akan terdengar seperti detak jam yang diletakkan di bawah bantal hanya saja lebih cepat. Detak jantung bayi biasanya dua kali lebih cepat dibandingkan dengan detak jantung orang dewasa yang sehat,biasanya 120 sampai 160 detak per menit.


Catatan: jika anda mendengar bunyi seperti desisan (ssiiiiuuu-siiiuu-ssii-uu), anda mungkin mendengarkan detak atau denyutan yang ada di tali pusar. Bunyi pusar menjelaskan seberapa cepat jantung berdetak, tetapi pusar tidak bisa membantu anda mengetahui posisi bayi. Jika detak jantung terdengar lemah, anda mungkin mendengarkan detak jantung ibu dan bukan detak jantung bayi. Cobalah untuk mendengarkan di beberapa bagian yang berbeda di perut ibu.


Menemukan detak jantung bayi


Seringkali di kelas gentle birth balance dan hypnobirthing 8 Cara Menemukan Dan Menentukan Posisi Bayi
SONY DSC

Buatlah perkiraan bagaimana posisi bayi, baru kemudian mulai mendengarkan detak jantung bayi di bagian yang menurut perkiraan nada adalah letak detak jantung bayi. Anda mungkin harus mendengar di beberapa bagian sebelum akhirnya anda menemukan titik dimana detak jantung abyi terdengar paling keras dan jelas.


Menemukan posisi bayi dengan cara mendengar detak jantungnya


Apakah detak yang paling keras keras ada di atas atau bawah pusar ibu?


Kadang-kadang ketika bayi menghadap ke perut ibu, akan lebih sulit untuk menemukan letak detak jantungnya karena terhalang oleh kaki dan tangan bayi. Cobalah untuk mendengar di bagian samping ibu atau langsung di bagian tengah perut ibu untuk mendengarkan detak jantungnya.


Kalau bisa,buat catatan tentang letak anda mendengarkan detak jantung bayi dnegan gambar sederhana.


Dalam catatan ini misalnya,bayi tidak berpindah ke posisi kepala di bawah sampai mencapai tujuh bulan usia kehamilan. Setelah itupun bayi bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya sehingga tanda X berpindah dari sisi kiri ke kanan perut ibu dan kemudian kembali ke posisi semula. Pergerakan semacam ini adalah normal.


Memeriksa kecepatan detak jantung bayi


Tanda sehat


Detak jantung bayi antara 120 sampai 160 detak per menit.


Tanda bahaya


Bayi yang jantungnya berdetak di bawah 120 atatu di atas 160 per menit mungkin mempunyai masalah. Bayi yang jantungnya berdetak kurang dari 100 atau lebih dari 180 membutuhkan pertolongan medis.


Ikuti langkah-langkah berikut untuk memeriksa kecepatan kecepatan detak jantung bayi:



  1. Gunakan jam atua arloji yang mempunyai jarum detik seperti kalau anda memriksa denyut nadi ibu. Jika anda tidak punya jam atau arloji,bandingkan detak jantung bayi dengan denyut nadi anda saat anda santai atau tenang. (andapun bisa juga membuat jam sederhana dari bahan yang ada di rumah). Detak jantung bayi seharusnya dua kali lebih cepat daripada denyut nadi anda.

  2. Hitung jumlah detak dalam satu menit. Jika anda kesulitan untuk melihat jam sementara menghitung detak jantung,mintalah orang lain untuk memberi tanda mulai dan berhenti menghitung. Jika detak jantung bayi sepertinya terlalu lambat, rasakan denyut nadi ibu saat anda mendengar detak jantung bayi. Jika denyut nadi ibu dan jantung bayi sama kecepatannya, anda keliru karena hanya mendengar denyut ibu.

  3. Catat dimana tempat anda mendengar denyut jantung dan seberapa kecepatannya.


Jika detak bayi lebih dari 160 per menit, tunggulah untuk beberapa menit dan kemudian periksa lagi. Kadang-kadang,detak jantung lebih cepat saat bayi bergerak. Jika detak janntung bayi tetap di atas 160 (terutama jika sampai 180 atau lebih) ibu mungkin mengalami infeksi. Periksalah apakah ibu mempunyai denyut nadi palsu atau ibu menderita demam.


Jika detak jantung bayi lambat, bayi mungkin dalam kondisi bahaya. Jika detak jantung antara 100 sampai 120 per menit, cobalah untuk menggerakkan bayi sedikit keluar. Mungkin bayinya sedang tidur. Periksalah apakah detak jantungnya lebih cepat ketika bayi sudah bangun.


Jika detak jantung lebih lambat dari 100 per menit, carilah pertolongan medis. Bayi dalam kondisi bahaya! Di rumah sakit, ibu mungkin harus melahirkan dengan cara Caesar untuk membantu bayinya lahir premature.


Catatan: detak jantung yang tenang belum tentu berarti bayinya lemah. Mungkin dada bayi atau punggung bayi terletak jauh dari telinga anda atau suara detak sulit menembus perut ibu. Sebagai contoh misalnya perut ibu tebal karena ibu gemuk.


Nah selamat mencoba semoga bermanfaat


Salam hangat


Yesie Aprillia


Bentuk Perut Anda dan Posisi Janin

Setiap kali ANC seringkali para klien bertanya tanya tentang bagaimana posisi janinnya saat bertemu dengan saya (saya belum memeriksanya), banyak sekali yang sambil duduk lalu mengelus perutnya yang membesar sambil berkata demikian


“Bu, perut saya kok kadang meleyok ke kanan kadang ke kiri, kira kira posisi bayi saya bagaimana ya?”


Atau


“perut saya kok besar ya bu, bagaimana ya posisi bayi saya?”


Nah sekarang Sekarang mari kita bahas lebih spesifik tentang posisi janin, bagaimana dapat mempengaruhi persalinan dan kelahiran, dan mengapa sangat relevan untuk wanita yang gemuk pada khususnya.


Anterior vs Posterior


Perut yang bentuknya bulat besar seperti bola basket biasanya berarti bahwa bayi anterior. Bagian belakang kepala bayi (“tengkuk”) ke arah depan ibu (yang mengapa posisi ini disebut Tengkuk Anterior atau OA), dan mata bayi kearah ibu bagian belakang.


Lihatlah gambar di bawah ini dan perhatikan bahwa perut ibu tampak besar dan bulat. Hal ini karena mengikuti lengkungan punggung bayi


Setiap kali ANC seringkali para klien bertanya tanya tentang bagaimana posisi janinnya saa Bentuk Perut Anda dan Posisi Janin


Secara umum, oksiput anterior adalah posisi yang ideal untuk melahirkan. Selama kepala bayi berbaris dengan baik, tidak ada lengan / tangan di jalan, dan melipat dagu, kemungkinan bahwa kelahiran bayi anterior akan maju dengan lancar, terutama jika persalinan dan kontraksi mulai secara spontan.


Nah sedangkan jika bentuk perut ibu tidak rata, dan bergelombang di depan (terutama yang dengan melengkung- kedalam tepat di sekitar atau dekat pusar) sering berarti bahwa bayi posterior. Lihatlah gambar di bawah ini dan perhatikan bagaimana perut tidak begitu bulat dan memiliki “mengengkung kedalam” di bawah pusar.


Setiap kali ANC seringkali para klien bertanya tanya tentang bagaimana posisi janinnya saa Bentuk Perut Anda dan Posisi JaninMalam posisi ini, bagian belakang kepala bayi (tengkuk) ada di bagian tubuh belakang ibu atau punggug ibu (jadi si bayi posisinya terlentangsehingga posisi ini disebut Occiput posterior atau OP.


Posisi ini biasanya  jauh lebih sulit untuk melahirkan karena diameter kepala bayi di OP lebih besar dan tidak lolos dengan mudah, dan karena tekanan pada leher rahim cenderung merata dan proses persalinan dapat berlangsung lebih lambat.


Kembali dan membandingkan dua gambar di atas lagi. Perhatikan lagi perbedaan dalam bentuk perut ibu. Jika posisi bayi adalah anterior, maka perut lebih bulat, sementara pada posisi bayi  posterior perut menjadi bergelombang dan memiliki area cekung tepat di bawah pusar.


Perbedaan lain antara anterior dan posterior


Ada perbedaan lain antara anterior dan posterior bayi juga. Ini termasuk di mana ibu merasa gerakan bayi paling kuat, dan tanda-tanda klinis seperti di mana detak jantung janin ditemukan, dll


Gerakan


Dengan bayi posterior, ibu sering merasa banyak gerakan aneh di perut bagian depan (tangan bayi dan kaki). Ibu biasanya merasa banyak gerakan, cukup konsisten, dan merasa cukup kuat.


Dengan bayi anterior, sebagian besar gerakan biasanya dirasakan di kuadran kanan atas perut (atau kuadran kiri atas kadang-kadang), dan sementara ia pasti merasa tendangan dan gerakan bayinya, perasaan mungkin tidak sekuat atau konstan dengan bayi posterior.


Bentuk Perut (kelihatan) dari luar


Dengan bayi posterior, orang sering berkomentar ibu tidak “terlihat” sedang hamil. Perut ini tidak bulat dan tidak terlalu banyak menonjol keluar.


Dengan bayi anterior, ibu terlihat perutnya sangat besar dan seolah “sangat hamil”. Dan seperti bisa para tetangga akan heboh melihat perut Anda yang terlihat besar dan seolah sudah siap untuk melahirkan.


Nada Jantung janin


Secara klinis, ada beberapa tanda-tanda lain juga. Dengan bayi posterior, nada jantung janin biasanya lebih sulit untuk ditemukan karena punggung bayi jauh dari depan perut ibu. Dokter biasanya harus mencari nada jantung untuk sementara waktu mereka menemukan nadanya maka  nada terseut mungkin muncul dan menghilang  bahkan ketika dilakukan pergeseran kecil di posisi bayi.


Dengan bayi anterior, nada jantung janin lebih mudah teremu karena punggung bayi melawan perut ibu. Nada jantung paling biasanya ditemukan di daerah perut kiri bawah, dan mereka biasanya terdengar cukup baik, bahkan ketika bayi bergeser sedikit.


peringatan


Sekarang, perlu diketahui …. posisi janin sebenarnya tidak begitu penting sampai umur kehamilan sekitar >36 minggu karena  Bayi perlu olah raga seperti orang lain, dan mereka akan membolik balik dan memutar dan surfing sepanjang kehamilan sampai waktu persalinan semakin dekat, ketika mereka terlalu besar untuk melakukan begitu banyak manuver. Jadi sebelum 36 minggu apabila janin belum mapan, tenang saja.


Namun, jika waktu dekat (sudah dekat 36-37+ minggu), dan Anda secara konsisten tidak “terlihat” hamil, Anda cenderung merasa gerakan bayi semua di depan, Anda cenderung memiliki perut cekung di sekitar pusar, dan penolong persalinan Anda secara konsisten sulit menemukan detak jantung bayi (dan biasanya tidak menemukannya di sisi kiri bawah perut Anda) ….. Anda mungkin harus menduga bahwa posisi bayi Anda adalah  posterior.


Mengapa Posisi janin yang relevan pada proses persalinan?


Meskipun bayi dapat menggeser posisi mereka pada masa kehamilan dan persalinan namun jika posisi bayi Anda teteap posterior, maka Anda perlu waspada


Persalinan dengan posisi bayi  posterior cenderung lebih lama, lebih sulit, dan lebih menyakitkan daripada dengan posisi bayi yang anterior.


Selanjutnya, karena proses persalinan dengan posisi bayi  posterior cenderung lebih panjang dan lebih menyakitkan, mereka sering mendapatkan lebih banyak intervensi yang terkait dengan (Ketuban pecah dini, artifisial untuk memperkuat kontraksi dengan pitocin, epidural untuk rasa sakit, ekstraksi vakum lebih, dll), dan bayi bisa mengalami distress janin lebih sering.


Akibatnya, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa tingkat bedah caesar yang berhubungan dengan bayi posterior persisten jauh lebih tinggi daripada tingkat yang berhubungan dengan bayi anterior.


Dalam satu studi 2006, peneliti menemukan bahwa posisi posterior persisten dikaitkan dengan 13 kali risiko operasi caesar. Anda bisa melihat di penelitian ini http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16966125


Dengan demikian posisi janin persisten posterior dapat menjadi penyebab keprihatinan di akhir kehamilan, sehingga kesadaran ibu akan bagaimana posisi janin mungkin penting.


Posisi janin dan “Obesitas”


Posisi janin sangat relevan dengan ukuran tubuh ibunya . Meskipun belum ada yang meneliti masalah posisi janin dalam wanita “gemuk”, namun beberapa penelitian baru-baru ini  menunjukkan bahwa pada ibu yang tubuhnya gemuk, maka resiko posisi bayi yang posterior menjadi lebih tinggi.  http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10535344


Penelitian yang sudah dilakukan (dari 50-an, 60-an, dan 70-an, ketika meneliti tentang posisi janin), ternyata mereka mencatat tingkat yang lebih tinggi dari malpositions (terutama posterior) pada wanita yangi “gemuk”.


Dan Lucunya, klien klien yang melahirkan di tempat saya dan yang gemuk tampaknya banyak yang mengalami malpositions juga. Ini mungkin salah satu alasan mengapa tingkat SC pada wanita yang gemuk lebih tinggi di banding dengan wanita dengan berat badan yang ideal


Nah jadi …mari olah tubuh Anda supaya posisi bayi Anda benar benar optimal .